Arina.id - Setiap manusia pasti pernah melakukan dosa dan kesalahan dalam hidupnya. Dalam ajaran Islam, hal ini diakui sebagai bagian dari sifat manusia yang lemah. Oleh karena itu, umat Islam diajarkan agar selalu bertobat dengan tulus, memohon ampunan kepada Allah, dan berusaha untuk meninggalkan semua dosa serta kesalahan yang telah diperbuat.
Di sisi lain, bagi orang yang telah bertobat terkadang ingin mengetahui apakah tobatnya itu diterima oleh Allah atau tidak? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Syekh Abdul Qadir Jailani dalam kitab Al-Ghunyah li Thâlibi Tharîqil Ḫaq [Beirut: Darul Kutub Ilmiyah, 1997] Juz I, halaman 266-267 menjelaskan, ada 4 ciri diterima tobatnya seseorang. Ciri tersebut adalah sebagaimana berikut:
1. Menjaga pergaulan
Ciri pertama diterimanya tobat seseorang dapat dilihat dari kemampuannya dalam menjaga pergaulan. Ketika seseorang bisa menjaga jarak dengan tukang maksiat dan memilih untuk bergaul dengan orang-orang saleh, maka kemungkinan besar tobatnya telah diterima oleh Allah.
Sering bergaul dengan orang-orang saleh bisa mendorong seseorang untuk istiqamah dalam beramal saleh dan meninggalkan maksiat. Sebagaimana diketahui, pergaulan yang baik bisa membentuk kepribadian yang baik dan pergaulan yang buruk bisa menghasilkan kepribadian yang buruk.
2. Berhenti melakukan dosa
Tobat yang diterima oleh Allah adalah tobat yang dilakukan dengan hati yang sungguh-sungguh dan tekad yang kuat untuk berhenti melakukan dosa. Kesungguhan ini bisa terlihat ketika orang yang bertobat itu mampu meninggalkan dosa dan berkomitmen dalam ketaatan kepada Allah.
Seseorang yang sudah bertobat, tidak mengulangi perbuatan dosa, dan istiqamah dalam beribadah, kemungkinan besar tobatnya tersebut telah diterima oleh Allah.
3. Ingat akhirat
Seseorang yang telah bertobat dan tobatnya itu diterima oleh Allah selalu berusaha untuk membuang kesenangan dunia dari hatinya. Sebaliknya, hatinya selalu merenung dan memikirkan bekal untuk kehidupan akhirat nanti. Kesedihan ini tumbuh karena ia menyadari bahwa hidup di dunia ini hanya sementara dan kehidupan akhirat itu kekal.
4. Fokus pada Allah
Ciri terakhir tobat yang diterima adalah ketika seorang hamba tidak lagi risau dengan sesuatu yang telah dijamin oleh Allah, dalam hal ini adalah rezeki. Sebaliknya, ia akan fokus kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya.
Ketika hal ini sudah hadir dalam hati seorang hamba, maka ia termasuk dalam kelompok yang disebutkan dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 222:
اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ
Artinya: “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.”
Itulah 4 ciri tobat yang diterimanya oleh Allah menurut Syekh Abdul Qadir Jailani. Ciri-ciri ini bisa dijadikan sebagai pedoman bagi umat Islam agar senantiasa bisa selalu istiqamah dalam melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya. Wallahu a‘lam.
Editor: Muhammad Faizin


