Dark
Light
Dark
Light

Penyebab dan Dampak Negatif Perut Buncit Bagi Kesehatan

Penyebab dan Dampak Negatif Perut Buncit Bagi Kesehatan

Arina.id -- Fenomena perut buncit banyak terjadi di masyarakat. Tak hanya negatif dari sisi penampilan, ternyata perut buncit juga dapat menjadi pertanda terkait kondisi kesehatan seseorang.

Perut buncit terjadi kerena lemak yang menumpuk di sekitar area perut. Umumnya disebabkan jenis lemak visceral yang ada di dalam tubuh.

Jika hal ini tidak segera diatasi masalah bisa berkembang menjadi kondisi yang lebih serius mempengaruhi kesehatan.

Sebelum mencari tahu cara mengatasinya, perlu diketahui apa saja yang dapat menjadi penyebab terjadinya perut buncit. Berikut ini penyebab, bahanya, serta cara pengatasi perut buncit, dikutip dari laman resmi kemkes.go.id.

Penyebab Perut Buncit

Kondisi perut buncit biasa terjadi akibat penumpukan lemak visceral, atau lemak yang tertimbun di sekitar area organ dalam tubuh. Beberapa faktor yang menjadi penyebabnya adalah:

  1. Makanan tidak sehat. Kebiasaan makanan tidak sehat bisa berupa terlalu tinggi gula, lemak jenuh, dan karbohidrat olahan. Semua hal itu bisa menjadi penyebab perut buncit.
  2. Kurang aktivitas fisik. Gaya hidup mager (malas gerak) juga menjadi penyebab paling besar terjadinya perut buncit. Biasakan melakoni aktivitas sehari-hari dan rutin olahraga.
  3. Stress berlebihan. Kondisi stress dapat memicu hormon kortisol, yang dapat meningkatkan rasa lapar. Asupan makanan yang terlalu banyak inilah yang lantas memicu perut buncit.
  4. Tidak cukup tidur. Kurang tidur atau tidur tidak teratur juga dapat mengganggu hormon yang mengatur rasa lapar.

 

Bahaya Perut Buncit

Terlalu banyak lemak yang berada di area organ tubuh dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Hal ini bahkan bisa memicu munculnya sejumlah penyakit serius.

  1. Penyakit Jantung. Lemak visceral meningkatkan risiko kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi. Kondisi ini turut memicu masalah jantung dan stroke.
  2. Diabetes Tipe 2. Penumpukan lemak yang terlalu banyak juga dapat mengganggu kinerja tubuh untuk mengontrol gula darah. Gangguan ini dapat menyebabkan penyakit diabetes.
  3. Hipertensi. Perut buncit erat kaitannya dengan risiko hipertensi atau tekanan darah tinggi.
  4. Gangguan tidur. Lemak perut yang terlalu besar dapat memberikan tekanan kepada saluran pernapasan, dan meningkatkan risiko gangguan tidur. Hal ini juga dapat memicu kondisi kelelahan kronis.
  5. Kanker. Kelebihan lemak perut juga dapat memicu risiko beberapa jenis kanker usus besar dan jenis kanker lainnya.

 

Cara Mengatasi Perut Buncit

Mengatasi perut buncit hendaknya diawali dengan berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi. Dengan bantuan tenaga profesional diharapkan langkah yang diambil dapat lebih tepat.

  1. Dokter atau tenaga profesional kesehatan dapat melakukan diagnosis soal penyebab berut buncit yang terjadi pada seorang individu. Apakah ada gangguan kesehatan lain yang terjadi, misal masalah metabolisme atau terkait hormon.
  2. Ahli gizi dapat memberikan saran yang tepat terkait susunan diet yang diterapkan. Mereka dapat mengatur jenis dan porsi makanan sehat yang sesuai untuk tubuh tiap orang.
  3. Dokter dan tenaga profesional kesehatan lainnya juga dapat memberikan saran yang paling tepat, terkait pilihan olahraga yang bisa dilakukan. Sehingga pembakaran lemak bisa lebih efektif.

Sementara itu ada pula beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk mengurangi kondisi perut buncit, seperti berikut:

  1. Konsumsi makanan sehat dan kaya serat, seperti sayuran, buah, dan biji-bijian. Hindari makanan terlaku tinggi gula dan lemak jenuh.
  2. Olahraga teratur atau aktivitas tubuh minimal 30 menit. Aktivitas fisik bisa berupa jalan kaki, lari kecil (jogging), atau berenang.
  3. Tidur cukup selama 7-8 jam per hari. Hal ini dapat membantu kinerja metabolisme tubuh.
  4. Kelola stress dengan baik. Lakukan aktivitas yang dapat mengatasi stress.


Editor: A. Sentosa
Al-Quran Digital

Tren Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo