Arina.id - Malam Nisfu Sya’ban merupakan salah satu malam yang penuh keberkahan dalam kalender Islam. Berdasarkan kalender Lembaga Falakiyah (LF) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), awal bulan Sya’ban 1446 H jatuh pada Jumat, 31 Januari 2025. Dengan demikian, malam Nisfu Sya’ban tahun ini jatuh pada Kamis petang (malam Jumat), 13 Februari 2025, setelah waktu Maghrib.
Sejatinya, pada malam Nisfu Sya’ban, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, salah satunya dengan membaca Surat Yasin. Amalan ini telah dijelaskan oleh Syekh Abdul Hamid Kudus dalam kitab Kanzun Najah wa Surur, yang menyebutkan bahwa membaca Surat Yasin akan mendapatkan keutamaan dan keberkahan.
Tata Cara Membaca Surat Yasin
Menurut Syekh Abdul Hamid Kudus, pada malam Nisfu Sya’ban, Surat Yasin dibaca sebanyak tiga kali setelah sholat Maghrib dengan niat yang berbeda-beda. Adapun niat yang dianjurkan dalam pembacaan Surat Yasin, sebagai berikut:
- Bacaan Yasin pertama diniatkan untuk memohon panjang umur dalam ketaatan kepada Allah.
- Bacaan Yasin kedua diniatkan untuk selamat dan jauh dari bala.
- Bacaan Yasin ketiga diniatkan untuk tidak bergantung kepada manusia.
Simak penjelasan berikut:
وكيفيته: تقرأ أولاً قبل ذلك الدعاء بعد صلاة المغرب سورة يس (ثلاثا) الأولى بنية طول العمر، والثانية بنية دفع البلاء، والثالثة بنية الاستغناء عن الناس
Artinya: "Dan caranya adalah: terlebih dahulu membaca Surat Yasin sebanyak tiga kali setelah sholat Maghrib sebelum membaca doa. Bacaan pertama dengan niat memohon umur yang panjang, bacaan kedua dengan niat memohon dijauhkan dari bala (musibah), dan bacaan ketiga dengan niat agar tidak bergantung kepada manusia." [Syekh Abdul Hamid, Kanzun Najah, [Beirut: Darul Jawi, 2009], halaman 158].
Membaca Doa Yasin
Setelah membaca Surat Yasin, kata Syekh Abdul Hamid Kudus, dianjurkan untuk melanjutkannya dengan doa khusus yang berisi permohonan kebaikan di dunia dan akhirat. Salah satu faedah dari doa ini adalah memperluas rezeki bagi orang yang membacanya dengan penuh keikhlasan dan keyakinan kepada Allah. Sejatinya, doa ini dapat membuka pintu-pintu rezeki, menghindarkan dari kesulitan finansial, dan membawa ketenangan hati bagi yang membacanya.
Berikut doanya:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ تَعْلَمُ سِرِّي وَعَلَانِيَتِي فَاقْبَلْ مَعْذِرَتِي، وَتَعْلَمُ حَاجَتِي فَأَعْطِنِي سُؤْلِي، وَتَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي ذَنْبِي. اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ إِيمَانًا يُبَاشِرُ قَلْبِي، وَيَقِينًا صَادِقًا حَتَّى أَعْلَمَ أَنَّهُ لَا يُصِيبُنِي إِلَّا مَا كَتَبْتَ لِي، وَرَضِّنِي بِقَضَائِكَ.
Allahumma innaka ta‘lamu sirri wa ‘alaniyati faqbal ma‘dzirati, wa ta‘lamu hajatī fa‘a‘thinī su’lī, wa ta‘lamu ma fī nafsī faghfir lī dzanbī. Allahumma innī as’aluka īmānan yubāsyiru qalbī, wa yaqīnan shādiqan hattā a‘lama annahu lā yushībunī illā mā katabta lī, wa radhdhinī biqadhā’ika.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui rahasiaku dan apa yang aku tampakkan, maka terimalah alasanku. Engkau mengetahui kebutuhanku, maka kabulkanlah permohonanku. Engkau mengetahui apa yang ada dalam jiwaku, maka ampunilah dosaku.Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu keimanan yang meresap dalam hatiku, dan keyakinan yang benar hingga aku mengetahui bahwa tidak ada yang menimpaku kecuali apa yang telah Engkau tetapkan untukku. Dan jadikanlah aku ridha terhadap ketetapan-Mu.”
Kemudian dilanjutkan dengan membaca doa berikut:
اَللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَاقْتِتَارَ رِزْقِيْ، وَاكْتُبْنِيْ عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ "يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ. إِلٰهِي بِالتَّجَلِّي الْأَعْظَمِ، فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ الْمُكَرَّمِ، الَّتِي يُفْرَقُ فِيهَا كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ وَيُبْرَمُ، أَسْأَلُكَ أَنْ تَكْشِفَ عَنَّا مِنَ الْبَلَاءِ مَا نَعْلَمُ وَمَا لَا نَعْلَمُ، وَمَا أَنْتَ بِهِ أَعْلَمُ، إِنَّكَ أَنْتَ الْأَعَزُّ الْأَكْرَمُ، وَصَلَّى اللَّهُ تَعَالَىٰ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Allâhumma yâ dzal manni wa lâ yumannu ‘alaik, yâ dzal jalâli wal ikrâm, yâ dzat thawli wal in‘âm, lâ ilâha illâ anta zhahral lâjîn wa jâral mustajîrîn wa ma’manal khâ’ifîn. Allâhumma in kunta katabtanî ‘indaka fî ummil kitâbi syaqiyyan aw mahrûman aw muqtarran ‘alayya fir rizqi, famhullâhumma fî ummil kitâbi syaqâwatî wa hirmânî waqtitâra rizqî, waktubnî ‘indaka sa‘îdan marzûqan muwaffaqan lil khairât. Fa innaka qulta wa qawlukal haqqu fî kitâbikal munzal ‘alâ lisâni nabiyyikal mursal, “yamhullâhu mâ yasyâ’u wa yutsbitu, wa ‘indahû ummul kitâb”. Ilâhî bit-tajallîl a‘zam, fî laylatin-nisfi min Sya‘bânal-mukarram, allatî yufraqu fîhâ kullu amrin hakîmin wa yubram, as’aluka an taksyifa ‘annâ minal-balâ’i mâ na‘lamu wa mâ lâ na‘lamu, wa mâ anta bihi a‘lamu, innaka antal-a‘azzul-akram, wa shallallâhu ta‘âlâ ‘alâ sayyidinâ Muhammadin wa ‘alâ âlihi wa shahbihi wa sallama.
Artinya: "Semoga shalawat Allah tercurah kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, beserta keluarga dan sahabatnya, serta salam sejahtera. Ya Allah, wahai Dzat yang Maha Pemberi nikmat, yang tidak ada seorang pun dapat memberi nikmat kepada-Nya. Wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan. Wahai Dzat yang memiliki anugerah dan karunia. Tidak ada Tuhan selain Engkau, tempat berlindung bagi orang-orang yang mencari perlindungan, pelindung bagi mereka yang meminta perlindungan, dan tempat aman bagi orang-orang yang merasa takut. Ya Allah, jika Engkau telah menetapkan diriku dalam Lauh Mahfuzh sebagai orang yang celaka, terhalang dari rahmat-Mu, terusir, atau mengalami kesempitan rezeki, maka dengan karunia-Mu, hapuslah ketetapan celaka, keterhalangan, pengusiran, dan kesempitan rezekiku. Tetapkanlah aku dalam Lauh Mahfuzh sebagai orang yang berbahagia, diberi rezeki, dan diberi taufik untuk melakukan kebaikan. Sungguh, Engkau telah berfirman—dan firman-Mu adalah kebenaran—di dalam Kitab-Mu yang diturunkan melalui lisan Nabi-Mu yang diutus: “Allah menghapus dan menetapkan apa yang Dia kehendaki, dan di sisi-Nya terdapat Ummul Kitab (Lauh Mahfuzh).” (QS. Ar-Ra’d: 39) Wahai Tuhanku, dengan keagungan tajalli-Mu yang terbesar, pada malam Nisfu Sya’ban yang penuh kemuliaan, malam di mana ditentukan segala urusan dengan penuh hikmah dan ketetapan, aku memohon kepada-Mu agar Engkau mengangkat segala bala dan musibah dari kami, baik yang kami ketahui maupun yang tidak kami ketahui, serta yang Engkau lebih mengetahui dari kami. Sungguh, Engkaulah Dzat yang Maha Perkasa dan Maha Mulia. Semoga shalawat dan salam selalu tercurah kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, beserta keluarga dan sahabatnya."
Demikianlah tata cara membaca Surat Yasin pada malam Nisfu Sya’ban menurut KH. Abdul Hamid Kudus. Semoga Allah memberikan keberkahan dan mengabulkan segala doa kita. Amin. Wallahu a'lam bish shawab.
Editor: Muhammad Faizin


