Arina.id - Dalam ajaran Islam memuliakan dan patuh terhadap orang tua (selama bukan perintah maksiat) adalah tugas utama. Terlebih penekanan patuh dan berbakti kepada seorang ibu sangat diprioritaskan.
Seperti diketahui bahwa ibu merupakan sosok yang sangat penting dalam kehidupan setiap manusia. Ibu adalah orang pertama yang merawat, membesarkan, dan memberikan kasih sayang tanpa batas. Ibu adalah madrasah pertama bagi anaknya.
Ibu adalah sumber kasih sayang dan tempat berlindung bagi anak. Sejak dalam kandungan, ibu telah berjuang untuk memberikan kehidupan. Setelah lahir, ibu terus merawat dan membimbing anak hingga dewasa. Pengorbanan ibu takkan bisa tergantikan oleh balas budi anak. Bahkan dalam salah satu hadits disebutkan bahwa surga berada di bawah telapak kaki ibu.
عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ جَاهِمَةَ السَّلَمِيِّ : «أَنَّ جَاهِمَةَ جَاءَ إِلَى النَّبِيِّ ﷺ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ، أَرَدْتُ أَنْ أَغْزُوَ وَقَدْ جِئْتُ أَسْتَشِيرُكَ. فَقَالَ: هَلْ لَكَ مِنْ أُمٍّ؟ قَالَ: نَعَمْ، قَالَ: فَالْزَمْهَا، فَإِنَّ الْجَنَّةَ تَحْتَ رِجْلَيْهَا
Artinya: "Diriwayatkan dari Muawiyah bin Jahimah al-Salami, bahwa Jahimah mendatangi Nabi dan berkata: Ya Rasulullah, aku ingin pergi berperang dan aku datang untuk berkonsultasi denganmu. Beliau bertanya: Apakah engkau punya ibu? Beliau menjawab: Ya. Beliau berkata: Maka dekatilah dia, karena surga ada di bawah telapak kakinya." (HR. Annasai 6/11)
Darul Ifta Misriyah (8/230) menyatakan bahwa hadits ini terdapat dalam Ibnu Majah, Hakim, dan sebagian riwayat mengungkapkan dengan redaksi al jannatu tahta aqdamil ummahat (surga di bawah telapak kaki ibu).
Lantas bagaimana jika berbakti kepad ibu yang beragama non-Islam, apakah tetap berpotensi masuk surga? Menurut keterangan Darul Ifta Misriyah disebutkan:
وردت النصوص فى القرآن والسنة بالأمر ببر الوالدين، وتخصيص الأم، بزيادة فى ذلك، فإن برهما من أسباب دخول الجنة، والمراد بعبارة «الجنة تحت أقدام الأمهات» أن خدمة الأم خدمة خالصة، وعدم الأنفة أو التكبر عن أساء هذه الخدمة-حتى لو كانت الأم كافرة على ما جاء فى قوله تعالى ﴿وإن جاهداك على أن تشرك بى ما ليس لك به علم فلا تطعهما وصاحبهما فى الدنيا معروفا﴾ لقمان: ١٥.
Artinya: "Ayat-ayat dalam Al-Qur'an dan Sunnah memerintahkan berbakti kepada orang tua, khususnya kepada ibu, sebab berbakti kepada orang tua dapat menyebabkan masuk surga. Sedangkan maksud ungkapan "Surga di bawah kaki ibu" adalah berbakti kepada ibu adalah sebuah pengabdian yang tulus, dan tidak boleh merasa sombong atau angkuh dalam pengabdian tersebut, sekalipun ibu tersebut seorang yang kafir, sebagaimana firman Allah:
وَاِنْ جَاهَدٰكَ عَلٰٓى اَنْ تُشْرِكَ بِيْ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِى الدُّنْيَا مَعْرُوْفًاۖ وَّاتَّبِعْ سَبِيْلَ مَنْ اَنَابَ اِلَيَّۚ ثُمَّ اِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَاُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
Artinya: “Dan jika mereka berusaha untuk mengajakmu menyekutukan-Ku dengan sesuatu yang engaku tidak ada pengetahuan sedikit pun tentangnya, maka janganlah kamu ikuti mereka dan pergaulilah mereka di dunia dengan kebaikan yang sepantasnya.” (QS Luqman: 15)
Ayat ini dijelaskan dalam tafsir wajiz bahwa meskipun berbakti kepada kedua orang tua berada pada posisi utama, ia tidak bersifat mutlak. Jika keduanya atau salah satunya memaksamu secara sungguh-sungguh untuk mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, terlebih jika engkau tahu besarnya dosa syirik, maka janganlah engkau menaati keduanya.
Penjelasan ini semakin mengukuhkan kemuliaan seorang ibu dan wajib bagi seorang anak untuk berbakti kepada ibu, meskipun ibu itu non-Muslim. Apapun perintah ibu, seorang anak harus patuh kecuali perintah yang bertentangan dengan syariat Allah. Misalnya mengajak untuk maksiat atau mengikutinya untuk kafir. Jika memang terjadi seperti ini, seorang anak harus menolak, dan cara menolaknya tetap harus dengan menjunjung kesopanan. Tidak dengan cara membentak dan memusuhinya.
Dari sini juga dapat dipahami pula bahwa berbakti kepada ibu yang non-Muslim tetap menjadi penyebab seorang anak masuk surga, meski tidak semua ibu pasti masuk surga. Sebab syarat masuk surga adalah iman kepada Allah, sehingga ibu yang non-Islam tidak akan bisa masuk surga. Wallahu a'lam.
Editor: Muhammad Faizin


