Arina.id - Qunut Nazilah merupakan doa yang dibacakan ketika terjadi musibah besar yang menimpa umat Islam. Dalam konteks kekinian, doa ini kembali dianjurkan sebagai bentuk solidaritas spiritual atas tragedi yang terjadi di Iran dan Kawasan Timur Tengah.
Seperti diketahui, saat ini terjadi peningkatan ketegangan di Timur Tengah setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran. Serangan itu pun kemudian dibalas oleh pasukan militer Iran dengan menyerang Israel dan pangkalan-pangkalan militer AS di sejumlah negara di Timur tengah.
Penyerangan tantara Israel dan AS ini memicu kecaman luas dari berbagai negara. Pasalnya, serangan ini bisa memperluas konflik kawasan dan berdampak pada gangguan stabilitas global. Terkait dengan konflik ini, Ormas-ormas Islam di Indonesia menyerukan untuk melakukan qunut nazilah sebagai upaya batin menyelesaikan konflik ini.
Dalam sejarahnya, Muhammad SAW pernah melakukan qunut dalam berbagai keadaan. Salah satunya ketika terjadi musibah besar (nazilah) yang menimpa kaum Muslimin.
Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah berqunut pada lima waktu sholat ketika terjadi tragedi pembantaian 70 sahabat penghafal Al-Qur’an di peristiwa Bi’r al-Ma’unah. Saat itu, beliau mendoakan keselamatan bagi kaum mustadh‘afin (kaum tertindas) dan memohon pertolongan Allah.
Hukum dan Waktu Pelaksanaan
Menurut Imam Syafi’i, qunut nazilah disunahkan pada setiap sholat fardhu lima waktu ketika terjadi musibah besar. Bacaan dilakukan pada rakaat terakhir setelah rukuk. Baik imam maupun orang yang sholat sendirian (munfarid) dianjurkan membacanya. Adapun makmum cukup mengaminkan doa yang dibacakan imam. Di Indonesia, praktiknya sering dilakukan seperti qunut Subuh, lalu ditambah dengan doa khusus sesuai musibah yang terjadi.
Bacaan Doa Qunut Nazilah
Selain doa qunut yang biasa dibaca, umat Islam dianjurkan menambahkan doa yang pernah dibaca oleh Sayyidina Umar dan Ibnu Umar RA, sebagaimana berikut:
اللَّهُمَّ إنَّا نَسْتَعِينُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ وَنَسْتَهْدِيكَ وَنُؤْمِنُ بِكَ وَنَتَوَكَّلُ عَلَيْكَ وَنُثْنِي عَلَيْكَ الْخَيْرَ كُلَّهُ نَشْكُرَكَ وَلَا نَكْفُرُكَ وَنَخْلَعُ وَنَتْرُكُ مَنْ يَفْجُرُكَ اللَّهُمَّ إيَّاكَ نَعْبُدُ وَلَك نُصَلِّي وَنَسْجُدُ وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ نَرْجُو رَحْمَتَك وَنَخْشَى عَذَابَكَ إنَّ عَذَابَك الْجِدَّ بِالْكُفَّارِ مُلْحَقٌ
Artinya: “Tuhan kami, kami memohon bantuan-Mu, meminta ampunan-Mu, mengharap petunjuk-Mu, beriman kepada-Mu, bertawakkal kepada-Mu, memuji-Mu, bersyukur dan tidak mengingkari atas semua kebaikan-Mu, dan kami menarik diri serta meninggalkan mereka yang mendurhakai-Mu. Tuhan kami, hanya Kau yang kami sembah, hanya kepada-Mu kami hadapkan sholat ini dan bersujud, hanya kepada-Mu kami berjalan dan berlari. Kami mengaharapkan rahmat-Mu. Kami takut pada siksa-Mu karena siksa-Mu yang keras itu akan menimpa orang-orang kafir.”
اللَّهُمَّ عَذِّبْ الْكَفَرَةَ وَالْمُشْرِكِينَ أَعْدَاءَ الدِّينِ الَّذِينَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِك وَيُكَذِّبُونَ رُسُلَك وَيُقَاتِلُونَ أَوْلِيَاءَك اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ إنَّك قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ اللَّهُمَّ أَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَاجْعَلْ فِي قُلُوبِهِمْ الْإِيمَانَ وَالْحِكْمَةَ وَثَبِّتْهُمْ عَلَى مِلَّةِ نَبِيِّك وَرَسُولِك وَأَوْزِعْهُمْ أَنْ يُوفُوا بِعَهْدِك الَّذِي عَاهَدْتهمْ عَلَيْهِ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّهِمْ وَعَدُوِّك إلَهَ الْحَقِّ وَاجْعَلْنَا مِنْهُمْ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Artinya: “Tuhan kami, jatuhkan azab-Mu kepada orang-orang kafir dan musyrik, (mereka) musuh-musuh agama yang berupaya menghalangi orang lain dari jalan-Mu, mereka yang mendustakan rasul-Mu, dan mereka yang memusuhi kekasih-kekasih-Mu. Ya Allah, ampunilah hamba-hamba-Mu yang beriman laki-laki dan perempuan, kaum muslimin dan muslimat, baik yang hidup maupun yang sudah wafat. Sungguh, Engkau maha dekat dan pendengar segala munajat. Tuhanku, damaikan pertikaian di antara kaum muslimin, bulatkan hati mereka, masukkan kekuatan iman dan hikmah di qalbu mereka, tetapkan mereka di jalan nabi dan rasul-Mu, ilhami mereka untuk memenuhi perjanjian yang telah Kauikat dengan mereka, bantulah mereka mengatasi musuh mereka dan seteru-Mu. Wahai Tuhan hak, masukkanlah kami ke dalam golongan mereka itu. Semoga shalawat dan salam Allah tercurah kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabatnya.”
Tata Cara Pelaksanaan Qunut Nazilah
Secara umum, tata cara qunut nazilah adalah sebagai berikut:
- Dibaca pada rakaat terakhir setelah rukuk dalam setiap sholat fardhu.
- Disunahkan mengangkat kedua tangan saat membaca doa.
- Pada sholat Zuhur dan Asar dibaca pelan (sir), sedangkan pada Subuh, Magrib, dan Isya dibaca keras (jahr).
- Imam boleh mengubah kata ganti tunggal menjadi jamak, sedangkan makmum cukup mengaminkan.
Doa Qunut dari PBNU untuk Kondisi di Timur Tengah
Menyikapi kondisi di Timur Tengah, PBNU menginstruksikan doa qunut nazilah yang tertuang dalam surat tertanggal 1 Maret 2026 atau bertepatan 11 Ramadhan 1447 H. Surat tersebut berisi berisi instruksi agar seluruh struktur NU kembali mengamalkan doa qunut nazilah sebagai bentuk ikhtiar spiritual atas situasi yang mencemaskan dan konflik kemanusiaan di berbagai belahan dunia, termasuk eskalasi serangan Israel ke Iran.
Qunut nazilah ini dibaca pada rakaat terakhir dalam setiap sholat fardhu, termasuk sholat Jumat. Doa qunut nazilah ini tidak didahului dengan doa qunut yang pada umumnya dibaca waktu Subuh. Khusus ketika dibaca dalam sholat Subuh, maka doa qunut Nazilah dibaca setelah doa qunut Subuh.
Berikut bacaan doa qunut tersebut:
اللَّهُمَّ ٱلْعَنِ الْكَفَرَةَ الَّذِينَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِكَ، وَيُكَذِّبُونَ رُسُلَكَ، وَيُقَاتِلُونَ أَوْلِيَاءَكَ. اللَّهُمَّ اشْدُدْ وَطْأَتَكَ عَلَيْهِمْ، وَاجْعَلْ عَلَيْهِمْ رِجْزَكَ وَعَذَابَكَ. اللَّهُمَّ خَالِفْ بَيْنَ كَلِمَاتِهِمْ، اللَّهُمَّ شَتِّتْ شَمْلَهُمْ، اللَّهُمَّ مَزِّقْ جَمْعَهُمْ، اللَّهُمَّ زَلْزِلْ أَقْدَامَهُمْ، وَأَنْزِلْ بِهِمْ بَأْسَكَ الَّذِي لَا تَُردُّهُ عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِينَ. وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
Artinya: “Ya Allah, laknatilah orang-orang kafir yang menghalangi dari jalan-Mu, yang mendustakan para rasul-Mu, dan yang memerangi para wali-Mu. Ya Allah, beratkanlah tekanan-Mu atas mereka, dan timpakanlah kepada mereka azab dan siksa-Mu. Ya Allah, cerai-beraikanlah persatuan mereka. Ya Allah, porak-porandakanlah kebersamaan mereka. Ya Allah, hancurkanlah kumpulan mereka. Ya Allah, goncangkanlah kaki-kaki mereka (lemahkanlah kedudukan mereka), dan turunkanlah kepada mereka siksa-Mu yang tidak dapat ditolak dari kaum yang berdosa. Dan semoga Allah melimpahkan shalawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, beserta keluarga dan para sahabatnya, serta salam."
Editor: Muhammad Faizin


