Arina.id - Bulan Ramadhan merupakan momentum istimewa bagi umat Islam. Pasalnya, pada bulan mulia ini terdapat ibadah puasa, sebuah amalan yang tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga sarat dengan hikmah dan manfaat yang luar biasa bagi kehidupan umat manusia, baik secara lahir maupun batin.
Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyah dalam kitab Zād al-Ma‘ād fī Hadyi Khair al-‘Ibād (Beirut, Muasasah Ar-Risalah: 1998, juz II, h. 28-30) menjelaskan, setidaknya ada 5 hikmah dan manfaat yang bisa dipetik pelajarannya dari kewajiban berpuasa, yakni sebagaimana berikut:
1. Meningkatkan Ketakwaan
Hikmah dan manfaat terbesar disyariatkannya puasa bagi umat Islam adalah sebagai sarana untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah. Hal ini sebagaimana termaktub dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 183:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."
2. Melemahkan Syahwat
Selain meningkatkan ketakwaan, tujuan lain disyariatkannya puasa adalah melemahkan kekuatan syahwat dalam diri manusia. Rasa haus dan lapar yang dialami selama berpuasa mempunyai peran besar dalam melemahkan gejolak syahwat. Ketika sudah demikian, seseorang bisa lebih mampu mengendalikan dirinya.
Rasulullah bersabda:
الصِّيَامُ جُنَّةٌ، فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَجْهَلْ، وَإِنِ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقُلْ: إِنِّي صَائِمٌ
Artinya: “Puasa merupakan perisai, janganlah kalian berucap kotor dan janganlah melakukan hal yang bodoh. Jika ada seseorang yang mengajak berkelahi atau mencaci maka hendaklah mengucapkan, ‘Saya sedang berpuasa’” (HR. Bukhari)
Selain itu, Nabi Muhammad pun menganjurkan puasa bagi orang yang belum mampu menikah, tujuannya adalah agar syahwatnya bisa lebih dikendalikan.
3. Menyehatkan Hati dan Anggota Tubuh
Hati adalah raja dalam tubuh manusia. Ketika hati sehat secara ruhani maka anggota tubuh pun akan ikut sehat. Dengan berpuasa, hati dan anggota tubuh akan terhindar dari pengaruh buruk yang datang dari rongrongan hawa nafsu.
Ketika seseorang terbiasa menahan diri dari berbagai keinginan duniawi, maka perilaku anggota tubuhnya akan lebih terkontrol. Hal ini akan menghindarkan seseorang dari berbagai perbuatan yang merusak dan merugikan diri sendiri.
4. Mempersempit Jalan Setan
Selain hawa nafsu, pihak yang terus menerus mengajak manusia untuk bermaksiat adalah setan. Menurut Ibnul Qayyim, jalan masuknya setan ke dalam diri manusia adalah melalui hawa nafsu. Maka dengan berpuasa, hawa nafsu bisa lebih terkendali dan jalan masuk setan ke dalam diri seorang Muslim pun akan dipersempit sehingga bisa terhindar dari godaan dan tipu dayanya.
5. Mengurangi Pengaruh Buruk
Puasa juga dapat membantu membersihkan berbagai unsur buruk dalam diri manusia yang dapat menghalangi kesehatan spiritual. Dengan berpuasa, kebiasaan yang tidak baik perlahan akan berkurang. Jika hal ini terus dilakukan, pada akhirnya seseorang akan meninggalkan hal-hal buruk yang sebenarnya secara manusiawi ia sukai.
Dengan demikian, puasa bisa memiliki sejumlah manfaat bagi seorang Muslim, yakni untuk meningkatkan ketakwaan, menundukkan syahwat, menjaga kesehatan hati dan anggota tubuh, mempersempit jalan masuk setan, serta membersihkan jiwa dari berbagai pengaruh buruk. Wallahu a’lam.
Editor: Muhammad Faizin


