Dark
Light
Dark
Light

Dalil ‘Ngajak’ Liburan Tahun Baru, Rasulullah: Amal Terbaik setelah Ibadah Fardhu

Dalil ‘Ngajak’ Liburan Tahun Baru, Rasulullah: Amal Terbaik setelah Ibadah Fardhu

Arina.id ~ Pergantian tahun merupakan momentum untuk berkumpul dengan keluarga, utamanya mengajak mereka untuk berlibur; ada yang pelesir ke pantai, pegunungan, dan mengunjungi tempat wisata. Harapannya, kebersamaan dengan keluarga memasuki tahun baru akan menambah keharmonisan.

Liburan tahun baru identik dengan rehat sejenak untuk merasakan suasana pergantian tahun, dan ini menjadi sangat spesial sebab menyenangkan dan membahagiakan keluarga. Perbuatan menyenangkan hati keluarga disebutkan dalam hadis Nabi:

عَنِ ابْنِ عَبّاسٍ، أنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قالَ: إنَّ أحَبَّ الأعْمالِ إلى اللَّهِ بَعْدَ الفَرائِضِ إدْخالُ السُّرُورِ عَلى المُسْلِمِ

Artinya: Hadist riwayat Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah bersabda: Sesungguhnya amal yang paling disukai Allah setelah melaksanakan ibadah fardlu adalah menggembirakan orang Islam. (HR. Tabrani)

Hadist ini memberi pesan pentingnya menyenangkan hati saudara, sanak famili, karena akan menambah kerukunan, kebersamaan di antara saudara muslim. Tentunya harus sesuai aturan yang tidak melanggar syariat agama.

Dalam kitab Usfuriyah disebutkan:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا اَنَّهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَدْخَلَ عَلَى قَلْبِ أَخِيْهِ الْمُسْلِمُ فَرَحًا وَسُرُورًا فِي دَارِ الدُّنْيَا خَلَقَ اللَّهُ تَعَالَى مَلَكًا يَدْفَعُ عَنْهُ الْآفَاتِ فَإِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ جَاءَ مَعَهُ قَرِيْنًا فَإِذَا مَرَّ بِهِ هَوْلٌ يَفْزَعُهُ قَالَ لَا تَخَفْ فَيَقُوْلُ مَنْ أَنْتَ فَيَقُوْلُ أَنَا الْفَرَحُ وَالسُّرُوْرُ الَّذِي أَدْخَلْتَهُ عَلَى أَخِيْكَ الْمُسْلِمُ فِي دَارِ الدُّنْيَا

Artinya: “Barangsiapa yang memberikan kebahagiaan dan kegembiraan dalam hati saudaranya yang muslim saat di dunia, maka Allah akan menciptakan malaikat yang akan menolak seluruh musibah darinya. Ketika hari kiamat sudah tiba, maka ia akan menjadi sahabat sejatinya. Ketika terjadi sesuatu yang mengerikan, maka ia akan berkata : jangan takut! Lalu dia akan bertanya, siapakah engkau? Maka ia akan berkata lagi, aku adalah kebahagian dan kegembiraan, yang engkau berikan pada saudaramu yang muslim, waktu di dunia”.

Demikian pula dalam kitab Athiyyatul Haniyyah disebutkan:

مَنْ اَدْخَلَ عَلَى مُؤْمِنٍ سُرُوْرًا، خَلَقَ اللهُ مِنْ ذَلِكَ السُرُوْرِ سَبْعِيْنَ اَلْفَ مَلَكٍ، يَسْتَغْفِرُوْنَ لَهُ اِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

Artinya: “Barang siapa yang membahagiakan hati orang mukmin lain, maka Allah akan menciptakan 70.000 malaikat yang ditugaskan memintakan ampunan baginya sampai hari kiamat sebab ia telah membahagiakannya”.

Dari keterangan di atas, dapat dipahami bersama bahwa menyenangkan, menggembirakan keluarga atau sesama saudara muslim adalah upaya menjaga kebersamaan dan merajut keharmonisan. Terlebih dalam suasana liburan seperti saat liburan pergantian tahun, sangat tepat untuk mengajak mereka berlibur, mentraktir mereka makan malam, membakar ikan, jagung, minum teh atau kopi disertai percakapan yang lembut dan saling memotivasi dalam kegiatan positif untuk menyongsong tahun baru.


Editor: Muhammad Zunus
Al-Quran Digital

Syariah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo