Arina.id - Di era digital saat ini, di mana interaksi sosial banyak terjadi di media sosial, penting bagi kita untuk menjaga komentar dan tulisan layaknya menjaga lisan. Menghindari ghibah, fitnah, dan ujaran buruk lainnya adalah suatu keharusan.
Berdasarkan hadits Rasulullah, beliau mengingatkan bahwa satu kalimat yang diucapkan tanpa disadari bisa mengangkat derajat seseorang di sisi Allah. Sementara kalimat lain yang dimurkai Allah bisa menjerumuskannya ke neraka Jahanam. Hal ini menunjukkan betapa besar dampak dari setiap perkataan yang diucapkan.
Bahkan Rasulullah pernah menegur siti Aisyah yang mengomentari fisik orang lain (body shaming). Hadits berkenaan dengan pentingnya menjaga komentar termuat dalam riwayat Sahih Imam Bukhari no. 6478 dan Sunan Imam Ibnu Majah no. 3970:
إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ رِضْوَانِ اللّٰهِ لَا يُلْقِيْ لَهَا بَالًا يَرْفَعُهُ اللّٰهُ بِهَا دَرَجَاتٍ، وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ سَخَطِ اللّٰهِ لَا يُلْقِيْ لَهَا بَالًا يَهْوِيْ بِهَا فِيْ جَهَنَّمَ
Artinya: "Seseorang bisa saja mengucapkan satu kalimat yang disukai Allah tanpa menyadarinya, lalu karena kalimat itu, Allah mengangkat derajatnya. Sebaliknya, ada juga orang yang mengucapkan satu kalimat yang dibenci Allah tanpa ia sadari, dan kalimat itulah yang menjerumuskannya ke dalam neraka."
Senada dengan hal itu, Rasulullah juga bersabda:
ثَكِلَتْكَ أُمُّكَ، وَهَلْ يَكُبَّ النَاسُ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوْهِهِمْ –أَوْ قَالَ : عَلىَ مَنَاخِرِهِمْ – إِلاَّ حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ . [رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح]
Artinya: "Alangkah sedihnya ibumu wahai Mu'adz, bukankah manusia dilemparkan ke dalam neraka dengan keadaan tersungkur mukanya tidak lain karena hasil buah lisannya?" (HR. At-Tirmidzi no. 2616)
Hadits dari Imam At-Tirmidzi ini menegaskan bahwa banyak orang dilemparkan ke neraka karena lisan mereka. Ini mengisyaratkan bahwa setiap kata yang kita ucapkan, atau yang sekarang kita ketik, memiliki konsekuensi yang serius. Apalagi di era medsos seperti sekarang ini.
Inilah 6 Tips Berkomentar dalam Medsos
Mengingat berkomentar sembarangan di medsos beresiko dapat menyakiti perasaan orang lain, maka dari uraian ini dapat disimpulkan 6 tips saat berkomentar di media sosial, yaitu:
- Berhati-hati dalam lisan dan tulisan. Ini sebagai tanggung jawab moral dan spiritual dalam Islam, apa yang kita ucapkan dan tulis sangat berpengaruh terhadap nasib akhir kita, baik di dunia maupun di akhirat. Ucapan yang diridhai Allah akan mengangkat derajat, sementara ucapan yang dimurkai Allah dapat menjerumuskan seseorang ke neraka.
- Tidak mudah berkomentar tentang apa pun yang sedang viral di medsos yang dapat menyebabkan ghibah (menggunjing), adu domba, namimah (mengadu-domba), atau hal buruk lainnya yang dapat merusak hubungan sosial dan menimbulkan dosa.
- Berpedoman teguh pada Al-Quran, hadits Nabi Muhammad, dan nasihat para ulama saleh.
- Pilih kata-kata yang santun dan tidak provokatif.
- Mampu menahan diri dan mengendalikan emosi.
- Tabayun atau klarifikasi secara personal jika ada persoalan genting yang masih belum tuntas.
Kesimpulannya, menjaga lisan dan tulisan merupakan bentuk ibadah dan kewajiban dalam Islam. Kita diajak untuk selalu sadar dan berhati-hati dalam setiap ucapan dan tulisan, menghindari hal-hal yang dapat menyakiti hati orang lain, serta selalu mengedepankan etika dan rasa hormat dalam komunikasi. Dengan begitu, kita tidak hanya menjaga hubungan dengan sesama manusia, tetapi juga menjaga hubungan kita dengan Allah. Wallahu a'lam.
Editor: Muhammad Faizin


