Dark
Light
Dark
Light

Quarter-Life Crisis, Krisis di Usia Seperempat Abad dan Cara Positif Menghadapinya

Quarter-Life Crisis, Krisis di Usia Seperempat Abad dan Cara Positif Menghadapinya

Usia seperempat abad—satu periode yang sering dianggap sebagai titik balik dalam kehidupan. Quarter-life crisis atau krisis seperempat abad, bukan sekadar mitos yang diceritakan teman-teman atau orang tua. Kondisi itu adalah kenyataan yang datang dengan gelombang pertanyaan: Apakah saya sudah berada di jalur yang benar? Apa tujuan hidup saya sebenarnya? Mengapa semua terasa begitu berat?

Fenomena krisis seperempat abad merupakan kondisi krisis yang kerap dialami oleh kaum muda pada masa transisi dari remaja menuju dewasa awal pada kisaran usia 20-29 tahun. Orang yang sedang mengalami quarter-life crisis biasanya merasa belum memiliki gambaran jelas akan diri dan tujuan hidupnya. Kondisi ini biasanya ditandai dengan kekhawatiran berlebih, pesimisme, kecemasan, dan perasaan tertekan yang menyebabkan terganggunya aktivitas. 

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Quarter-Life Crisis
National Library of Medicine (3/1/2024) melalui penelitian Farah Fadilah Hasyim menemukan data bahwa krisis seperempat abad sering terjadi selama awal masa dewasa, karena pada tahap ini terjadi proses eksplorasi dan eksperimen dengan berbagai alternatif, termasuk pendidikan tinggi, pekerjaan, karier, dan pernikahan. 

Quarter-life crisis umumnya terjadi selama usia dua puluhan, dipicu oleh faktor internal dan eksternal. Spiritualitas, kecemasan, dan komitmen terhadap tujuan yang lebih tinggi merupakan faktor internal yang paling berpengaruh. Sementara usia, jenis kelamin, masalah keuangan dan dukungan sosial merupakan faktor eksternal yang juga turut menjadi faktor penentu.

Orang yang memiliki keseimbangan yang baik antara manajemen diri dan lingkungan sekitar biasanya dapat lebih mudah menjalani fase quarter-life crisis. Farah mendapati hasil penelitian bahwa Individu yang mendapatkan lingkungan sosial yang penuh dengan dukungan sosial dan emosional menunjukkan tingkat stres dan gejala depresi yang lebih rendah dalam menghadapi permasalahan hidup dibandingkan dengan mereka yang tidak mendapatkannya.

Cara Positif Menghadapi Quarter-Life Crisis
Meski kedengarannya aneh, quarter-life crisis bisa dilihat sebagai hal yang baik. Krisis yang dirasakan bisa diubah menjadi kesempatan berharga untuk merenungkan pilihan yang telah dibuat dalam hidup dan memeriksa kembali apakah pilihan tersebut sesuai dengan diri kita saat ini, atau tidak.

Dahulu, anak-anak sering ditanya, "Kamu ingin jadi apa kalau sudah besar nanti?" Biasanya jawaban yang keluar adalah perpanjangan dari kemauan orang lain, baik keluarga, teman, maupun guru. Kemudian kondisi itu berlanjut hingga ke perguruan tinggi, pekerjaan, dan seterusnya. Intervensi yang terus terjadi dari waktu ke waktu kerap membuat kita tidak sungguh-sungguh memikirkan apa yang sebenarnya tepat bagi diri sendiri. Kondisi itu yang membuat quarter-life crisis terasa amat berat ketika dijalani.

Tess Brigham dalam tulisannya bertajuk Sign You’re Having A Quarter-Life Crisis (And What To Do About It) (7/6/2022) menuliskan beberapa hal yang dapat dilakukan ketika mengalami quarter-life crisis:

1. Belajar tentang Diri Sendiri Secara Real Time 
Agar lebih memahami diri sendiri ada baiknya untuk berhenti sejenak dari segala rutinitas yang serba cepat dan mulai menyadari pikiran, perasaan, sensasi tubuh, dan lingkungan secara sadar. Melalui proses belajar mengidentifikasi pikiran dan perasaan, kita dapat mulai memahami motivasi, pola pikir, dan hal-hal yang mendorong perilaku kita dengan lebih baik. 

Setiap hari, kita bisa meluangkan waktu untuk menengok ke dalam diri dengan mengamati pikiran serta perasaan. Selalu menanyakan "Bagaimana perasaan saya?" dan mulail menuliskannya dalam bentuk jurnal atau catatan sederhana juga sangat direkomendasikan. Pola ini bisa lebih mempermudah untuk mengenal diri.

2. Kembali ke Awal 
Cobalah untuk mengingat kembali beragam nilai dan keyakinan yang ditanamkan pada kita terutama saat masa anak-anak. Pikirkan tentang apa yang dikatakan orang tua dan orang sekitar saat kita tumbuh dewasa. Renungkan segala hal yang membentuk cara pandang kita dan mulailah menelisik bagaimana hal itu memengaruhi cara kita memandang diri sendiri. 

Ini adalah kesempatan yang penting untuk melihat hidup kita dengan harapan yang realistis. Jika ekspetasi dari luar terlalu berat, kita bisa menentukan sendiri bagaimana akan menjalani hidup terlepas dari semua yang telah diharapkan oleh orang lain.

3. Memahami Diri Sendiri
Setelah memiliki pemahaman yang lebih baik tentang asal-usul pikiran dan keyakinan yang selama ini kita jadikan pedoman, mulailah untuk menata kembali tujuan dan cara pandang berdasarkan pengalaman sendiri sebagai orang dewasa.

Mulailah untuk merenungkan hal-hal yang terasa bermakna dan menentukan kehidupan seperti apa yang ingin kita jalani. Identifikasi kembali apa artinya menjadi sukses. Bagaimana cara menjalani hidup dengan bahagia dan sehat. Tidak apa-apa jika konsep yang kita pikirkan akan berbeda dengan orang lain. Setiap orang memiliki pengalaman dan jalannya masing-masing.

4. Melepaskan Penghakiman dan Bersikap Baik pada Diri Sendiri 
Selama proses mendefinisikan kembali arti hidup, sangat penting untuk melepaskan penilaian apa pun yang kita miliki untuk diri sendiri atau orang-orang di sekitar. Ketika menengok ke masa lampau, lalu melihat berbagai wajah orang lain yang turut membentuk pikiran dan keyakinan yang kita miliki, kita tidak boleh menyalahkan  atau menghakimi orang lain, meski merasa ada ruang kesalahan yang luas di sana.

Menyalahkan atau mengkritik diri sendiri atas pilihan yang telah dibuat secara destruktif juga harus dihindari. Masa muda memang proses yang lekat dengan beragam kesalahan dan kekeliruan. Proses belajar terus berlangsung seumur hidup, jadi terimalah segala hal yang sudah terjadi dengan lapang dan bersikap baik kepada diri sendiri. Itu adalah langkah penting untuk merangkul dan menemukan jati diri. 
 


Editor: Kendi Setiawan
Al-Quran Digital

Tren Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo