Bagi umat Islam, Jumat bukan sekadar hari di kalender. Hari ini memiliki makna religius yang mendalam, menjadikannya hari suci dan penuh berkah. Keistimewaan ini bukan tanpa alasan. Banyak sekali rahasia dan peristiwa penting dalam sejarah Islam yang terjadi pada hari Jumat.
Imam Jalaluddin Suyuthi dalam kitab Nurul Lum’ah fi Khashaish Jum’ah, halaman 7 menyebutkan keutamaan hari Jumat. Pada artikel ini dijelaskan 5 keutamaan hari Jumat yang sangat besar dan luas.
1. Jumat Hari Raya Umat Islam
Imam Suyuthi, menjelaskan bahwa hari Jumat adalah hari yang istimewa bagi umat Islam. Dinilai sebagai hari raya, umat Islam dianjurkan untuk melakukan persiapan khusus seperti mandi, memakai minyak wangi, dan bersiwak sebelum berangkat sholat Jumat.
Sejatinya, pelbagai persiapan-persiapan ini melambangkan kesucian dan kesungguhan dalam menyambut hari raya dan menjalankan ibadah. Umat Islam diajak untuk datang ke masjid dengan penuh khusyuk dan menghormati kesucian hari Jumat.
Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis Nabi yang bersumber dari Ibnu Abbas berikut;
عن ابن عباس قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: "إن هذا يوم عيد، جعله الله للمسلمين، فمن جاء إلى الجمعة فليغتسل، وإن كان طيب فليمس منه، وعليكم بالسواك"
Artinya: "Dari Abdullah bin Abbas, Rasulullah saw bersabda: "Sesungguhnya hari ini adalah hari raya yang telah dijadikannya Allah untuk kaum muslimin. Barangsiapa yang datang ke hari Jumat, hendaklah dia mandi. Dan jika dia memakai minyak wangi, hendaklah dia memakainya. Dan bersiwaklah kalian." [HR. Ibnu Majah].
2. Hari Jumat Sayyidul Ayyam
Menurut Imam Jalaluddin Suyuthi, hari Jumat mendapat julukan istimewa Sayyidul Ayyam (penghulu hari) karena memiliki beberapa keistimewaan. Pertama, pada hari Jumat Nabi Adam diciptakan dan diturunkan ke bumi, menandai awal kehidupan manusia. Kedua, hari Jumat diyakini sebagai hari di mana kiamat akan terjadi.
Lebih lanjut, Imam Suyuthi memperkuat keistimewaan hari Jumat dengan mengutip hadis dari Imam Hakim dalam kitab al-Mustadrak. Hadits tersebut menjelaskan bahwa Rasulullah saw menyebut hari Jumat sebagai hari yang paling mulia di antara hari-hari lainnya, bahkan lebih mulia dari Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha. Keistimewaan-keistimewaan inilah yang menjadikan hari Jumat sebagai hari yang paling penting dan mulia bagi umat Islam.
سيد الأيام يوم الجمعة وفيه تقوم الساعة
Artinya: "Penghulu Hari adalah hari Jumat dan pada hari itu kiamat akan terjadi."
Selanjutnya, pada hadits Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, disebutkan bahwa hari terbaik yang disinari matahari adalah hari Jumat. Keistimewaan hari Jumat ini bukan hanya karena merupakan hari suci bagi umat Islam, tetapi juga karena pada hari itu terdapat banyak peristiwa penting dalam sejarah manusia.
Pada hari Jumat, Nabi Adam as diciptakan, dimasukkan ke dalam surga, dan dikeluarkan darinya. Di hari Jumat pula, kiamat akan terjadi. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan saleh di hari Jumat, seperti membaca Al-Kahfi, bersedekah, dan menghadiri shalat Jumat.
"خير يوم طلعت عليه الشمس يوم الجمعة، فيه خلق آدم، وفيه أدخل الجنة، وفيه أخرج منها، ولا تقوم الساعة إلا في يوم الجمعة
Artinya: "Hari terbaik yang disinari matahari adalah hari Jumat. Pada hari itu, Adam diciptakan, dimasukkan ke surga, dan dikeluarkan darinya. Dan kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jumat." [H.R Muslim].
Imam Nawawi dalam kitab Syarah Shahih Muslim, Jilid VI, halaman 142 menjelaskan bahwa keluarnya Adam dan Hawa dari surga bukan kutukan, melainkan keutamaan. Hal ini merupakan awal mula keberadaan keturunan manusia, para rasul, nabi, orang-orang saleh, dan para wali.
Lebih lanjut, Abu Bakar bin Al-A’zami dalam kitabnya Al-Ahwazi menambahkan bahwa Adam dan Hawa tidak diusir dari surga, melainkan keluar untuk memenuhi kebutuhan. Keluarnya mereka dari surga menjadi awal mula proses penebusan dosa dan pemurnian diri, yang pada akhirnya akan mengantarkannya kembali ke surga.
Kedua ulama ini menekankan bahwa keluarnya Adam dan Hawa dari surga bukan peristiwa tragis, melainkan bagian dari rencana Allah swt yang penuh hikmah dan rahmat. Setiap peristiwa memiliki makna dan tujuannya sendiri, dan Allah swt adalah Pencipta yang Maha Bijaksana dan Maha Pengasih.
وقال أبو بكر بن العزى في كتابه الأحوذي في شرح الترمذي الجميع من الفضائل وخروج آدم من الجنة هو سبب وجود الذرية وهذا النسل العظيم ووجود الرسل والأنبياء والصالحين والأولياء ولم يخرج منها طردا بل لقضاء أوطار ثم يعود إليها
Artinya: "Abu Bakar bin Al-A’zami berkata dalam kitabnya "Al-A’hwazi" dalam syarah Tirmidzi: Semua itu termasuk keutamaan, dan keluarnya Adam dari surga adalah sebab keberadaan keturunan, keturunan yang agung ini, dan keberadaan para rasul, nabi, orang-orang saleh, dan para wali. Dia tidak keluar dari surga dengan diusir, tetapi untuk memenuhi kebutuhan, kemudian dia akan kembali ke sana." [Imam Nawawi, Syarah Shahih Muslim, Jilid VI, halaman 142].
3. Hari Pengampunan [Maghfirah]
Hari Jumat merupakan hari yang istimewa bagi umat Islam, sebagaimana yang dijelaskan dalam Hadits riwayat Imam Thabrani dan dikutip oleh Imam Jalaluddin Suyuthi. Di hari ini, Allah Ta’ala memberikan ampunan bagi dosa-dosa umat Islam yang beriman dan beramal saleh.
Oleh karena itu, dianjurkan bagi umat Islam untuk memperbanyak amal saleh di hari Jumat. Amalan-amalan yang dapat dilakukan antara lain sholat Jumat, bersedekah, dan membaca Al-Qur’an. Dengan memperbanyak amal saleh di hari Jumat, diharapkan Allah Ta’ala akan memberikan limpahan rahmat dan keberkahan.
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: "إن الله تبارك وتعالى ليس بتارك أحدا من المسلمين يوم الجمعة إلا غفر له
Artinya: "Dari Rasulullah saw bersabda: "Allah Ta’ala tidak akan meninggalkan seorang pun dari kaum muslimin di hari Jumat, melainkan Dia akan mengampuninya." [HR. Thabrani]
4. Hari Pembebasan dari Api Neraka
Dalam Hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim menjelaskan tentang keistimewaan hari dan malam Jumat. Di hari yang mulia ini, Allah swt membuka pintu ampunan selebar-lebarnya bagi hamba-Nya. Setiap jamnya, Allah membebaskan enam ratus orang dari siksa api neraka. Ini merupakan kesempatan besar bagi umat Islam untuk meraih rahmat dan ampunan Allah.
عن أنس، قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم إن يوم الجمعة، وليلة الجمعة أربعة وعشرون ساعة ليس فيها ساعة إلا ولله فيها ستمائة عتيق من النار كلهم قد استوجبوا النار.
Artinya: "Dari Anas bin Malik RA, beliau berkata: Rasulullah saw bersabda, "Sesungguhnya hari Jumat dan malam Jumat memiliki dua puluh empat jam, tidak ada satu jam pun di dalamnya kecuali Allah membebaskan di dalamnya 600 orang dari api neraka. Mereka semua telah diwajibkan masuk neraka."[HR. Imam Bukhari]
5. Hari Doa Diijabah Allah
Imam Jalaluddin Suyuthi menjelaskan bahwa hari Jumat merupakan hari yang dianggap istimewa dalam Islam karena di dalamnya terdapat satu waktu yang amat diberkahi. Diriwayatkan bahwa tidak ada waktu lain pada hari itu yang sama dengan waktu saat seorang hamba Muslim berdiri untuk sholat memohon kepada Allah dengan sungguh-sungguh, kecuali bahwa Allah akan memberikan apa yang dimintanya.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah saw bahkan pernah mengisyaratkan keistimewaan waktu tersebut dengan menyempitkan jari-jarinya, menunjukkan pentingnya memanfaatkan momen tersebut untuk berdoa dan memohon kepada Allah.
عن أبي هريرة أن رسول الله صلى الله عليه وسلم ذكر يوم الجمعة، فقال: فيه ساعة لا يوافقها عبد مسلم، وهو قائم يصلي يسأل الله شيئا إلا أعطاه إياه، وأشار بيده يقللها.
Artinya: "Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw menyinggung tentang hari Jumat, beliau bersabda: "Di dalamnya terdapat satu waktu yang tidak dijumpai oleh seorang hamba Muslim yang sedang berdiri sholat memohon kepada Allah sesuatu melainkan Allah akan memberikannya kepadanya," dan beliau mengisyaratkan dengan tangannya, menyempitkannya". [HR. Imam Bukhari dan Muslim].
Menurut Ibnu Hajar al-Asqallani dalam kitab Fathul Bari, Jilid II, halaman 482, terdapat setidaknya 42 waktu mustajab untuk berdoa pada hari Jumat. Para ulama pun telah menjelaskan mengenai waktu-waktu tersebut, seperti waktu ketika khatib naik ke atas mimbar, di antara dua khutbah, dan selepas shalat Jumat, dan sebagainya.
Oleh karena itu, seorang Muslim seyogianya berusaha dengan sungguh-sungguh untuk memohon pertolongan Allah pada hari mulia tersebut. Dengan penuh keyakinan dan keikhlasan, berdoalah dengan sepenuh hati agar Allah swt mengabulkan doa-doa kita. Manfaatkan momen istimewa ini untuk meraih rahmat dan karunia-Nya.
قال : فتكون ساعة الإجابة واحدة منها لا بعينها ، فيصادفها من اجتهد في الدعاء في جميعها والله المستعان . وليس المراد من أكثرها أنه يستوعب جميع الوقت الذي عين ،
Artinya: "Ibnu Batthal berkata; "Maka waktu ijabah adalah salah satu dari waktu-waktu tersebut, tidak bisa ditentukan secara pasti. Orang yang bersungguh-sungguh dalam berdoa di semua waktu tersebut akan menemuinya. Dan yang dimaksud dengan "banyak" bukanlah menghabiskan seluruh waktu yang ditentukan." [Ibnu Hajar al-Asqallani, Fathul Bari, Jilid II, [Makkah; Dar Rayyan lit Turats, tt] halaman 482].
Keterangan tentang keutamaan Hari Jumat ini disarikan dari kitab Nurul Lum’ah fi Khashaish Jum’ah, [Beirut: darl Kutub Ilmiyah, 1987] halaman 7 karya Imam Jaluddin Asy Suyuthi. Seyogianya, kita memanfaatkan hari Jumat ini untuk memperbanyak amal ibadah pada Allah.
Editor: Muhammad Faizin


