Arina.id - Bulan Sya'ban, menurut Rasulullah SAW, menjadi bulan yang sering dilupakan oleh kebanyakan orang. Hal ini karena letaknya yang berada di antara dua bulan besar, yaitu Rajab dan Ramadhan.
Banyak orang terlalu fokus pada keistimewaan Rajab dan Ramadhan, sehingga melupakan keutamaan Bulan Sya'ban. Padahal, pada bulan ini, seluruh amal perbuatan kita diangkat ke langit. Oleh karena itu, Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk memperbanyak amalan kebaikan di bulan Sya'ban salah satunya adalah dengan memperbanyak shalawat.
Mengapa Memperbanyak Membaca Shalawat, Bukan Ibadah Lain?
Sayyid Muhammad Bin Alawi Bin Abbas Al Malilki Al Hasani dalam kitabnya Madza Fi Sya’ban menjelaskan bahwa bulan Sya'ban merupakan bulan yang disebut sebut sebagai bulan shalawat, sebab pada bulan ini ayat perintah bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW diturunkan.
وَمِنْ مَزَايَا شَهْرِ شَعْبَانَ أَنَّهُ الشَّهْرُ الَّذِي نَزَلَتْ فِيهِ آيَةُ الصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ، وَهِيَ قَوْلُهُ تَعَالَى: ﴿إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا﴾ [الأحزاب، الآية ٥٦].
Artinya: ”Di antara keutamaan Bulan Sya'ban adalah bahwa pada bulan ini turun ayat tentang perintah bershalawat dan mengucapkan salam kepada Rasulullah SAW. Ayat tersebut adalah firman Allah SWT: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab: 56)”
Membaca shalawat juga termasuk ibadah yang paling utama dibandingkan dengan ibadah yang lain sebab menurut ulama ketika Allah memerintahkan suatu ibadah, semisal sholat, Allah tidak melakukan sholat. Namun ketika Allah memerintahkan kepada hambaNya yang beriman bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, maka Allah dan para malaikatNya lebih dahulu meneladankan bershalawat kepada Rasulullah SAW.
فَسَائِرُ الْعِبَادَاتِ أَمَرَ اللَّهُ تَعَالَى عِبَادَهُ بِهَا، وَأَمَّا الصَّلَاةُ عَلَى النَّبِيِّ ﷺ؛ فَقَدْ صَلَّى عَلَيْهِ بِنَفْسِهِ، ثُمَّ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِأَنْ يُصَلُّوا عَلَيْهِ، فَثَبَتَ بِهَذَا أَنَّ الصَّلَاةَ عَلَى النَّبِيِّ ﷺ أَفْضَلُ الْعِبَادَاتِ.
Artinya: ”Semua ibadah lainnya, Allah SWT memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk melakukannya. Adapun shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, Allah sendiri yang pertama kali bershalawat untuk beliau, kemudian memerintahkan orang-orang beriman untuk bershalawat kepadanya. Dengan demikian, terbukti bahwa shalawat kepada Nabi Muhammad SAW adalah ibadah yang paling utama.” (Madza Fi Sya’ban, halaman 29)
Keutamaan Membaca Shalawat di Bulan Sya’ban
Memperbanyak membaca shalawat apalagi di bulan Sya’ban banyak memiliki keutamaan. Saking banyaknya keutamaan membaca shalawat, menurut ulama tak cukup bila ditulis dan buku pun tak akan muat bila membahas keutamaannya. Berikut dua keutamaan shalawa yang bisa dituliskan:
Pertama, derajatnya akan ditinggikan, amal baiknya akan ditambah, dan kesalahannya akan dihapus. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan Imam An Nasa’i, Imam At Thabrani dan Imam Al Bazzari
رَوَى النَّسَائِيُّ، وَالطَّبَرَانِيُّ، وَالْبَزَّارُ عَنْ أَبِي بُرْدَةَ بْنِ نِيَارٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «مَنْ صَلَّى عَلَيَّ مِنْ أُمَّتِي صَلَاةً مُخْلِصًا مِنْ قَلْبِهِ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرَ صَلَوَاتٍ، وَرَفَعَهُ بِهَا عَشْرَ دَرَجَاتٍ، وَكَتَبَ لَهُ بِهَا عَشْرَ حَسَنَاتٍ، وَمَحَا عَنْهُ عَشْرَ سَيِّئَاتٍ».
Artinya: ”Diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i, Ath-Thabarani, dan Al-Bazzar dari Abu Burdah bin Niyar RA, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda:“ Barangsiapa dari umatku yang bershalawat kepadaku dengan ikhlas dari hatinya, maka Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali, mengangkat derajatnya sepuluh tingkat, mencatat untuknya sepuluh kebaikan, dan menghapus sepuluh kesalahannya.” (Madza Fi Sya’ban, halaman 33)
Kedua, memohonkan ampunan untuk orang yang membacanya dan sebagai penghibur kelak di alam kubur. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan istri Rasulullah SAW, Siti Aisyah RA berikut:
فَقَدْ رُوِيَ عَنِ السَّيِّدَةِ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «مَا مِنْ عَبْدٍ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً، إِلَّا خَرَجَ بِهَا مَلَكٌ حَتَّى يَجِيءَ بِهَا وَجْهَ الرَّحْمَنِ عَزَّ وَجَلَّ، فَيَقُولُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى: اذْهَبُوا بِهَا إِلَى قَبْرِ عَبْدِي تَسْتَغْفِرُ لِصَاحِبِهَا، وَتُقِرُّ بِهَا عَيْنَهُ
Artinya: ”Diriwayatkan dari Sayyidah Aisyah RA, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda:”Tidaklah seorang hamba bershalawat kepadaku satu kali, melainkan seorang malaikat akan membawa shalawat itu hingga menghadap kepada Allah Yang Maha Pengasih. Kemudian Allah SWT berfirman: “Bawalah shalawat ini ke kuburan hamba-Ku, agar shalawat itu memohonkan ampunan untuknya dan sebagai penghiburnya.” (Madza fi Sya’ban, halaman 38)
Itulah keutamaan membaca shalawat di Bulan Sya'ban. Amalan memperbanyak shalawat sangat cocok bagi mereka yang sibuk dengan rutinitas harian, seperti bekerja, kuliah, atau mengurus keluarga. Sebab kita bisa membacanya kapan saja dan di mana saja seperti saat menunggu antrian, di perjalanan, atau bahkan di sela-sela istirahat kerja. Tidak perlu waktu khusus atau tempat khusus, yang penting dilakukan dengan ikhlas dan penuh kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Wallahu a’lam bish shawab.
Ahmad Yaafi Kholilurrohman
Penikmat Insight Keislaman, Alumni Ma'had Aly Situbondo, Jawa Timur
Editor: Muhammad Faizin


