Dark
Light
Dark
Light

Hukum Mengubah-ubah Ayat Qur’an Seperti yang Dilakukan Yai Mim

Hukum Mengubah-ubah Ayat Qur’an Seperti yang Dilakukan Yai Mim

Arina.id - Selain perseteruan Muhammad Imam Muslimin yang biasa dipanggil Yai Mim dengan Nurul Sahara, kini ia dituduh melakukan dugaan penistaan agama. Hal ini dilakukannya saat sedang melakukan siaran langsung di kanal YouTube pribadinya pada Jumat (5/12/2025).

Ia dilaporkan oleh Aliansi Literasi Akademisi Muslim (ALAM) kepada Polresta Kota Malang pada Selasa (16/12/2025) atas kasus dugaan penodaan agama. Tagar #saveyasin mulai bermunculan di sosial media khususnya TikTok setelah video Yai Mim yang merubah beberapa kata dalam ayat surat Yasin viral.

Ia memelesetkan ayat kelima surat Yasin yakni: تَنْزِيْلَ الْعَزِيْزِ الرَّحِيْمِۙ  Yang artinya: "(sebagai wahyu) yang diturunkan oleh (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang" menjadi "Tanzilal Azizil “Tewel” dan mengulanginya selama tiga kali.

Tidak hanya ayat itu, kata “tewel” juga digunakannya untuk mengganti kata اكثرهم dalam ayat berikut:

لَقَدْ حَقَّ الْقَوْلُ عَلٰٓى اَكْثَرِهِمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُوْنَ 

Artinya: "Sungguh, benar-benar berlaku perkataan (ketetapan takdir) terhadap kebanyakan mereka, maka mereka tidak akan beriman."

Dia juga merubah kalimat فهم مقمحون dengan “period moncrot” dalam ayat berikut:

اِنَّا جَعَلْنَا فِيْٓ اَعْنَاقِهِمْ اَغْلٰلًا فَهِيَ اِلَى الْاَذْقَانِ فَهُمْ مُّقْمَحُوْنَ 

Artinya: "Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu (tangan mereka yang terbelenggu diangkat) ke dagu, karena itu mereka tertengadah."

Masyarakat menduga bahwa tujuan Yai Mim merubah bacaan itu adalah untuk menghina Sahara. Pasalnya saat kata “tewel” diucapkan berbarengan dengan munculnya Sahara yang divideokan Yai Mim dari jauh. Ia juga sering melecehkan Sahara secara verbal dengan menyebutnya sebagai “bodi tewel.”

Perlu diketahui bahwa Allah SWT sangat menjaga keautentikan Al-Qur’an. Allah menegaskannya dalam surat al-Hijr ayat 9 sebagai berikut:

اِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَاِنَّا لَه لَحٰفِظُوْنَ 

Artinya: "Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya."

Ayat tersebut menunjukkan bahwa Allah menjaga Al-Qur’an dari perubahan, penambahan, dan pengurangan hingga hari kiamat, sebagaimana banyak ditafsirkan oleh para pakar tafsir. Merubah redaksi Al-Qur’an berarti merubah keautentikan Al-Qur’an yang selama ini Allah jaga. Ini tentunya sangat diharamkan. 

Merubah makna ayat Al-Qur’an dengan tidak membacanya dengan tajwid adalah haram. Apalagi sengaja membacanya dengan mengganti redaksinya yang sungguh tidak ada keraguan bahwa hal itu adalah sangat diharamkan.

Dalam Al-Mausu’ah al-Fiqhiyah al-Kuwaitiyah [vol. 35, hlm. 214] mencatat sebagai berikut:

القرآن كلام الله المعجز المنزل على رسول الله صلى الله عليه وسلم المنقول بالتواتر، فيحرم تعمد اللحن فيه، سواء أغير المعنى أم لم يغير، لأن ألفاظه توقيفية نقلت إلينا بالتواتر، فلا يجوز تغيير لفظ منه بتغيير الإعراب أو بتغيير حروفه بوضع حرف مكان آخر. ولأن في تعمد اللحن عبثا بكلام الله، واستهزاء بآياته، وهو كفر بواح

Artinya: "Al-Qur’an adalah kalamullah yang diturunkan kepada Rasulullah yang diriwayatkan dengan mutawatir, maka haram sengaja membacanya dengan lahn (kesalahan bacaan yang menyebabkan kesalahan makna), baik merubah makna atau tidak, sebab lafadznya tauqifi (dari Allah) yang diriwayatkan kepada kita dengan mutawatir. Maka tidak boleh merubah lafadz dengan merubah i’rab atau dengan merubah huruf-hurufnya dengan meletakkan huruf di tempat lain. Begitu juga sebab sesungguhnya sengaja membaca lahn merupakan bentuk penghinaan kepada kalam Allah dan ayat-Nya, dan ini adalah kekufuran yang nyata."

Poin terakhir catatan ini bisa saja menjadi catatan fatal bagi Yai Mim jika dia tidak bertobat. Siapapun yang jeli akan kasus dalam videonya tersebut secara eksplisit memahami bahwa dia sengaja menghina Sahara dengan bacaan surat Yasin yang diganti redaksinya dengan “tewel.” 

Ia mungkin bisa berkelit ketika mengklarifikasi terkait kata “tewel” dengan mengatakan bahwa bacaannya tersebut tidak merupakan bentuk merendahkan Al-Qur’an. Dia berkelit bahwa tewel adalah termasuk tumbuhan yang mulia dan bermanfaat. Akan tetapi, konteks “tewel” yang dia ucapkan dalam bacaan surat Yasin itu merupakan kata hinaan yang biasa dia lontarkan kepada Sahara. Perbuatan ini diulang-ulang hingga tiga kali dan tentunya dilakukan dengan dalam keadaan sadar.

Dia bisa saja berkelit terkait kata “tewel” agar tak dituduh menistakan ayat Al-Qur’an. Tetapi dia tidak akan bisa berkelit bahkan tidak ada alibi yang bisa menyelamatkannya terkait kata “period moncrot” yang juga menjadi plesetannya dalam bacaan surat Yasin yang dia baca sebagaimana dalam kasus ini. Wallahu a'lam.


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Syariah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo