Dark
Light
Dark
Light

Keutamaan Membaca Sayyidul Istighfar di Akhir Bulan Sya’ban

Keutamaan Membaca Sayyidul Istighfar di Akhir Bulan Sya’ban

Arina.id  - Bulan Sya’ban merupakan bulan yang penuh berkah dan menjadi pintu gerbang menuju Ramadhan. Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Hasani, dalam kitab Ma Dza fi Sya’ban menjelaskan pentingnya memperbanyak istighfar di bulan ini, terutama menjelang akhir Sya’ban sebagai persiapan menyambut Ramadhan. 

Salah satu bacaan istighfar yang sangat dianjurkan di baca di bulan ini adalah Sayyidul Istighfar. Sejatinya, Sayyidul Istighfar merupakan doa yang diajarkan oleh Rasulullah dan tercatat dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Syekh Ali bin Sulthan Muhammad Al-Qari dalam kitab Mirqatul Mafatih mengatakan Sayyidul Istighfar merupakan doa istighfar yang paling utama. 

Mengutip pendapat At-Thibi, ia menjelaskan bahwa kata sayyid (penghulu) dalam Sayyidul Istighfar menunjukkan makna sebagai pemimpin utama, yaitu sesuatu yang dijadikan tempat bergantung dalam berbagai kebutuhan. Lebih lanjut, doa ini disebut sebagai penghulu [sayyidul] istighfar karena mengandung seluruh makna tobat, yang merupakan bentuk permohonan ampun tertinggi kepada Allah. 

Pendapat ini juga didukung oleh Ibn Hajar, yang menyatakan bahwa istighfar dalam hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari ini bermakna tobat. Artinya, Sayyidul Istighfar ucapan permohonan tobat nasuha—tobat yang tulus dengan tekad untuk tidak mengulangi dosa. 

Dalam konteks ini, doa Sayyidul Istighfar menjadi amalan yang sangat dianjurkan bagi setiap Muslim, terutama di waktu-waktu utama seperti pagi dan petang, pun di saat menjelang Ramadhan.

Berikut bacaan sayyidul istighfar;

سيِّدُ الاستغفارِ أنْ يقولَ العبدُ : اللَّهمَّ أنتَ ربِّي وأنا عبدُكَ لا إلهَ إلَّا أنتَ خلَقْتَني وأنا عبدُكَ أصبَحْتُ على عهدِكَ ووَعْدِكَ ما استطَعْتُ أعوذُ بكَ مِن شرِّ ما صنَعْتُ وأبوءُ لكَ بنعمتِكَ علَيَّ وأبوءُ لكَ بذُنوبي فاغفِرْ لي إنَّه لا يغفِرُ الذُّنوبَ إلَّا أنتَ

Artinya: "Sayyidul Istighfar adalah jika seorang hamba mengucapkan: ‘Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, dan aku adalah hamba-Mu. Tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau telah menciptakanku, dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam janji dan perjanjian dengan-Mu sesuai kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan perbuatanku. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku, dan aku mengakui dosa-dosaku. Maka ampunilah aku, sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau.’” [HR. Bukhari]

Lebih jauh lagi, Sayyidul Istighfar memiliki keutamaan luar biasa, sebagaimana dijelaskan dalam hadits riwayat Imam Bukhari. Rasulullah menyatakan bahwa siapa saja yang membaca Sayyidul Istighfar dengan penuh keyakinan pada siang hari, lalu meninggal sebelum sore, maka ia termasuk penghuni surga. 

Begitu pula, jika seseorang membacanya di malam hari dengan keyakinan penuh, lalu meninggal sebelum pagi, maka ia juga termasuk penghuni surga. Hadits ini menunjukkan betapa besar keutamaan doa ini dalam memperoleh ampunan Allah dan jaminan kebahagiaan akhirat.

ومن قالها من الليل وهو موقن بها فمات قبل أن يصبح فهو من أهل الجنة

Artinya: "Barang siapa yang mengucapkannya di siang hari dengan penuh keyakinan, lalu ia meninggal pada hari itu sebelum sore, maka ia termasuk penghuni surga. Dan barang siapa yang mengucapkannya di malam hari dengan penuh keyakinan, lalu ia meninggal sebelum pagi, maka ia termasuk penghuni surga." [HR. Imam Bukhari]

Sementara itu, Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa Nabi mengumpulkan berbagai makna luar biasa dalam Sayyidul Istighfar. Doa ini berisi permohonan ampun, sekaligus pengakuan akan keesaan Allah sebagai satu-satunya Tuhan dan Pencipta. 

Pun di dalamnya terdapat penyadaran diri akan janji yang telah diikrarkan kepada Allah. Pun, doa ini juga mengajarkan seorang hamba untuk menyandarkan seluruh nikmat kepada Allah, mengakui dosa-dosanya, dan meyakini bahwa hanya Allah yang mampu mengampuni segala kesalahan.

قال ابن أبي جمرة : جمع - صلى الله عليه وسلم - في هذا الحديث من بديع المعاني وحسن الألفاظ ما يحق له أنه يسمى سيد الاستغفار ففيه الإقرار لله وحده بالإلهية والعبودية ، والاعتراف بأنه الخالق ، والإقرار بالعهد الذي أخذه عليه ، والرجاء بما وعده به والاستعاذة من شر ما جنى العبد على نفسه ، وإضافة النعماء إلى موجدها وإضافة الذنب إلى نفسه ، ورغبته في المغفرة ، واعترافه بأنه لا يقدر أحد على ذلك إلا هو ،

Artinya: "Ibnu Abi Jamrah berkata: ”Dalam hadis ini, Nabi  telah mengumpulkan makna-makna yang luar biasa dan ungkapan-ungkapan yang indah, sehingga pantas disebut sebagai ‘Sayyidul Istighfar’ (Penghulu Istighfar). Di dalamnya terdapat pengakuan kepada Allah semata sebagai satu-satunya Tuhan dan sesembahan, pengakuan bahwa Dia adalah Sang Pencipta, pengakuan terhadap perjanjian yang telah Dia ambil atas hamba-Nya, harapan terhadap janji-Nya, serta perlindungan dari keburukan yang dilakukan hamba terhadap dirinya sendiri. Selain itu, dalam doa ini juga terdapat penyandaran segala nikmat kepada Pemberinya, pengakuan bahwa dosa berasal dari diri sendiri, keinginan untuk mendapatkan ampunan, serta pengakuan bahwa tidak ada yang mampu mengampuni dosa kecuali Dia." [Ibnu Hajar, Fathul Bari, [Kairo: Darul Rayyan wa Turats, 1986], Juz XI,  hlm, 101].

Dengan demikian, memperbanyak bacaan Sayyidul Istighfar di bulan Sya’ban menjadi amalan yang sangat dianjurkan. Selain sebagai bentuk persiapan diri menuju Ramadhan, istighfar juga menjadi sarana untuk mendapatkan ampunan dan keberkahan dari Allah. Amalan ini juga menjadi bekal di akhirat. Oleh karena itu, marilah kita membiasakan diri untuk selalu membaca Sayyidul Istighfar dengan penuh kesungguhan agar memperoleh rahmat dan ridha Allah. Wallahu a'lam bish shawab.


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Syariah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo