Dark
Light
Dark
Light

Tata Cara Melaksanakan Sholat Wajib 5 Waktu, Lengkap dengan Bacaannya

Tata Cara Melaksanakan Sholat Wajib 5 Waktu, Lengkap dengan Bacaannya

Arina.id - Salah satu kewajiban yang harus dilakukan oleh umat Islam adalah melaksanakan sholat 5 waktu dalam satu hari satu malam. Ibadah harian setiap muslim ini merupakan tiang agama dan menjadi penanda utama dalam ketaatan seorang hamba kepada Tuhannya.

Imam An-Nawawi dalam kitab Majmu Syarah al-Muhadzab (KSA, Maktabah Al-Irsyad:III/3) mengutip hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Thalhah bin Ubaidullah, ia berkata: “Seorang laki-laki penduduk Najd menghadap kepada Rasulullah SAW dengan rambutnya kusut. Kami mendengar suaranya, tetapi kami tidak mengerti perkataannya, hingga ia mendekat. Ternyata ia bertanya tentang Islam.” 

Rasulullah SAW kemudian bersabda:

خَمْسُ صَلَوَاتٍ كَتَبَهُنَّ اللّٰهُ عَلَيْكَ فِي الْيَوْمِ وَاللَّيْلَةِ. قَالَ: هَلْ عَلَيَّ غَيْرُهُنَّ؟ قَالَ: لَا، إِلَّا أَنْ تَطَوَّعَ 

Artinya: “Lima sholat telah diwajibkan oleh Allah SWT kepadamu dalam sehari semalam. Ia bertanya: Adakah selain itu terhadapku? Rasulullah SAW bersabda: Tidak, kecuali engkau suka mengerjakan sholat sunnah.”

Mengingat hal tersebut, setiap umat Islam wajib mengetahui tata cara melaksanakan sholat 5 waktu. Berikut ini adalah tata cara melaksanakan sholat 5 waktu berikut bacaannya:

1. Takbiratul Ihram

Takbiratul Ihram menjadi penanda dimulainya sholat dengan membaca: 

 اللهُ أكْبَرُ

Allâhu Akbar

Artinya, "Allah maha besar." 

2. Niat

Niat sholat dilaksanakan berbarengan dengan takbiratul ihram. Bacaan niat setiap sholat berbeda sebagaimana tercantum di bagian akhir.

3. Berdiri

Bagi orang yang mampu secara fisik, melaksanakan sholat wajib harus dilakukan sambil berdiri tegak. Sebaliknya, orang yang fisiknya lemah atau dalam keadaan sakit tidak diwajibkan berdiri.

4. Membaca Al-Fatihah

Setiap muslim yang melaksanakan sholat harus membaca surat Al-Fatihah. Bagi orang yang tidak hafal sama sekali dan belum sempat belajar tentu ada keringanan, yaitu menggantinya dengan  membaca ayat-ayat lain dalam Al-Qur’an atau zikir yang dihafal. 

5. Ruku

Setelah selesai membaca surat Al-Fatihah, selanjutnya melakukan ruku, yaitu membungkukkan badan dengan tangan diletakkan di lutut sambil melafalkan bacaan  ini sebanyak 3 kali: 

 سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ 

Subḫana rabbiyal ‘adhîmi wa biḫamdihi

Artinya, "Maha Suci Tuhanku yang maha Agung dan Maha Terpuji." 

6. I'tidal

I'tidal adalah gerakan berdiri tegak kembali setelah ruku dan melafalkan doa ini sebanyak 3 kali:

 سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ 

Sami‘allâhu liman ḫâmidah

Artinya, "Allah mendengar (pujian) orang yang memuji-Nya." 

7. Sujud

Setelah selesai i’tidal, gerakan selanjutnya adalah sujud dengan menempelkan dahi, hidung, kedua telapak tangan, lutut, dan ujung jari kaki ke lantai sambil membaca doa ini sebanyak 3 kali: 

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ 

Subḫâna rabbiyal ‘adhîmi wa biḫamdihi

Artinya, "Maha Suci Tuhanku yang Maha Tinggi dan segala puji hanya bagi-Nya." 

8. Duduk di antara dua sujud 

Usai sujud, selanjutnya melakukan duduk kemudian sujud kembali. Saat duduk di antara dua sujud ini, hendaknya membaca:

 رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ 

Rabbi ighfir lî warḫamnî wajburnî wa-rfa‘nî warzuqnî wahdinî wa ‘âfinî wa‘fu ‘annî."

Artinya: “Ya Tuhanku, ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupilah aku, angkat derajatku, berilah aku rezeki, tunjukilah aku, sehatkanlah aku, dan maafkanlah aku."

9. Thuma'ninah 

Thuma'ninah adalah berhenti sejenak dalam setiap gerakan sholat, tepatnya di urutan 5 sampai 8. 

10. Tasyahud Akhir 

Tasyahud atau sering disebut juga tahiyat akhir merupakan bagian dari bacaan dalam sholat yang dibaca sebelum salam. Pada saat membaca tasyahud akhir, posisi duduk adalah duduk tawarruk, yaitu dengan menegakkan kaki kanan dan menekuk kaki kiri ke bawah tubuh, sementara pantat diletakkan di atas lantai. Berikut adalah bacaan tasyahud akhir:

 التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلّٰهِ السَّلَامُ عَلَيْك أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللّٰهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللّٰهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِ نَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِ نَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِ نَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِ نَا إِبْرَاهِيمَ، وَ بَارِكْ عَلٰى سَيِّدِ نَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِ نَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِ نَا إِبْرَاهِيمَ، وَعَلٰى آلِ سَيِّدِ نَا إِبْرَاهِيمَ، فِى الْعَا لَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ 

At-taḫiyyâtul mubârakâtus shalawâtut thayyibâtu lillâh, as-salâmu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullâhi wa barakâtuh, as-salâmu ‘alainâ wa ‘alâ ‘ibâdillâhis shâliḫîn, asyhadu allâ ilâha illallâh, wa asyhadu anna Muḫammadan rasûlullâh, allâhumma shalli ‘alâ sayyidinâ Muḫammad wa ‘alâ âli Muḫammad, kamâ shallaita ‘alâ sayyidinâ Ibrâhîm wa ‘alâ âli sayyidinâ Ibrâhîm, wa bârik ‘alâ Muḫammad wa ‘alâ âli sayyidinâ Muḫammad, kamâ bârakta ‘alâ sayyidinâ Ibrâhîm wa ‘alâ âli sayyidinâ Ibrâhîm, fil ‘âlamîna innaka ḫamîdun majîd. 
  
Artinya: “Segala penghormatan, keberkahan, shalawat, dan kebaikan adalah milik Allah. Keselamatan atasmu, wahai Nabi, beserta rahmat Allah dan keberkahan-Nya. Keselamatan atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan kepada keluarga junjungan kami Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan shalawat kepada junjungan kami Nabi Ibrahim dan kepada keluarga junjungan kami Nabi Ibrahim. Dan limpahkanlah keberkahan kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan kepada keluarga junjungan kami Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada junjungan kami Nabi Ibrahim dan kepada keluarga junjungan kami Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia di seluruh alam.” 

11. Salam  

Rangkaian gerakan sholat ditutup dengan salam dan menolehkan wajah ke kanan dan kiri sambil mengucapkan:

 السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

Assalâmu ‘alaikum wa raḥmatullâh 

Artinya, "Semoga Allah melimpahkan keselamatan, rahmat."

12. Tertib

Semua rukun sholat harus dilakukan secara berurutan. Jika melangkahi salah satu atau membalikkan urutan, maka sholatnya dianggap tidak sah.

Bacaan Niat Sholat 5 waktu

Niat sholat merupakan syarat sahnya sholat yang dilakukan dalam hati dan berbarengan dengan takbiratul ihram. Sebagian ulama membolehkan mengucapkannya sebagai penguat hati sebelum memulai sholat. Berikut ini adalah bacaan niat sholat 5 waktu:

1. Bacaan Niat Sholat Zuhur

 اُصَلِّيْ فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى 

Ushallî fardlad dhuhri arba‘a rak‘âtin mustaqbilal qiblatî adâ’an lillâhi ta‘âlâ

Artinya: “Aku berniat sholat fardhu Dzuhur empat rakaat menghadap kiblat, karena Allah Ta'ala.”

2. Bacaan Niat Sholat Ashar 

    أُصَلِّى فَرْضَ العَصْرِأَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى 

Ushallî fardlal ‘ashri arba‘a rak‘âtin mustaqbilal qiblatî adâ’an lillâhi ta‘âlâ

Artinya: “Aku berniat sholat fardhu Ashar empat rakaat menghadap kiblat, karena Allah Ta'ala.”

3. Bacaan Niat Sholat Maghrib

    أُصَلِّى فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَ 

Ushallî fardlal maghribi tsalâtsa rak‘âtin mustaqbilal qiblatî adâ’an lillâhi ta‘âlâ

Artinya: “Aku berniat sholat fardhu Maghrib tiga rakaat menghadap kiblat, karena Allah Ta'ala.”

4. Bacaan Niat Sholat Isya'

   أُصَلِّى فَرْضَ العِشَاء ِأَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى 

Ushallî fardlal ‘isyâ’i arba‘a rak‘âtin mustaqbilal qiblatî adâ’an lillâhi ta‘âlâ

Artinya: “Aku berniat sholat fardhu Isya empat rakaat menghadap kiblat, karena Allah Ta'ala.”

5. Bacaan Niat Sholat Subuh

أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى

Ushallî fardla aṣ-ṣubḥi rak‘atayni mustaqbila al-qiblatî adâ’an lillâhi ta‘âlâ

Artinya: “Aku berniat sholat fardhu Subuh dua rakaat menghadap kiblat, karena Allah Ta'ala.”

Demikian tata cara melaksanakan sholat lima waktu beserta bacaannya. Sholat lima waktu adalah kewajiban utama bagi setiap muslim sebagai bentuk ketaatan dan penghambaan kepada Allah Swt. Melaksanakannya dengan tertib, khusyuk, serta memahami setiap gerakan dan bacaannya akan membawa ketenangan jiwa dan keberkahan hidup.


Editor: Aiz Luthfi
Al-Quran Digital

Syariah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo