Dark
Light
Dark
Light

4 Keutamaan Bershalawat di Hari Jumat menurut Syekh Abdul Qadir Jailani

4 Keutamaan Bershalawat di Hari Jumat menurut Syekh Abdul Qadir Jailani

Rasulullah saw menjelaskan bahwa hari Jumat merupakan hari nan agung lagi istimewa bagi umat Islam. Nabi menyebut Jumat sebagai "hari raya". Hal ini menunjukkan bahwa hari Jumat bukan hanya hari biasa, melainkan hari yang penuh berkah dan pahala. Umat Islam dianjurkan untuk memuliakan hari Jumat dengan melakukan berbagai amalan kebaikan, seperti sholat Jumat, bersedekah, mandi, memakai minyak wangi, dan bersiwak. Nabi bersabda;

 أخرج ابن ماجه عن ابن عباس قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إن هذا يوم عيد، جعله الله للمسلمين، فمن جاء إلى الجمعة فليغتسل، وإن كان طيب فليمس منه، وعليكم بالسواك.

Artinya: "Rasulullah saw bersabda: "Hari ini adalah hari raya yang Allah jadikan untuk kaum Muslimin. Barangsiapa yang datang ke sholat Jumat, hendaklah dia mandi. Jika dia memakai minyak wangi, hendaklah dia mengoleskannya. Dan hendaklah kalian bersiwak." [HR. Ibnu Majah]. 

Lebih lanjut, Rasulullah menyebutkan bahwa hari Jumat adalah salah satu hari terbaik bagi umat Islam. Pada hari ini, banyak peristiwa penting terjadi, seperti penciptaan Nabi Adam, wafatnya Rasulullah, tiupan terompet, dan peristiwa dahsyat lainnya.

Oleh karena itu, Rasulullah saw menganjurkan umatnya untuk memperbanyak membaca shalawat di hari Jumat. Beliau bersabda bahwa shalawat yang dipanjatkan pada hari Jumat akan diperlihatkan kepada beliau. Hal ini menunjukkan bahwa membaca shalawat di hari Jumat memiliki pahala yang berlipat ganda.

Keutamaan membaca shalawat di hari Jumat juga ditegaskan dalam hadits berikut ini;

"إن من أفضل أيامكم يوم الجمعة فيه خلق آدم، وفيه قبض وفيه النفخة وفيه الصعقة، فأكثروا من الصلاة علي فيه، فإن صلاتكم معروضة علي"

Artinya: "Salah satu hari terbaik kalian adalah hari Jumat. Pada hari Jumat, Nabi Adam diciptakan, ruh Nabi Muhammad saw dicabut, terompet ditiup, dan terjadi peristiwa dahsyat. Perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari Jumat, karena shalawat kalian diperlihatkan/ditunjukkan kepadaku." [HR. Thabrani]

Lebih lanjut, Syekh Abdul Qadir Jailani dalam kitabnya Al-Ghunyah Li Thalibi Thariq al-Haq, Jilid I, halaman 213 menjelaskan beberapa manfaat membaca shalawat pada hari Jumat. Membaca shalawat pada hari Jumat memiliki banyak manfaat, baik dari segi pahala, keberkahan, dan kemudahan dalam hidup. Nah berikut keterangan lengkap keutamaan membaca shalawat pada hari Jumat. 

1. Mendapatkan derajat tertinggi di surga bersama Nabi Muhammad.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ali bin Abi Talib, Rasulullah saw menganjurkan untuk memperbanyak shalawat pada hari Jumat. Beliau menjelaskan bahwa di hari itu amal dilipatgandakan dan pahala membaca shalawat pun akan berlipat ganda.

Rasulullah saw juga menyebutkan bahwa pahala membaca shalawat di hari Jumat dapat mengantarkan umatnya untuk mendapatkan derajat wasilah di surga. Derajat wasilah adalah derajat tertinggi di surga yang hanya diraih oleh para nabi. Rasulullah berharap orang yang senantiasa membaca shalawat itu yang akan mendapatkan derajat mulia ini.

أخبرنا أبو نصر عن والده، بإسناده عن علي بن أبي طالب رضي الله عنه قال: قال رسول الله -صلى الله عليه وسلم: أكثروا من الصلاة علىَّ يوم الجمعة، فإنه يوم تضاعف فيه الأعمال، وسلوا الله لي الدرجة الوسيلة من الجنة، قيل: يا رسول الله: وما الدرجة الوسيلة من الجنة؟ قال: هي أعلى درجة في الجنة لا ينالها إلا نبي، وأرجو أن أكون هو

Artinya: "Abu Nasar meriwayatkan dari ayahnya, dengan sanadnya dari Ali bin Abi Talib radhiyallahu 'anh, beliau berkata: Rasulullah saw bersabda: "Perbanyaklah bershalawat kepadaku di hari Jumat, karena di hari itu amal dilipatgandakan. Dan mintalah kepada Allah agar aku diberi derajat wasilah (derajat tertinggi) di surga.Diceritakan, "Wahai Rasulullah, apa itu derajat wasilah di surga?" Beliau menjawab, "Derajat tertinggi di surga yang tidak diraih oleh siapapun kecuali nabi, dan aku berharap akulah yang mendapatkannya." [[Syekh Abdul Qadir Jailani, Al-Ghunyah Li Thalibi Thariq al-Haq, Jilid II, (Beirut: Darul Kutub Ilmiyah, 1997), halaman 107]. 

2. Memperoleh syafaat di hari kiamat

Dalam Islam, syafaat diartikan sebagai pertolongan yang diberikan seseorang kepada orang lain di hari kiamat.  Nabi Muhammad saw memegang peranan penting sebagai pemberi syafaat utama.  Keutamaan beliau sebagai rasul terakhir dan orang yang membawa ajaran Islam kepada umat manusia menjadikannya yang paling berhak untuk memberikan syafaat di hari pengadilan tersebut.

Salah satu amalan yang dipercaya dapat membantu seseorang memperoleh syafaat dari Rasulullah saw adalah memperbanyak membaca shalawat. Shalawat merupakan doa yang berisi pujian dan penghormatan kepada Nabi Muhammad saw.  Dengan memperbanyak bacaan shalawat, seorang Muslim berharap mendapat limpahan rahmat dan syafaat dari beliau di hari akhir nanti.

Manfaat syafaat dari Rasulullah saw tersebut berupa keringanan siksa bagi orang-orang yang berdosa serta pertolongan untuk bisa memasuki surga.  Dengan kata lain, syafaat menjadi harapan bagi umat Islam untuk mendapatkan ampunan dan kemuliaan di akhirat kelak.

وعن محمد بن المنكدر عن جابر رضي الله عنه قال: قال رسول الله -صلى الله عليه وسلم-: من قال حين يسمع النداء: اللهم رب هذه الدعوة التامة والصلاة القائمة آت محمداً الوسيلة والفضيلة والدرجة الرفيعة، وابعثه المقام المحمود الذي وعدته، حلت له الشفاعة يوم القيامة

Artinya: "Dari Muhammad bin Al-Munkadzir dari Jabir radhiyallahu 'anh, ia berkata: Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa yang mengucapkan ketika mendengar adzan: 'Ya Allah, Rabb-nya seruan ini yang sempurna dan shalat yang terjaga, berikanlah kepada Muhammad kedudukan (wasilah), keutamaan, dan derajat yang tinggi, serta utuslah dia ke tempat terpuji yang telah Engkau janjikan kepadanya, maka baginya syafaat pada hari kiamat,". [HR. Bukhari]

Lebih lanjut, dijelaskan dalam sebuah hadits yang menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak bershalawat kepada Nabi Muhammad saw, khususnya di hari Jumat dan malam Jumat. Keutamaan bershalawat di waktu tersebut adalah dibalas dengan pahala yang besar, yaitu dicatat sebagai orang yang mati syahid atau menjadi pembela di hari kiamat.

وأخرج عن أنس قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: أكثروا من الصلاة علي في يوم الجمعة، وليلة الجمعة فمن فعل ذلك كتب شهيدًا أو شافعا يوم القيامة

Artinya: "Dari Anas bin Malik RA, beliau berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Perbanyaklah bershalawat kepadaku di hari Jumat dan malam Jumat. Barangsiapa yang melakukannya, maka dia akan dicatat sebagai syahid atau syafaat di hari kiamat.” [Jalaluddin Suyuthi, Nurul Lum'ah fi Khasaisil Jum'ah [Beirut: Darul Kutub Ilmiyah, 1997] halaman 101].

3. Diampuni dosa orang yang membaca Shalawat

Membaca shalawat pada hari Jumat juga dapat menjadi sarana untuk memohon ampunan dosa dan memohon pertolongan kepada Allah SWT. Hal ini karena hari Jumat adalah hari yang mulia dan penuh dengan keberkahan. Oleh karena itu, doa dan permintaan yang dipanjatkan pada hari Jumat lebih mudah dikabulkan oleh Allah swt.

وعن عبد العزيز بن صهيب عن أنس بن مالك رضي الله عنه قال: كنت واقفاً بين يدي رسول الله -صلى الله عليه وسلم- فقال: "من صلى علىَّ في كل جمعة ثمانين مرة غفر الله تعالى له ذنوب ثمانين سنة، قلت: يا رسول الله كيف الصلاة عليك؟ قال -صلى الله عليه وسلم-: تقول اللهم صل على محمد عبدك ورسولك النبي الأمي، وتعقد واحدة"

Artinya: "Dari Abu Abdurrahman Abdurrahim bin Aziz bin Shohib, dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anh, dia berkata: "Aku sedang berdiri di hadapan Rasulullah saw, lalu beliau bersabda: 'Siapa yang sholat atasku setiap hari Jumat sebanyak delapan puluh kali, maka Allah Ta'ala akan mengampuni dosanya selama delapan puluh tahun.' Aku bertanya: 'Ya Rasulullah, bagaimana cara sholat atasmu?' Beliau menjawab: 'Engkau katakan: Allahumma shalli 'ala Muhammadin 'abdika wa rasulika nabiyil ummi, dan itu dihitung satu.'"

Lebih lanjut, dalam hadits Thabrani dijelaskan bahwa Allah swt tidak akan meninggalkan seorang pun dari kaum Muslim pada hari Jumat tanpa mengampuni dosanya. Ini menunjukkan bahwa hari Jumat adalah hari yang istimewa dan penuh berkah bagi umat Islam. Membaca shalawat pada hari Jumat merupakan amalan yang sangat dianjurkan untuk mendapatkan pahala dan ampunan dari Allah swt.

١٢٣- أخرج بن عدي، والطبراني في الأوسط بسند جيد عن أنس، قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إن الله تبارك وتعالى ليس بتارك أحدا من المسلمين يوم الجمعة إلا غفر له.

Artinya: "123 - Diriwayatkan oleh Ibnu Adi dan At-Tabrani dalam Al-Ausath dengan sanad yang baik dari Anas bin Malik, beliau berkata: "Rasulullah saw bersabda: "Sesungguhnya Allah Ta'ala tidak akan meninggalkan seorang pun dari kaum muslimin pada hari Jumat, melainkan Dia ampuni dosanya," [[Jalaluddin Suyuthi, Nurul Lum'ah fi Khasaisil Jum'ah [Beirut: Darul Kutub Ilmiyah, 1997] halaman 102]

4. Bersama Nabi Muhammad kelak di hari kiamat 

Orang yang rajin membaca shalawat pada hari Jumat juga dijanjikan akan bersama Rasulullah saw di hari kiamat. Hal ini berdasarkan sebuah hadits dari Umamah RA, Rasulullah saw bersabda, 

وعن مكحول الشامي عن أبي أمامة رضي الله عنه قال: قال رسول الله -صلى الله عليه وسلم-: "أكثروا من الصلاة علىَّ في يوم الجمعة، فإن صلاة أمتي تعرض على في كل يوم جمعة، فمن كان أكثرهم علىَّ صلاة كان أقربهم مني منزلة يوم القيامة

Artinya: "Dari Makhul Asy-Syami, dari Abu Umamah ra, dia berkata: Rasulullah saw bersabda, "Perbanyaklah shalawat kepadaku di hari Jumat. Karena, shalawat umatku diperlihatkan kepadaku pada setiap hari Jumat. Barangsiapa yang paling banyak bershalawat kepadaku, maka dia yang paling dekat kedudukannya denganku pada hari kiamat." [HR. Imam Baihaqi]

Dari hadits ini, dapat dipahami bahwa orang yang paling banyak membaca shalawat pada hari Jumat akan mendapatkan kedudukan yang tinggi di sisi Nabi Muhammad saw di hari kiamat. Hal ini karena shalawat merupakan bentuk penghormatan dan kecintaan kita kepada beliau. Semakin banyak kita bershalawat, semakin besar kecintaan kita kepada beliau, dan semakin tinggi pula kedudukan kita di sisi beliau.

Dengan demikian, memperbanyak membaca shalawat di hari Jumat merupakan wujud kecintaan dan penghormatan kita kepada Rasulullah saw. Selain itu, membaca shalawat juga mendatangkan banyak manfaat bagi diri kita, seperti diampuni dosa, dimudahkan segala urusan, dan mendapatkan syafaat di hari kiamat.

Oleh karena itu, marilah kita memanfaatkan keistimewaan hari Jumat dengan memperbanyak membaca shalawat kepada Nabi Muhammad saw. Dengan shalawat ini, semoga kita dapat meraih pahala yang berlimpah dan mendapatkan syafaat Rasulullah di hari kiamat kelak.


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Syariah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo