Al-Qur’an memuat banyak istilah yang berkaitan dengan dunia tumbuhan, mencakup berbagai bagian seperti akar, batang, dahan, hingga ranting. Selain itu, Al-Qur'an juga menyinggung beragam jenis tanaman penghasil bahan pangan seperti biji-bijian, sayuran, buah-buahan, dan berbagai flora lainnya yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.
Menurut Jamaluddin Husein Mahran, terdapat tidak kurang dari 112 ayat di dalam 47 surat yang menyinggung tentang tanaman. Bahkan Sayyed Abdul Sattar al-Miliji menyatakan bahwa jika mencakup seluruh aspek terkait tumbuhan, jumlahnya mencapai sekitar 115 ayat.
Banyaknya perhatian Al-Qur’an terhadap tumbuhan menjadikan para ulama terdorong untuk mengkajinya sebagai bagian dari upaya mentadaburi ayat-ayat Allah. Apalagi, sekitar 90 persen bahan obat tradisional bersumber dari tanaman.
Sejarah peradaban Islam juga mencatat banyak ilmuwan besar yang fokus dalam bidang botani dan pengobatan herbal. Di antaranya adalah Ibnu Sina melalui karya monumentalnya Al-Qanun fi al-Thibb yang membahas berbagai tanaman obat.
Selain itu, dikenal pula tokoh seperti Daud al-Antakiy, Ibnu al-Baythar, dan al-Idrisi yang memiliki keahlian dalam kajian tumbuhan. Bahkan sebelum mereka, Abu Hanifah ad-Dainawari (w. 281 H) telah menggagas penelitian mendalam tentang tanaman dalam karyanya Kitab an-Nabat yang menjelaskan berbagai jenis flora dan manfaatnya untuk penyembuhan.
Ayat-ayat Al-Qur’an yang membahas tanaman tidak hanya menggambarkan karunia Allah yang harus disyukuri, tetapi juga menjadi bukti nyata kekuasaan-Nya dalam menciptakan dan menghidupkan kembali sesuatu yang mati.
Melalui fenomena tumbuhan yang tumbuh dari tanah gersang hingga menghasilkan buah dengan rasa yang berbeda-beda, manusia diajak untuk merenung dan mengakui kebesaran serta keesaan Allah.
Keberadaan tumbuhan membawa manfaat yang sangat luas bagi seluruh makhluk hidup di bumi, baik sebagai sumber makanan, obat, maupun tempat bergantungnya kehidupan ekologis. Karena itu, ayat-ayat tentang tumbuhan dalam Al-Qur’an merupakan pesan penting agar manusia memahami peran strategis tumbuhan dalam kehidupan dan menjaga kelestariannya.
Berikut ini 5 ayat yang berkaitan dengan hal tersebut sebagaimana dijelaskan dalam Tafsir Al-Qur’an Tematik: Pelestarian Lingkungan Hidup.
1. Tumbuhan sebagai sumber makanan
فَلْيَنْظُرِ الْاِنْسَانُ اِلٰى طَعَامِهٖٓ ۙ اَنَّا صَبَبْنَا الْمَاۤءَ صَبًّاۙ ثُمَّ شَقَقْنَا الْاَرْضَ شَقًّاۙ فَاَنْۢبَتْنَا فِيْهَا حَبًّاۙ وَّعِنَبًا وَّقَضْبًاۙ وَّزَيْتُوْنًا وَّنَخْلًاۙ وَّحَدَاۤىِٕقَ غُلْبًا وَفَاكِهَةً وَّاَبًّا مَتَاعًا لَّكُمْ وَلِاَنْعَامِكُمْۗ
Artinya: “Maka, hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya. Sesungguhnya Kami telah mencurahkan air (dari langit) dengan berlimpah. Kemudian, Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya. Lalu, Kami tumbuhkan padanya biji-bijian, anggur, sayur-sayuran, zaitun, pohon kurma, kebun-kebun (yang) rindang, buah-buahan, dan rerumputan. (Semua itu disediakan) untuk kesenanganmu dan hewan-hewan ternakmu.” (QS ‘Abasa: 24-32)
2. Tumbuhan sebagai obat-obatan
ثُمَّ كُلِيْ مِنْ كُلِّ الثَّمَرٰتِ فَاسْلُكِيْ سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًاۗ يَخْرُجُ مِنْۢ بُطُوْنِهَا شَرَابٌ مُّخْتَلِفٌ اَلْوَانُهٗ ۖفِيْهِ شِفَاۤءٌ لِّلنَّاسِۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
Artinya: “Kemudian, makanlah (wahai lebah) dari segala (macam) buah-buahan lalu tempuhlah jalan-jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).” Dari perutnya itu keluar minuman (madu) yang beraneka warnanya. Di dalamnya terdapat obat bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” (QS an-Nahl: 69)
3. Tumbuhan sebagai penghasil oksigen
ۨالَّذِيْ جَعَلَ لَكُمْ مِّنَ الشَّجَرِ الْاَخْضَرِ نَارًاۙ فَاِذَآ اَنْتُمْ مِّنْهُ تُوْقِدُوْنَ
Artinya: “(Dialah) yang menjadikan api untukmu dari kayu yang hijau. Kemudian, seketika itu kamu menyalakan (api) darinya.” (QS Yasin: 80)
4. Tetumbuhan dan pepohonan sebagai peresap air
وَاَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءًۢ بِقَدَرٍ فَاَسْكَنّٰهُ فِى الْاَرْضِۖ وَاِنَّا عَلٰى ذَهَابٍۢ بِهٖ لَقٰدِرُوْنَ ۚ
Artinya: “Kami turunkan air dari langit dengan suatu ukuran. Lalu, Kami jadikan air itu menetap di bumi dan sesungguhnya Kami Maha Kuasa melenyapkannya." (QS Al-Mu'minun: 18).
5. Menjaga Keseimbangan Alam
فَاَنْشَأْنَا لَكُمْ بِهٖ جَنّٰتٍ مِّنْ نَّخِيْلٍ وَّاَعْنَابٍۘ لَكُمْ فِيْهَا فَوَاكِهُ كَثِيْرَةٌ وَّمِنْهَا تَأْكُلُوْنَ ۙ
Artinya: “Lalu, dengan (air) itu Kami tumbuhkan untukmu kebun-kebun kurma dan anggur. Di sana kamu mendapatkan buah-buahan yang banyak dan dari sebagiannya itu kamu makan.” (QS Al-Mu'minun: 19).
Editor: Muhammad Faizin


