Arina.id - Puasa merupakan salah satu bentuk tindakan detoksifikasi dari toksin yang bisa merusak organ tubuh manusia. Puasa juga bisa menurunkan kadar kalori dan gula darah dalam tubuh manusia sehingga orang yang berpuasa merasa lebih sehat dan tidak rentan dengan penyakit. Bahkan tidak jarang orang menjadikan puasa sebagai program diet disamping sebagai suatu peribadatan.
Rasulullah bersabda dalam sebuah hadits riwayat Abu Nu’aim al-Isfahani no. 113 berikut:
عَن أَبِي هُرَيرة، قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: صوموا تصحوا
Artinya: "Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah bersabda “puasalah kalian semua, maka kalian akan sehat”. (al-Thibbun Nabawi, [Beirut: Dar Ibnu Hazm, 2006], juz 1, hal. 236.).
Akan tetapi, terkadang seseorang merasakan tidak ada perubahan dari bentuk tubuhnya ketika dia melakukan ibadah puasa khususnya di bulan Ramadan. Baik perubahan dari berat badan ataupun lingkar perut yang tidak kunjung mengecil.
Kebanyakan orang ketika puasa di bulan Ramadan hanya mengganti jadwal makan dan minumnya saja yang asalnya pagi menjadi petang. Seharusnya seseorang tidak mengkonsumsi banyak asupan makanan untuk mengistirahatkan pencernaan dengan tidur pulas di malam hari. Akan tetapi pada kenyataannya tidak demikian.
Kebanyakan orang menjalani puasa dengan memperbanyak tidur di siang hari tanpa aktivitas padat seperti di luar bulan Ramadan. Mereka tidak sadar jika lambung tidak bekerja maksimal ketika seseorang dalam keadaan tertidur dan tidak terjadi pembakaran kalori yang maksimal dalam tubuhnya.
Imam al-Ghazali menyebutkan salah satu upaya untuk menggapai kesempurnaan dalam ibadah puasa adalah tidak memperbanyak makan ketika waktu berbuka hingga terlalu kenyang. Berikut Catatannya:
وَكَيْفَ يُسْتَفَادُ مِنَ الصَّوْمِ قَهْرُ عَدُوِّ اللَّهِ وَكَسْرُ الشَّهْوَةِ إِذَا تَدَارَكَ الصَّائِمُ عِنْدَ فِطْرِهِ مَا فَاتَهُ ضَحْوَةَ نَهَارِهِ وَرُبَّمَا يَزِيدُ عَلَيْهِ فِي أَلْوَانِ الطَّعَامِ حَتَّى اسْتَمَرَّتِ العادات بأن تدخر جميع الأطعمة لرمضان فيؤكل من الأطعمة فِيهِ مَا لَا يُؤْكَلُ فِي عِدَّةِ أَشْهُرٍ. وَمَعْلُومٌ أَنَّ مَقْصُودَ الصَّوْمِ الْخَوَاءُ وَكَسْرُ الْهَوَى لِتَقْوَى النَّفْسُ عَلَى التَّقْوَى وَإِذَا دُفِعَتِ الْمَعِدَةُ مِنْ ضَحْوَةِ نَهَارٍ إِلَى الْعِشَاءِ حَتَّى هَاجَتْ شَهْوَتُهَا وَقَوِيَتْ رَغْبَتُهَا ثُمَّ أُطْعِمَتْ مِنَ اللَّذَّاتِ وَأُشْبِعَتْ زَادَتْ لَذَّتُهَا وَتَضَاعَفَتْ قُوَّتُهَا وَانْبَعَثَ مِنَ الشَّهَوَاتِ مَا عَسَاهَا كَانَتْ رَاكِدَةً لَوْ تُرِكَتْ عَلَى عَادَتِهَا
Artinya: "Bagaimana seseorang bisa mengoptimalkan puasanya untuk memerangi musuh Allah dan memecah hawa nafsu jika dia melakukan hal yang tidak dilakukan di siang hari, bahkan terkadang terlalu banyak macam makanan yang dia makan di malam hari, hingga menjadi suatu kebiasaan di bulan Ramadan. Dia menulis daftar semua makanan sehingga dia memakan makanan yang tidak pernah di makan di selainnya. Telah diketahui bahwa tujuan utama puasa adalah lapar dan pengendalian syahwat untuk memperkuat diri menjalani ketakwaan. Ketika perut tidak diberi asupan dari pagi sampai isya hingga syahwatnya bergejolak dan keinginannya menguat, kemudian diberi makanan lezat hingga kenyang, maka kenikmatannya semakin bertambah, kekuatannya berlipat ganda sehingga mampu membangkitkan syahwat yang tertidur jika tidak diberi asupan makanan hingga kenyang."
فَرُوحُ الصَّوْمِ وَسِرُّهُ تَضْعِيفُ الْقُوَى الَّتِي هِيَ وَسَائِلُ الشَّيْطَانِ فِي الْعَوْدِ إِلَى الشرور ولن يحصل ذلك إلا بالتقليل وهو أن يأكل أكلته التي كان يأكلها كل ليلة لو لم يصم. فأما إذا جمع ما كان يأكل ضحوة إلى ما كان يأكل ليلاً فلم ينتفع بصومه بل من الآداب أن لا يكثر النوم بالنهار حتى يحس بالجوع والعطش ويستشعر ضعف القوي فيصفو عند ذلك قلبه ويستديم في كل ليلة قدراً من الضعف حتى يخف عليه تهجده وأوراده فعسى الشيطان أن لا يحوم على قلبه فينظر إلى ملكوت السماء
Artinya: "Kebahagiaan dan rahasia puasa adalah melemahkan syahwat, sebagai media setan untuk kembali melakukan kejahatan, hal itu tidak bisa terwujud kecuali hanya dengan meminimalisir asupan makanan, yakni menyedikitkan makan malam seperti ketika tidak puasa. Jika dia mengumpulkan porsi makan siang di porsi makan malam, maka tidak ada manfaat dalam puasanya secara batin. Bahkan salah satu etika berpuasa adalah tidak memperbanyak tidur siang hingga dia merasakan lapar dan dahaga dan lemahnya hawa nafsu sehingga menyebabkan hatinya bersih, dan hal itu jadikan rutinitas setiap malam sehingga dia mudah untuk bertahajud dan berdzikir, dan setan tidak bisa menguasai hatinya, sehingga dia mampu melihat kekuasaan Allah di langit." (Ihya’ Ulumuddin, [Beirut: Darul Kutub Ilmiyah, 2016], juz 1, hal. 331.).
Al-Ghazali jelas mengingatkan dengan tegas orang yang terlalu kenyang ketika berbuka, berpuasa hanya sebagai peralihan jam makan dari siang menjadi malam dan menggabungkan porsi makan siang dan malam menjadi satu waktu yakni di malam hari. Sebab hal ini tidak memenuhi faidah dan tujuan utama dari berpuasa yakni melemahkan dan mengendalikan syahwat.
Jika seseorang mampu mempraktikkan arahan al-Ghazali untuk mengatur pola makan ketika puasa khususnya di bulan Ramadan, maka dia akan bisa mengalami penurunan berat badan dan bisa melakukan defisit kalori hingga dia merasakan peningkatan kesehatan dalam tubuhnya.
Jadi tindakan yang bisa dilakukan untuk mengurangi berat badan saat puasa adalah menerapkan pola makan yang tidak terlalu menyiksa perut. Tidak menambah asupan makanan setelah berbuka puasa, (mindho-jawa) hingga menjelang sahur, dan menghindari porsi tidur di pagi dan siang. Wallahu a'lam bish shawab.
Editor: Muhammad Faizin


