Arina.id- Tidak terasa lagi, bulan suci Ramadan akan segera tiba. Pada bulan tersebut, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah agar meraih pahala semelimpah mungkin. Namun, penting ditegaskan bahwa untuk meraih keutamaan Ramadan, kita juga bisa melakukan sejumlah amalan sebelum bulan ini tiba. Berikut 3 amalan yang bisa dilakukan dalam rangka menyambut bulan Ramadan.
Membaca Doa Awal Bulan
Permulaan waktu merupakan momen penting untuk menata niat dan tekad. Oleh karena itu dalam Islam, kita dianjurkan untuk membaca doa setiap awal bulan. Amalan ini merupakan sunnah Rasul yang dianjurkan kepada umatnya. Terlebih saat Ramadan, anjuran membaca doa ini semakin kuat dan nilai pahalanya lebih besar. Imam Nawawi dalam Al-Adzkār mengutip doa awal bulan sebagai berikut dari hadits riwayat Imam Tirmidzi:
اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ وَالسَّلَامِ وَالْإِسْلَامِ، وَالتَّوْفِيقِ لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى، رَبُّنَا وَرَبُّكَ اللَّهُ.
Allāhu akbar, allaahumma ahillahū ‘alainā bil amni wal īmāni was salāmi wal islāmi wat taufīqi li mā tuḥibbu wa tardhā. Wa rabbunā wa rabbukallāhu.
Artinya: “Allah maha besar. Ya Allah, semoga bulan ini membawa keimanan, keselamatan, keislaman, petunjuk bagi amal yang Kau suka dan restui. Tuhan kami dan Tuhanmu adalah Allah.”
Kita juga bisa membaca doa yang dikutip Imam Nawawi dari hadits riwayat Abu Dawud berikut:
هِلَالُ خَيْرٍ وَرُشْدٍ، هِلَالُ خَيْرٍ وَرُشْدٍ، هِلَالُ خَيْرٍ وَرُشْدٍ، آمَنْتُ بِالَّذِي خَلَقَكَ، الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَاءَ بِالشَّهْرِ وَذَهَبَ بِالشَّهْرِ.
Hilālu khairin wa rusydin, hilālu khairin wa rusydin, hilālu khairin wa rusydin. Āmantu billadzī khalaqaka. Alhamdulillāhilladzī ja’a bisy syahri wa dzahaba bisy syahri.
Artinya: "Awal bulan yang penuh kebaikan dan petunjuk (3X). Aku beriman kepada Allah yang telah menciptakanmu. Segala puji bagi Allah yang telah mendatangkan bulan dan menghilangkan bulan."
Ath-Thibi, sebagaimana dikutip Al-Munawi dalam Faidhul Qadir, menjelaskan bahwa doa awal bulan yang diajarkan Rasulullah mengandung hikmah mendalam, khususnya dalam permohonan penguatan Islam dan iman. Sebab, iman dan Islam merupakan anugerah terbesar yang diberikan Allah kepada hamba-Nya. Dengan iman yang kokoh dan keislaman yang kuat, seseorang akan menjalani kehidupan dengan petunjuk yang benar serta mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Nikmat Islam dan iman tidak tertandingi oleh nikmat lain, karena keduanya menentukan nasib manusia setelah kehidupan dunia. Harta, kedudukan, dan kesehatan bersifat sementara, tetapi iman dan Islam membawa keselamatan abadi. Oleh karena itu, memohon kepada Allah agar tetap teguh dalam Islam dan iman menjadi bagian penting dalam kehidupan seorang Muslim. (Al-Munawi, 2018: juz 5, h. 165)
Menunjukkan Rasa Gembira dan Penuh Syukur
Ramadan merupakan bulan penuh berkah. Betapa tidak? Setiap ibadah dilipatgandakan pahalanya, pintu ampunan dibuka seluas-luasnya, rahmat Allah diturunkan sebanyak-banyaknya, dan masih banyak lagi. Oleh karena itu, sebagai umat Islam kita dianjurkan untuk menunjukkan rasa gembira dan penuh syukur (tahni’ah) ketika bulan mulia ini tiba.
Menurut sebagian ulama, dasar bergembira dan bersyukur atas kehadiran Ramadan ini adalah sabda Rasulullah berikut:
قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ، شَهْرٌ مُبَارَكٌ، فَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ، تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ، وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ، وَتُغَلُّ فِيهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِينِ، فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ.
Artinya: "Telah datang kepadamu bulan Ramadan, bulan yang diberkahi. Allah telah mewajibkanmu berpuasa di bulan ini. Pintu-pintu langit dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, setan-setan pun dibelenggu. Pada bulan ini terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dibanding seribu bulan. Siapa yang tidak memperoleh kebajikan di malam itu, maka ia tidak meraih kebaikan apa pun." (HR An-Nasa’i).
Ungkapan kebahagiaan dalam menyambut datangnya bulan Ramadan dalam bahasa Arab disebut tahni’ah. Para ulama menganggap sikap ini sebagai sesuatu yang diperbolehkan. Hal ini ditegaskan oleh Syekh Sulaiman al-Jamal yang mengutip pandangan Ibnu Hajar dalam Hasyiyatul Jamāl. (Al-Jamal, 2013: juz 3, h. 70).
Mengajak Orang Lain Berbuat Baik
Agar penyambutan Ramadan semakin menunjukkan syiarnya, kita juga dianjurkan untuk memberitahu dan mengajak orang lain turut serta menyambutnya dengan semangat spiritual dan sosial yang tinggi. Di era digital seperti hari ini, tentu mudah bagi kita untuk melakukannya. Dengan perantara media sosial, kita bisa mengingatkan sesama Muslim untuk tidak lupa membaca doa awal bulan saat tanggal satu Ramadan. Kita juga bisa meramaikan medsos dengan ajakan gembira dan penuh syukur menyambut bulan mulia.
Dengan mengajak banyak orang, insya Allah kita akan lebih banyak memperoleh pahala. Sebab, setiap orang yang melakukan kebaikan karena ajakan kita, maka kita pun akan ikut mendapatkan pahala dari kebaikan yang dilakukan orang tersebut. Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ سَنَّ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَ أَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. وَ مَنْ سَنَّ سُنَّةً سَيِّئَةً فَعَلَيْهِ وِزْرُهَا وَ وِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. (رواه البخارى و مسلم)
Artinya: “Barang siapa yang mencontohkan suatu sunnah (perbuatan) yang baik, maka ia akan memperoleh pahalanya dan pahala orang yang mengamalkannya hingga Hari Kiamat. Dan barang siapa yang mencontohkan suatu sunnah yang buruk, maka ia akan menanggung dosanya dan dosa orang yang mengamalkannya hingga Hari Kiamat." (HR. Bukhari & Muslim).
Mari kita sambut Ramadan tahun ini dengan semangat spiritual dan sosial yang tinggi. Kita tidak hanya menyambut kedatangan bulan mulia ini dengan amalan atau ibadah individu, tetapi juga mengajak orang lain untuk melakukan amalan serupa agar syiar Ramadan bisa dirasakan semua orang. Wallahu a'lam bish shawab.
Muhamad Abror
Penulis rubrik Keislaman dan Sejarah Islam Klasik
Editor: Muhammad Faizin


