Beberapa hari lagi umat Islam akan memasuki pergantian tahun baru hijriah, yakni bulan Muharram, satu dari beberapa bulan istimewa (asyhurul hurum) dalam kalender Islam.
Keistimewaan tersebut terekam dalam sebuah hadits:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَرْفَعُهُ قَالَ سُئِلَ أَيُّ الصَّلَاةِ أَفْضَلُ بَعْدَ الْمَكْتُوبَةِ وَأَيُّ الصِّيَامِ أَفْضَلُ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضَانَ فَقَالَ أَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ الْمَكْتُوبَةِ الصَّلَاةُ فِي جَوْفِ اللَّيْلِ وَأَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضَانَ صِيَامُ شَهْرِ اللَّهِ الْمُحَرَّمِ
Artinya: "Diriwayatkan dari Abu Hurairah berstatus marfu', ia berkata Rasulullah pernah ditanya, "Sholat apakah yang paling utama setelah sholat wajib? dan puasa apakah yang paling utama setelah puasa Ramadlan?", maka beliau menjawab: "Seutama-utama sholat setelah sholat wajib adalah sholat di sepertiga akhir malam, dan seutama-utama puasa setelah puasa Ramadan adalah puasa di Bulan Muharram." (HR. Muslim. 1983).
Terkait penamaan Muharram oleh Syaikh Alamuddin dijelaskan:
ذَكَرَ الشَّيْخُ عَلَمُ الدِّينِ السَّخَاوِيُّ فِي جُزْءٍ جَمَعَهُ سَمَّاهُ الْمَشْهُورُ فِي أَسْمَاءِ الْأَيَّامِ وَالشُّهُورِ أَنَّ الْمُحَرَّمَ سُمِّيَ بِذَلِكَ لِكَوْنِهِ شَهْرًا مُحَرَّمًا، وَعِنْدِي أَنَّهُ سُمِّيَ بِذَلِكَ تَأْكِيدًا لِتَحْرِيمِهِ ؛ لِأَنَّ الْعَرَبَ كَانَتْ تَتَقَلَّبُ بِهِ فَتُحِلُّهُ عَامًا وَتُحَرِّمُهُ عَامًا
Artinya: "Syaikh Alamuddin As-Sakhawi menyebutkan dalam salah satu jilid karya yang beliau kumpulkan, yang diberi judul al-masyhur fi asma-i al ayyam wa asy-syuhur, bahwa dinamakan Muharram karena bulan ini termasuk bulan haram. Sedangkan menurutku (Ibnu Katsir), dinamakan Muharram sebagai penekanan terhadap keharaman berperang di bulan tersebut. Karena kaum Arab dahulu mengubah-ubah urutan bulan ini, mereka menghalalkan perang di suatu tahun lalu mengharamkan di tahun berikutnya” (Tafsir Ibnu Katsir 4/146).
Sementara hadits tentang keistimewaan bulan Muharram juga dapat ditemukan dalam Sunan Abi Dawud, 2429. Sunan Tirmidzi, 438. Annasai 1613. Lantas mengapa puasa bulan Muharram menjadi istimewa setelah puasa Ramadhan?
Merujuk pendapat Syekh Murtadha Azzabidi dalam kitab Ithafus Sadatil Muttaqin bi Syarh Ihya Ulumiddin 256 disebutkan:
وفي الخبر أفضل الصيام بعد شهر رمضان شهر الله المحرم لأنه ابتداء السنة فبناؤها على الخير أحب وأرجى لدوام بركته
Artinya: "Disebutkan dalam satu riwayat bahwa keutamaan puasa setelah Bulan Ramadan adalah puasa Bulan Muharram dikarenakan sebagai permulaan tahun, maka memulai tahun dengan amal kebaikan itu lebih dicintai dan diharapkan kelanggengan barakahnya. "
وقال النووي في زيادات الروضة : أفضل الأشهر للصوم بعد رمضان الأشهر الحرم : ذو القعدة وذو الحجة والمحرم ورجب وأفضلها المحرم ويلي المحرم في الفضيلة شعبان
Artinya: "Imam Nawawi berpendapat dalam kitab Ziyadat Raudhah, keutamaan bulan untuk beribadah puasa setelah Ramadhan adalah bulan-bulan haram (asyhurul hurum), yaitu, Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, Rajab. Namun yang paling utama adalah Muharram dan diikuti Sya'ban."
Dengan demikian, keutamaan puasa di bulan Muharram dikarenakan bulan tersebut merupakan permulaan tahun hijriah yang sebaiknya diisi dengan amal kebaikan, seperti sedekah, terlebih berpuasa sunnah. Selain itu, di bulan Muharram umat Islam dilarang berperang.
Editor: Muhammad Faizin


