Di antara amalan-amalan sunnah yang jarang diketahui dan jarang dilakukan umat Islam di bulan Syawal, adalah sholat sunnah Syawal atau jamak dikenal dengan sholat Sunnah Utaqa. Sholat ini tergolong ibadah yang istimewa karena hanya dikerjakan pada bulan Syawal, bulan kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa di bulan Ramadhan.
Keistimewaan sholat sunnah Syawal tidak hanya terletak pada waktu pelaksanaannya yang singkat, tapi juga pada keutamaannya yang luar biasa. Rasulullah saw menjanjikan pahala yang berlipat ganda bagi mereka yang mengerjakannya dengan ikhlas dan penuh khusyuk.
Tata Cara Sholat Utaqa
Syekh Abdul Qadir al-Jailani kitab Al-Ghunyah Li Thalibi Thariq al-Haq, juz II, halaman 249 menamakan sholat sunnah Syawal dengan nama sholat al-utaqa'i fi Syawal. Sholat ini jamak dikenal di Indonesia dengan sholat utaqa atau sholat sunnah Syawal.
Adapun tata caranya sebagai berikut;
- Sholat terdiri dari delapan rakaat, dikerjakan dengan empat kali salam (tiap dua rakaat sekali salam).
- Pada setiap rakaat setelah membaca Surat Al-Fatihah, dilanjutkan dengan membaca Surat Al-Ikhlas sebanyak 15 kali.
- Rukuk
- Itidal
- Sujud
- Duduk di antara dua sujud
- Bangkit dari duduk ke rakaat berikutnya (pada rakaat kedua salam)
- Pada rakaat kedua, lakukan seperti rakaat pertama
- Tahiyat akhir
- Salam
Setelah Sholat dianjurkan mengamalkan dzikir dan shalawat yakni:
1. Dianjurkan membaca tasbih (سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر) sebanyak 70 kali
2. Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad saw sebanyak 70 kali
3. Membaca doa setelah sholat seperti biasa
Keutamaan
Sholat Utaqa memiliki keutamaan yang luar biasa bagi umat Muslim yang mengerjakannya.
Syekh Abdul Qadir al-Jailani kitab Al-Ghunyah Li Thalibi Thariq al-Haq, juz II, halaman 249 mengatakan bahwa sholat sunnah Syawal atau Utaqa ini mengandung fadhilah antara lain pertama, menjadi obat penyakit dunia bagi yang mengerjakannya.
قال رسول الله -صلى الله عليه وسلم-: والذي بعثني بالحق ما من عبد يصلي هذه الصلاة إلا أنبع الله له ينابيع الحكمة في قلبه وأنطق بها لسانه وأراه داء الدنيا ردواءه
Dikutip dari hadits sahih, Rasulullah saw bersabda, "Dan demi yang mengutusku dengan kebenaran, tidaklah seorang hamba yang mendirikan sholat ini melainkan Allah memancarkan mata air hikmah di dalam hatinya dan mengucapkannya dengan lisannya, dan dia diperlihatkan penyakit dunia dan obatnya."
Kedua, sholat sunnah Syawal menjadi pengampunan dosa. Nabi Muhammad saw menegaskan bahwa orang yang mendirikan sholat ini dengan sempurna akan diampuni dosanya, bahkan meninggal sebagai syahid. Segala kebutuhan dan masalahnya pun akan diurus oleh Allah swt.
والذي بعثني بالحق من صلى هذه الصلاة كما وصفت لا يرفع رأسه من آخر سجدة حتى يغفر الله له، وإن مات مات شهيداً مغفوراً له،
Artinya: "Beliau bersabda, "Dan demi yang mengutusku dengan kebenaran, barangsiapa yang mendirikan sholat ini sebagaimana aku jelaskan, dia tidak akan mengangkat kepalanya dari sujud terakhir hingga Allah mengampuninya. Dan jika dia mati, dia mati sebagai syahid yang diampuni dosanya."
Ketiga, bagi yang mendirikan sholat ini saat bepergian, Allah akan melancarkan perjalanannya. Bagi yang berhutang, Allah akan melunasi utangnya. Dan bagi yang memiliki kebutuhan, Allah akan memenuhinya.
وما من عبد صلى هذه الصلاة في السفر إلا سهل الله عليه السير والذهاب إلى موضع مراده، وإن كان مديوناً قضى الله دينه، وإن كان ذا حاجة قضى الله حوائجه،
Artinya: "Dan tidaklah seorang hamba yang mendirikan sholat ini dalam perjalanan melainkan Allah memudahkan perjalanannya dan mengantarkannya ke tempat yang dia tuju."
Keempat, Pahala yang didapat pun tak terhitung, setiap huruf dan ayat yang dibaca akan dibalas dengan taman-taman di surga. Taman-taman ini begitu luas, seorang pengendara dapat berjalan di bawah naungan salah satu pohonnya selama seratus tahun tanpa pernah keluar dari naungannya.
والذي بعثني بالحق ما من عبد يصلي هذه الصلاة إلا أعطاه الله تعالى بكل حرف وبكل آية مخرفة في الجنة
Artinya: "Dan yang mengutusku dengan kebenaran, tidak ada seorang hamba pun yang melakukan sholat ini melainkan Allah ta'ala akan memberinya pahala di setiap huruf dan setiap ayatnya dengan sepuluh ribu kebaikan di surga." [Syekh Abdul Qadir al-Jailani, Al-Ghunyah Li Thalibi Thariq al-Haq, juz II, [Beirut: Darul Kutub Ilmiyah, 1997] halaman 249].
Begitulah keutamaan Sholat Utaqa yang luar biasa. Sholat ini menjadi kesempatan emas untuk meraih limpahan pahala, kemudahan di dunia, dan kebahagiaan abadi di surga. Mari kita luruskan niat dan mendirikan Sholat Utaqa dengan penuh khusyuk di bulan Syawal ini.
Editor: Muhammad Faizin


