Dark
Light
Dark
Light

Menakar Keabsahan Hadits: Jika Bukan karena Nabi Muhammad, Allah Tak Akan Ciptakan Alam Semesta

Menakar Keabsahan Hadits: Jika Bukan karena Nabi Muhammad, Allah Tak Akan Ciptakan Alam Semesta

Arina.id - Hadits yang membicarakan tentang keutamaan sosok Nabi Muhammad banyak sekali ditemui dalam literatur keislaman. Bahkan banyak para pemikir Islam yang menuliskan kitab khusus mengenai sosok Rasulullah mulai dari bentuk fisik, kepribadian, dan keutamaannya. 

Namun tidak semua hadits yang berbicara mengenai keutamaan Rasulullah bisa dipertanggung jawabkan kredibilitasnya. Salah satunya adalah hadits yang cukup populer di kalangan umat Islam terkait Allah yang menciptakan alam semesta ini hanya karena adanya Nabi Muhammad.

Redaksi hadits tersebut adalah sebagai berikut:

لَوْلَاكَ يَا مُحَمَّدُ لَمَا خَلَقْتُ الأَفْلَاكَ

Artinya: "Jika bukan karenamu wahai Muhammad, maka aku (Allah) tidak menciptakan alam semesta." 

Jika dilihat dari segi redaksinya, hadits ini adalah hadits Qudsi yakni firman Allah yang disampaikan melalui Nabi Muhammad selain Al-Qur’an. Hadits ini kerap muncul ketika momentum Maulid Nabi, dikutip oleh banyak penceramah, hingga menjadi dalil dalam khutbah Jumat. Akan tetapi, redaksi hadits ini tidak ditemukan dalam kitab-kitab hadits otoritatif seperti Sahih Bukhari, Sahih Muslim, Kitab Sunan, dan Kitab Musnad.

Penulis menemukan redaksi yang hampir sama dalam segi makna, yakni riwayat Muhammad al-Hakim (w. 405 H.) dalam al-Mustadrak ala al-Sahihaini [Suriah: Dar Minhaj al-Qawim, 2018, vol. 5, hal. 331] no. Hadits 4271 sebagai berikut:

 عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: أَوْحَى اللهُ إِلَى عِيسَى عليه السلام: يَا عِيسَى، آمِنْ بِمُحَمَّدٍ، وَمُرْ مَنْ أَدْرَكَهُ مِنْ أُمَّتِكَ أَنْ يُؤْمِنُوا بِهِ، فَلَوْلَا مُحَمَّدٌ مَا خَلَقْتُ آدَمَ، وَلَوْلَا مُحَمَّدٌ  مَا  خَلَقْتُ  الْجَنَّةَ وَالنَّارَ، وَلَقَدْ خَلَقْتُ الْعَرْشَ عَلَى الْمَاءِ فَاضْطَرَبَ، فَكَتَبْتُ عَلَيْهِ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ [مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللهِ]، فَسَكَنَ. هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحُ الْإِسْنَادِ، وَلَمْ يُخَرِّجَاهُ

Artinya: "Dari Ibnu Abbas berkata Allah berwahyu kepada Nabi Isa “Wahai Isa, berimanlah kepada Muhammad, perintahkan umatmu yang bertemu dengannya untuk beriman kepadanya. Maka jika bukan karena Muhammad, Aku tidak akan menciptakan Adam, dan jika bukan karenanya, Aku tidak akan menciptakan surga dan neraka. Aku telah menciptakan Arsy di atas air dan dia bergetar, kemudian aku tuliskan La Ilaha Illa Allah Muhammadur Rasulullah, lalu dia diam. Hadits ini sanadnya sahih, akan tetapi Imam Bukhari dan Muslim tidak mempublikasikannya."

Meskipun riwayat al-Hakim seakan menjadi legitimasi hadits Lama Khalaqtul Aflak sebagai “sahih secara makna”, akan tetapi para kritikus hadits menyangsikan keabsahan riwayat al-Hakim tersebut. Bahkan para editor kitab al-Mustadrak di berbagai cetakan banyak yang memberikan catatan kaki terkait kepalsuan hadits tersebut.

Abu Abdillah al-Dzahabi (w. 748 H.) mengomentari riwayat al-Hakim tersebut bahwa Sa’id bin Abi Urubah tidak pernah meriwayatkan hadits tersebut. Berikut redaksinya:

قلت كلا والله ما تفوه به أبن أبي عروبة

Artinya: "Tidak pernah, demi Allah, Ibnu Abi Urubah tidak berbicara hadits itu." (Maudhu’at min Mustadrak al-Hakim Khurrijat min al-Fadha’il, [Kairo: Dar al-Lu’lu’ah, 2018], hal. 30.)

Al-Dzahabi juga menegaskan bahwa Amr bin Aus tidak diketahui profilnya. al-Dzahabi berhipotesis bahwa yang memalsukan hadits tersebut adalah Jandal bin Waliq. Berikut komentarnya:

عمرو بن أوس. يجهل حاله. أتى بخبر منكر. أخرجه الحاكم في مستدركه، وأظنه موضوعا من طريق جندل بن والق.

Artinya: "Amr bin Aus tidak diketahui profilnya, dia meriwayatkan hadits munkar yang diriwayatkan oleh al-Hakim dalam Mustadraknya, dan aku menduga bahwa hadits itu palsu dari jalur Jandal bin Waliq." (Mizanul I’tidal, [Beirut: Darul Ma’rifah, 1963], juz 3. Hal. 246.).

Redaksi lain yang semakna, bahkan hampir mirip dengan Lama Khalaqtul Aflak, akan tetapi diklaim palsu adalah sebuah hadits panjang yang diakhiri dengan redaksi berikut:

وَلَقَدْ خَلَقْتُ الدُّنْيَا وَأَهْلَهَا لأُعَرِّفَهُمْ كَرَامَتَكَ عَلَيَّ وَمَنْزِلَتَكَ عِنْدِي وَلَوْلاكَ  مَا  خَلَقْتُ  الدُّنْيَا

Artinya: "Dan Aku (Allah) telah menciptakan dunia dan penduduknya agar Aku mengenalkan mereka tenang kemuliaanmu disisi-Ku, dan posisimu dihadapan-Ku, dan jika bukan karenamu, Aku tidak akan menciptakan dunia."

Abdurrahman al-Suyuthi (w. 911 H.) dalam al-La’alil Mashnu’ah fil Ahadits al-Maudhu’ah [Beirut: Darul Kutub Ilmiyah, 1996, vol. 1, hal. 249] mengatakan bahwa hadits tersebut adalah palsu. Al-Suyuthi mengutip al-Fallas mengatakan bahwa Yahya al-Bashri (perawi hadits itu) adalah pembohong dan meriwayatkan hadits palsu.

Terkait redaksi Lama Khalaqtul Aflak, Al-Hasan bin Muhammad al-Shaghani telah mengklaim kepalsuan hadits tersebut dalam Al-Maudhu’at [Damaskus: Darul Ma’mun, 1405 H., hal. 52.]. Berikut redaksinya:

وَمِنْهَا قَوْلهم: "  لولاك [‌لَوْلاكَ] لَمَا خَلَقْتُ الأَفْلاكَ ".

Artinya: "Termasuk hadits palsu adalah ucapan mereka “Jika bukan karenamu, Jika bukan karenamu, Aku tidak akan menciptakan alam semesta.”

Terdapat satu riwayat tunggal dan tidak disangsikan sebagai hadits palsu, yakni riwayat Abu Mansur al-Dailami (w. 558 H.) dari Ibnu Abbas dalam al-Firdaus no. 8021. Berikut haditsnya:

ابْن عَبَّاس يَقُول الله عز وجل وَعِزَّتِي وَجَلَالِي لولاك  مَا  خلقت  الْجنَّة ولولاك مَا خلقت الدُّنْيَا

Artinya: "Dari Ibnu Abbas “Allah berfirman “demi kemuliaan dan keagungan-Ku, jika bukan karenamu, Aku tidak akan menciptakan surga, dan jika bukan karenamu, Aku tidak akan menciptakan dunia.” (Al-Firdaus bi Ma’tsuril Khithab, [Beirut: Darul Kutub Ilmiyah, 1986], juz 5, hal. 227.).

Model penulisan al-Dailami dalam kitab tersebut tidak mencantumkan jalur sanadnya secara detail. Al-Dailami hanya menuliskan redaksi hadits dan Sahabat yang meriwayatkannya. Hingga Ibnu Hajar al-Asqallani (w. 852 H.) menulis kitab Zahrul Firdaus untuk melengkapi sebagian riwayat dalam al-Firdaus.

Terkait hadits al-Dailami ini, al-Asqallani mencatat jalur sanadnya, akan tetapi sedikit berbeda dalam redaksinya. Berikut catatan al-Asqallani:

قال: أخبرنا أبي، أخبرنا أبو طالب علي بن الحسين، حدثنا عبد الله بن عيسى بن إبراهيم، حدثنا محمد بن إبراهيم البزاز، حدثنا عبد الله بن إسحاق المدائني، حدثنا محمد بن بشار، حدثنا عبيد الله بن محمد القرشي، حدثنا الفضل بن جعفر بن سليمان عن عبد الصمد بن علي بن عبد الله بن عباس عن أبيه عن ابن عباس قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم "أتاني جبريل فقال: يا محمد، لولاك ما خُلِقت الجنة، لولاك ما خُلِقت النار"

Artinya: "Telah mengabarkan kepada kami ayahku, telah mengabarkan kepada kami Abu Thalib Ali bin al-Husain, telah meriwayatkan kepada kami Abdullah bin Isa bin Ibrahim, telah meriwayatkan kepada kami Muhammad bin Ibrahim al-Bazzaz, telah meriwayatkan kepada kami Abdullah bin Ishaq al-Mada'ini, telah meriwayatkan kepada kami Muhammad bin Basyar, telah meriwayatkan kepada kami Ubaidullah bin Muhammad al-Qurasyi, telah meriwayatkan kepada kami al-Fadhl bin Ja'far bin Sulaiman dari Abduṣ-Ṣamad bin Ali bin Abdullah bin Abbas dari ayahnya. Dari Ibnu Abbas berkata Rasulullah bersabda “Jibril datang kepadaku dan mengatakan, Wahai Muhammad, jika bukan karenamu, Aku (Allah) tidak akan menciptakan surga, dan jika tidak karenamu, aku tidak akan menciptakan neraka.” (Al-Ghara’ib al-Multaqathah min Musnad al-Firdaus, [Dubai: Jam’iyah Darul Birr, 2018], vol. 1, hal. 479.).

Dari riwayat al-Dailami, Mulla Ali al-Qari (w. 1014 H.) berpendapat bahwa Lama Khalaqtul Aflak adalah hadits sahih dalam segi makna, meskipun palsu dalam segi redaksi dan periwayatan. Berikut catatannya:

حَدِيثُ لَوْلَاكَ لَمَا خَلَقْتُ الْأَفْلَاكَ: قَالَ الصَّغَانِيُّ إِنَّهُ مَوْضُوعٌ كَذَا فِي الْخُلَاصَةِ لَكِنَّ مَعْنَاهُ صَحِيحٌ فَقَدْ رَوَى الدَّيْلَمِيُّ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما مَرْفُوعًا

Artinya: "Hadits Laulaka lama Khalaqtul Aflak menurut al-Shaghani adalah palsu sebagaimana dalam al-Khulashah, akan tetapi maknanya sahih, al-Dailami telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas dalam kategori hadits Marfu’." (Al-Asrar al-Marfu’ah fil Akhbar al-Maudhu’ah, [Beirut: Darul Amanah]. Hal. 290.).

Isma’il bin Muhammad al-Ajluni (w. 1162 H.), dalam Kasyful Khafa wa Muzilul Ilbas Anma Istahara minal Ahadits ala Alsinatin Naas [Kairo: Maktabah al-Qudsi, 1352 H. Vol. 2, hal. 164] juga mengakui bahwa makna hadits Laulaka lama Khalaqtul Aflak adalah sahih meskipun al-Ajluni sendiri mengatakan bahwa itu bukan merupakan sebuah hadits.

Dari berbagai kutipan dan analisis ini, bisa dipahami bahwa hadits Laulaka Ya Muhammad Lama Khalaqtul Aflak adalah palsu atau Maudhu’dari segi redaksi. Pasalnya, tidak ditemukan riwayat yang jelas terkait sanadnya, terlebih dari kitab hadits yang otoritatif dan klaim beberapa ulama terkait kepalsuannya.

Meskipun demikian, hadits tersebut menurut sebagian kritikus hadits masih diterima secara makna, dan mereka mengatakan bahwa maknanya sahih, dengan dalil redaksi hadits lainnya seperti riwayat al-Dailami yang dikutip oleh banyak ulama seperti al-Suyuthi dan al-Asqallani.

Oleh karena itu berdasarkan sumber ini, para penceramah, penulis, dan pegiat literasi keislaman tidak serta merta mencuplik redaksi tersebut, meskipun sudah sangat familiar di ingatan masyarakat Muslim. Sebab dengan penyebaran yang masif tanpa diliterasi dengan baik, tidak akan menjadikan mereka keluar dari sebuah kesalahpahaman terus menerus. Wallahu a'lam bish shawab.


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Syariah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo