Dark
Light
Dark
Light

Utama Mana? Sholat Sendiri Khusyuk, Berjamaah Tak Khusyuk

Utama Mana? Sholat Sendiri Khusyuk, Berjamaah Tak Khusyuk

Arina.id – Melaksanakan sholat secara berjamaah merupakan salah satu syiar besar dalam Islam. Rasulullah menjanjikan pahala yang berlipat ganda bagi mereka yang menunaikan sholat berjamaah dibandingkan sholat sendirian.

Namun, sebagian orang merasa sulit untuk khusyuk dalam sholat berjamaah karena terganggu oleh suasana masjid yang ramai, mulai dari suara anak-anak, jamaah yang berbisik, hingga lalu lintas di sekitar masjid.

Lantas, manakah yang lebih utama: sholat sendirian dengan khusyuk, atau sholat berjamaah tapi tidak khusyuk?

Makna Khusyuk dalam Sholat Menurut Ulama

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT menegaskan pentingnya kekhusyukan dalam sholat sebagaimana firman-Nya:

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُوْنَ. الَّذِيْنَ هُمْ فِيْ صَلاَتِهِمْ خَاشِعُوْنَ

Artinya: "Sungguh, beruntunglah orang-orang mukmin, yaitu mereka yang khusyuk dalam sholatnya." (QS. Al-Mu’minun: 1–2)

Menurut Syekh Alauddin Ali bin Muhammad bin Ibrahim Al-Khazin, khusyuk berarti memusatkan hati dan pikiran hanya kepada Allah, serta merenungi setiap bacaan Al-Qur’an dan dzikir yang diucapkan. Sedangkan Syekh Wahbah Az-Zuhaili menjelaskan bahwa khusyuk dalam sholat adalah bentuk kerendahan diri, kepasrahan, dan rasa takut kepada Allah SWT yang berpusat di hati. Bila hati khusyuk, seluruh anggota tubuh pun akan turut tunduk dan tenang.

Dari dua pandangan ini dapat dipahami bahwa khusyuk bukan sekadar formalitas gerakan, melainkan keadaan batin yang tenang, fokus, dan penuh kesadaran akan kehadiran Allah dalam setiap rakaat sholat.

Sholat berjamaah memiliki keutamaan luar biasa. Rasulullah bersabda bahwa pahala sholat berjamaah lebih besar 27 derajat dibandingkan sholat sendirian. Selain itu, berjamaah juga berfungsi mempererat ukhuwah, memperkuat solidaritas, serta menjadi bentuk nyata syiar Islam.

Perbedaan Pendapat Ulama tentang Sholat Khusyuk dan Sholat Berjamaah

Para ulama berbeda pendapat dalam menentukan mana yang lebih utama antara sholat berjamaah tanpa khusyuk dan sholat sendirian dengan khusyuk.

Menurut sebagian ulama seperti Imam Ibn Hajar Al-Haitami dan Imam Az-Zarkasyi, sholat berjamaah lebih utama, meskipun tidak khusyuk. Alasannya, sholat berjamaah termasuk fardhu kifayah, sementara khusyuk adalah sunah. Dalam pandangan ini, kewajiban kolektif umat lebih besar nilainya daripada amalan individu. Selain itu, berjamaah juga menampakkan syiar Islam di tengah masyarakat.

Sebaliknya, Imam Al-Ghazali, Imam Abu Al-Hasan Al-Bakri, dan Imam Ibn Abdissalam berpendapat bahwa sholat sendirian dengan khusyuk lebih utama. Sebab, tujuan utama ibadah sholat adalah menyambung hati dengan Allah SWT. Jika berjamaah justru membuat seseorang kehilangan kekhusyukan, maka nilai ruhiyah sholat tersebut bisa berkurang.

Pendapat ini juga ditegaskan dalam kitab Fath Al-Mu’in karya Syekh Zainuddin Al-Malibari, bahwa apabila seseorang tidak dapat khusyuk dalam sholat berjamaah pada sebagian besar waktunya, maka sholat sendirian lebih baik baginya. Namun, jika ketidakkhusyukan hanya terjadi sesekali, maka sholat berjamaah tetap diutamakan.

Pandangan Ulama Lain

Pendapat Imam Al-Ghazali ini diperkuat oleh Syekh Zakariya Al-Anshari dalam kitab Asna Al-Mathalib. Ia menuliskan bahwa jika seseorang bisa khusyuk ketika sholat sendiri, tetapi tidak bisa saat berjamaah, maka sholat sendirian lebih utama. Namun, Imam Az-Zarkasyi memberikan catatan bahwa pendapat yang lebih kuat tetap mengutamakan sholat berjamaah, karena keutamaannya sebagai bentuk ibadah kolektif dan manifestasi persatuan umat Islam.

Dari berbagai pandangan ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat dua pendekatan utama yakni:

  1. Sholat berjamaah lebih utama, meski tanpa khusyuk, karena termasuk fardhu kifayah dan memiliki nilai sosial serta syiar Islam.
  2. Sholat sendirian lebih utama bagi mereka yang tidak bisa khusyuk ketika berjamaah, karena kekhusyukan merupakan inti dari ibadah sholat.

Keduanya benar dalam konteks masing-masing. Bagi yang mampu menjaga kekhusyukan di tengah jamaah, maka sholat berjamaah adalah pilihan terbaik. Namun bagi yang benar-benar tidak bisa fokus dan hatinya terganggu, sholat sendirian dengan penuh khusyuk lebih mendekati kesempurnaan ibadah. Wallahu a’lam bishshawab.


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Syariah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo