Dark
Light
Dark
Light

2 Kebahagiaan Orang Puasa menurut Nabi Muhammad SAW

2 Kebahagiaan Orang Puasa menurut Nabi Muhammad SAW

Arina.id - Puasa merupakan salah satu ibadah yang memiliki keutamaan besar dalam Islam. Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah, puasa juga memberikan manfaat spiritual dan fisik bagi yang menjalankannya. Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadits menyebutkan bahwa orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan, yakni kebahagiaan saat berbuka puasa dan kebahagiaan saat kelak bertemu dengan Allah SWT.

Dalam Sahih Muslim, disebutkan bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ،  الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعمِائَة ضِعْفٍ، قَالَ اللهُ  عَزَّ وَجَلَّ: إِلَّا الصَّوْمَ، فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ،  يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي" " لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ: فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ، وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ

Artinya: “Setiap amal manusia akan dilipatgandakan pahalanya. Satu kebaikan akan dibalas dengan 10 bahkan 700 kali lipat kebaikan. Allah SWT berfirman: ‘Kecuali puasa, sesungguhnya puasa adalah untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya. Dia (orang yang berpuasa) meninggalkan hawa nafsu dan makananku karena (taat kepada)’. Bagi yang berpuasa, akan mendapatkan kebahagiaan, yakni kebahagiaan saat berbuka dan kebahagiaan saat bertemu dengan Tuhan-Nya”.

Kebahagiaan ketika Berbuka

Kebahagiaan pertama bagi seseorang yang berpuasa ialah kebahagiaan ketika berbuka. Setelah menahan lapar dan dahaga sepanjang hari, seseorang merasakan nikmat yang luar biasa saat berbuka. Ini bukan hanya sekadar kebahagiaan fisik, tetapi juga kebahagiaan batin karena telah berhasil menjalankan perintah Allah dengan sabar.

Setelah menahan diri dari makan dan minum sepanjang hari, seseorang dapat merasakan betapa besar nikmat yang diberikan Allah. Rasa syukur ini semakin meningkat saat berbuka, karena menyadari bahwa makanan dan minuman adalah anugerah yang begitu berarti dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, berbuka puasa bukan hanya tentang mengisi kembali energi, tetapi juga tentang menikmati makanan dengan penuh kesadaran dan keberkahan. Sunah Rasulullah SAW menganjurkan untuk berbuka dengan kurma dan air sebagai bentuk kesederhanaan dan mengikuti teladan beliau.

Pada saat berbuka puasa, kita juga masih diberi pelajaran untuk tetap mengendalikan diri -yang merupakan intisari dari ibadah puasa- yakni jangan sampai berlebihan ketika sedang berbuka puasa. Semua dari kita pasti pernah merasakan bahwa ketika kita kalap saat berbuka puasa dengan memakan banyak makanan dan minum yang berlebihan justru akan membuat perut kita terasa sesak atau “begah” dan merusak kebahagiaan dari buka puasa itu sendiri.

Berbuka puasa juga bisa dijadikan sebagai tanda keberhasilan dalam menunaikan salah satu ibadah utama di bulan Ramadan. Perasaan bahagia muncul karena telah berhasil menahan hawa nafsu dan menjalankan perintah Allah dengan sabar dan ikhlas.

Dengan demikian, kebahagiaan saat berbuka puasa bukan hanya berasal dari makanan dan minuman, tetapi juga dari perasaan syukur, keberkahan, dan kedekatan dengan Allah SWT. Momen ini menjadi bukti nyata bahwa ibadah puasa membawa ketenangan jiwa dan kebahagiaan yang sejati bagi setiap Muslim.

Kebahagiaan Ketika Bertemu dengan Allah

Kebahagiaan kedua yang lebih besar adalah ketika seorang mukmin bertemu dengan Allah SWT di akhirat. Orang yang berpuasa dengan ikhlas akan mendapatkan pahala yang besar dari Allah SWT. Sebagaimana telah disebutkan pada hadits qudsi di awal tulisan, bahwa pahala seseorang yang telah berpuasa hanya Allah yang mengetahui dan akan diberikan secara langsung.

Artinya, puasa memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan ibadah lainnya. Kebahagiaan bertemu dengan Allah adalah ganjaran terbesar bagi orang yang berpuasa dengan penuh keimanan dan keikhlasan.

Dengan demikian, puasa tidak hanya memberikan manfaat di dunia tetapi juga di akhirat. Dua kebahagiaan ini menjadi motivasi bagi umat Islam untuk menjalankan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan dan kesabaran, demi mendapatkan ridha Allah SWT dan meraih kebahagiaan sejati.

Semoga kita senantiasa bisa ber-istiqamah dalam melaksanakan ibadah puasa, khususnya puasa wajib di bulan Ramadan ini. Amin. Wallahu a'lam bish shawab.


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Syariah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo