Puasa di bulan Muharram dianjurkan dalam ajaran Islam. Bulan ini merupakan salah satu dari empat bulan haram (suci) yang dimuliakan oleh Allah SWT. Di dalamnya, terdapat hari Tasu'a dan Asyura, yaitu hari ke-9 dan ke-10 dari bulan Muharram, yang sangat dianjurkan untuk berpuasa. Nah berikut ada 6 hadits tentang anjuran dan keutamaan puasa di bulan Muharram.
1. Hadits dalam shahih Muslim
Nabi bersabda puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu bulan Muharram. Nabi bersabda:
أفضل الصِّيَامِ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الَّذِي تَدْعُونَهُ الْمُحَرَّمَ
Artinya: "Sebaik-baik puasa setelah bulan Ramadhan adalah puasa di bulan Allah yang kalian sebut sebagai Muharram." [HR. Muslim]
Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitabnya Lataif Ma'arif menyebutkan bahwa puasa di bulan Muharram memiliki keutamaan yang besar setelah puasa Ramadhan. Ia menegaskan bahwa hadits ini secara jelas menunjukkan bahwa puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu bulan Muharram.
Menjelaskan hadits ini, Ibnu Rajab menyebut bahwa bulan Muharram adalah bulan terbaik untuk berpuasa penuh setelah Ramadhan. Hal ini menunjukkan betapa mulianya puasa di bulan ini dan betapa besar pahala yang dapat diperoleh bagi mereka yang melaksanakannya.
Meskipun demikian, Ibnu Rajab juga menyebutkan bahwa ada beberapa hari tertentu dalam bulan-bulan lain yang mungkin lebih utama untuk berpuasa daripada beberapa hari di bulan Muharram. Contohnya adalah puasa pada hari Arafah, yang jatuh pada 9 Dzulhijjah, atau puasa pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.
Selain itu, puasa enam hari di bulan Syawal setelah Idul Fitri juga memiliki keutamaan tersendiri. Ini menunjukkan bahwa Islam memberikan banyak kesempatan kepada umatnya untuk meraih pahala melalui berbagai puasa sunnah di sepanjang tahun.
قال الحافظ ابن رجب: وهذا الحديث صريح في أن أفضل ما تطوع به من الصيام بعد رمضان صوم شهر الله المحرم, وقد يحتمل أن يراد: أنه أفضل شهر تطوع بصيامه كاملا بعد رمضان, فأما بعض التطوع ببعض شهر, فقد يكون أفضل من بعض أيامه, كصيام يوم عرفه, أو عشر ذي الحجة, أو ستة أيام من شوال, ونحو ذلك,
Artinya: "Ibnu Rajab berkata: Hadits ini dengan jelas menunjukkan bahwa puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu bulan Muharram. Mungkin yang dimaksud adalah bahwa ini adalah bulan terbaik untuk berpuasa penuh setelah Ramadhan. Adapun puasa beberapa hari tertentu dalam beberapa bulan mungkin lebih utama dari beberapa hari di bulan Muharram, seperti puasa pada hari Arafah, atau sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, atau enam hari di bulan Syawal, dan yang semisalnya," [Ibnu Rajab al-Hanbali, Lataif Ma'arif, [Beirut: Darul Ibnu Hazm, 2004], halaman 33].
2. Hadits riwayat Muslim
Hadits ini menyebut bahwa puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharram. Dan sholat yang paling utama setelah shalat wajib adalah sholat malam. Hadits ini menekankan pentingnya memperbanyak puasa di bulan Muharram, karena bulan ini memiliki keutamaan khusus di sisi Allah SWT. Nabi bersabda:
أَفْضَلُ الصِّيامِ، بَعْدَ رَمَضانَ، شَهْرُ اللهِ المُحَرَّمُ، وأَفْضَلُ الصَّلاةِ، بَعْدَ الفَرِيضَةِ، صَلاةُ اللَّيْلِ
Artinya: "Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharram. Dan sholat yang paling utama setelah sholat wajib adalah sholat malam."
3. Hadits riwayat Imam Bukhari
Hadits ini menjelaskan puasa di bulan Muharram, terutama pada hari Asyura (tanggal 10 Muharram), memiliki keutamaan yang sangat besar. Rasulullah SAW juga menganjurkan umatnya untuk berpuasa pada hari ini sebagai bentuk ibadah dan penghormatan kepada Allah SWT. Selain itu, puasa di bulan Muharram juga dapat menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, menghapus dosa-dosa kecil, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan seseorang
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ فَرَأَى الْيَهُودَ تَصُومُ يَوْمَ عَاشُورَاءَ فَقَالَ مَا هَذَا قَالُوا هَذَا يَوْمٌ صَالِحٌ هَذَا يَوْمٌ نَجَّى اللَّهُ بَنِي إِسْرَائِيلَ مِنْ عَدُوِّهِمْ فَصَامَهُ مُوسَى ، قَالَ فَأَنَا أَحَقُّ بِمُوسَى مِنْكُمْ فَصَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ . " رواه البخاري 1865
Artinya: "Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata: Nabi SAW tiba di Madinah dan melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura. Beliau bertanya, "Apa ini?" Mereka menjawab, "Ini adalah hari yang baik. Ini adalah hari ketika Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuh mereka, maka Musa berpuasa pada hari ini." Beliau bersabda, "Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian." Maka beliau berpuasa pada hari itu dan memerintahkan untuk berpuasa pada hari tersebut." (Diriwayatkan oleh Bukhari 1865).
4. Hadits riwayat Muslim
Hadit ini mengatakan bahwa berpuasa di bulan Muharram, terutama hari Asyura, akan diampuni dosa setahun yang lalu. Nabi bersabda:
- صِيامُ يومِ عَرَفَةَ، إِنِّي أحْتَسِبُ على اللهِ أنْ يُكَفِّرَ السنَةَ التي قَبلَهُ، والسنَةَ التي بَعدَهُ، وصِيامُ يومِ عاشُوراءَ، إِنِّي أحْتَسِبُ على اللهِ أنْ يُكَفِّرَ السنَةَ التِي قَبْلَهُ
Artinya: Kemudian beliau ditanya tentang puasa pada Arafah, maka beliau menjawab: "Puasa itu akan menghapus dosa-dosa satu tahun yang lalu dan yang akan datang." Kemudian beliau ditanya tentang puasa pada hari 'Asyura`, beliau menjawab: "Ia akan menghapus dosa-dosa sepanjang tahun yang telah berlalu."
Abu Abbas Al-Qurthubi dalam kitab al-Mafhamu lima Asykala min Talkhis Kitab Muslim, Jilid III, halaman 184 menjelaskan bahwa puasa pada Asyura mampu menghapus dosa-dosa yang dilakukan pada tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh keutamaannya yang berada di awal tahun baru Islam, di mana umat Muslim diberikan kesempatan untuk memulai tahun dengan membersihkan diri dari dosa-dosa masa lalu.
Pada hadits lain, yang bersumber dari Imam Bukhari, Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk berpuasa pada hari Asyura, yang jatuh pada tanggal 10 Muharram. Nabi bersabda bahwa puasa pada hari Asyura dapat menghapuskan dosa-dosa yang telah lalu. Bahkan, Nabi Muhammad sendiri yang memberikan contoh, dengan berpuasa di bulan tersebut.
وعن ابن عباس رضي الله عنهما قال: "ما رأيتُ النبي صلى الله عليه يتحرَّى صيام يوم فضَّله على غيره إلا هذا اليوم يوم عاشوراء، وهذا الشهر يعني شهر رمضان"؛ رواه البخاري في صحيحه.
Artinya: "Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, dia berkata: 'Aku tidak pernah melihat Nabi SAW sangat memperhatikan untuk berpuasa pada hari yang diautamakan atas hari lainnya kecuali pada hari ini, yaitu hari Asyura, dan pada bulan ini, yaitu bulan Ramadhan,". [HR. Imam Bukhari]
Dengan demikian, keutamaan puasa di bulan Muharram termasuk dalam upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT, membersihkan jiwa dari dosa-dosa, dan memperkuat keimanan umat Islam dalam menghadapi tahun yang baru. Selain itu, bulan Muharram sejatinya adalah awal dari tahun hijriyah, sehingga puasa di bulan ini juga merupakan momentum untuk memulai tahun baru Islam dengan amalan-amalan baik.
Editor: Muhammad Faizin


