Allah menciptakan makhluk di alam raya ini sebagai bukti akan kebesaranNya. Semua makhluk bersifat fana dan yang kekal hanya Allah saja.Titah yang harus dilaksanakan oleh makhluk adalah menyembah Allah dengan penuh ikhlas dan sadar diri. Penegasan ini dapat ditemukan dalam ayat:
وما خلقت الجن والانس الا ليعبدون
Artinya: "Dan tidak kuciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaku." (QS: Adzariyat: 56)
Ayat ini dalam Tafsir Qurtubi dijelaskan:
والمعنى : وما خلقت أهل السعادة من الجن والإنس إلا ليوحدون
Artinya: "Bahwa perintah beribadah itu maknanya Allah tidak menciptakan golongan yang beruntung dari unsur jin dan manusia, kecuali mereka diciptakan untuk bertauhid kepada Allah."
Pemaknaan Qurtubi ini sangat jelas bahwa beribadah kepada Allah sangat tepat bila diartikan bertauhid kepada Allah. Ini menjadi sangat esensial, sebab berkaitan dengan ketetapan hati atas keesaan Allah. Jika hati telah tunduk, maka seluruh angggota tubuh akan ikut patuh.
Selain itu, beribadah bukan dipahami sebagai melaksanakan perintah Allah saja, tanpa disertai ketundukan hati, akan tetapi memahaminya lebih dari itu, yakni bentuk pengakuan hati dan kesadaran diri seorang hamba atas keesaan Allah.
Tengok saja, betapa banyak orang yang beribadah, seperti sholat, puasa tapi tidak berdampak positif pada kehidupannya. Bahkan tidak jarang mereka dengan sadar tetap melakukan perbuatan dzalim, mungkar, maksiat, dan lain sebagainya. Padahal mereka melakukan ibadah setiap hari dan setiap waktu.
Dalam surat Al-Ankabut ayat 45 disebutkan:
اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ
Artinya: "Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Qur'an dan dirikanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (sholat) adalah lebih besar keutamaannya daripada ibadah yang lain. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan."
Kualitas sholat itu sangat penting diperhatikan sebab mengandung dua hikmah, yaitu dapat menjadi pencegah diri dari perbuatan keji dan perbuatan mungkar.
Maksudnya sholat yang berkualitas bagus dapat menjadi pengekang diri bagi seseorang dari kebiasaan melakukan kedua perbuatan tersebut. Sekaligus mendorong seseorang untuk menghindarinya.
Di dalam sebuah hadits melalui riwayat Imran dan Ibnu Abbas secara marfu' disebutkan:
مَنْ لَمْ تَنْهَهُ صَلَاتُهُ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ، لَمْ تَزِدْهُ مِنَ اللَّهِ إِلَّا بُعْدًا
Artinya: "Barang siapa yang ibadah sholatnya masih belum dapat mencegah dirinya dari perbuatan keji dan mungkar, maka tiada lain ia makin bertambah jauh dari Allah."
Hadits ini sebagai penegas bahwa kualitas ibadah sholat seseorang menjadi cermin prilaku kehidupannya: Jika tetap melakukan maksiat dan kemungkaran, maka kualitas ibadah sholatnya masih rendah. Jika tidak melakukan maksiat, maka kualitasnya bagus.
Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa seseorang yang beribadah tidak akan menjamin dirinya dapat menghentikan perbuatan buruknya selama dia sendiri tidak meningkatkan kualitas ibadahnya dengan cara tunduk kepada Allah, bertauhid kepada Allah, khusyuk, merasa hina di hadapan Allah.
Tentu ini menjadi peringatan penting bagi makhluk dari kalangan manusia dan jin untuk benar-benar memperhatikan kualitas ibadahnya.
Editor: Muhammad Faizin


