Jakarta, Arina.id - Pemerintah China betul-betul tidak gentar ketika dianggap sebagai musuh paling kuat dan berbahaya di muka bumi ini oleh Amerika Serikat (AS). China dianggap memiliki unsur-unsur kekuatan tertentu dibanding Rusia oleh Negeri Paman Sam.
Hal ini bisa dilihat dari jawaban Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun ketika dimintai komentar terkait pernyataan Senator Amerika Marco Rubio--calon Menlu Amerika Pemerintahan Donald Trump--yang dikenal sangat anti-China beberapa hari sebelumnya. Guo mengatakan Amerika terus-terusan menyerang dan memfitnah China.
"AS perlu membangun persepsi yang benar terhadap China dan menghentikan serangan dan fitnah yang tidak sah terhadap China," kata Guo dalam konferensi pers di Beijing, seperti dikutip dari Antara, Kamis (16/01/2025).
Guo Jiakun mengungkapkan, "pembangunan China dicirikan oleh logika sejarah yang berbeda dan kekuatan pendorong dominan yang kuat. Tidak ada yang perlu disembunyikan tentang tujuan kami, yaitu memberikan kehidupan yang lebih baik bagi rakyat dan memberikan kontribusi yang lebih besar kepada dunia."
China, Guo Jiakun melanjutkan, memandang kompetisi dengan AS berlandaskan prinsip saling menghormati, hidup berdampingan secara damai, dan kerja sama yang saling menguntungkan yang diajukan oleh Presiden Xi Jinping. Di sisi lain, China dengan tegas akan menjaga kedaulatan, keamanan, dan kepentingan pembangunan China sendiri.
Sebelumnya, Marco Rubio yang dipilih Donald Trump untuk menjadi Menteri Luar Negeri AS menyebut bahwa China adalah musuh yang paling kuat dan berbahaya yang pernah dihadapi negaranya dalam sesi uji kelayakan dan kepatutan di Senat AS, Rabu 15 Januari 2025.
Bukan Rusia, Rubio justru mengatakan bahwa China memiliki unsur-unsur yang tidak pernah dimiliki oleh Uni Soviet. "China juga adalah musuh dan pesaing teknologi, pesaing industri, pesaing ekonomi, pesaing geopolitik, pesaing ilmiah sekarang di setiap bidang. Ini adalah tantangan yang luar biasa," demikian ungkap Rubio.
Di Senat, Rubio termasuk yang paling vokal tentang China dengan mengatakan, "Negara itu adalah ancaman yang akan menentukan abad ini." Di samping itu, Rubio juga mengambil posisi keras terhadap Iran, Venezuela, dan Kuba.
Selain memperingatkan tentang risiko keamanan nasional, Rubio juga berupaya meminta pertanggungjawaban Tiongkok atas pelanggaran hak asasi manusia. Pada tahun 2020, Beijing menanggapi kritik Rubio dengan melarangnya memasuki negara tersebut.
Rubio juga melanjutkan, sebagian besar pertumbuhan China telah mengorbankan AS. "Dalam waktu kurang dari 10 tahun, hampir semua hal yang penting bagi kita dalam hidup akan bergantung pada apakah China akan mengizinkan kita memilikinya atau tidak, mulai dari obat tekanan darah yang kita konsumsi hingga film apa yang bisa kita tonton," ujarnya.
Siap berhadapan di Selat Taiwan
Jual beli pernyataan juga terlihat dalam menyikapi masalah Taiwan. Guo mengatakan akan terus meningkatkan pertahanan di Taiwan--pulau demokrasi berpemerintahan sendiri--melindunginya untuk mencegah intervensi militer dari luar.
"Taiwan adalah bagian dari China dan masalah Taiwan murni urusan internal China yang tidak menoleransi campur tangan asing," ungkap Guo Jiakun menegaskan.
Tantangan terbesar bagi perdamaian lintas Selat Taiwan adalah aktivitas separatis kemerdekaan Taiwan dan campur tangan serta gangguan asing.
"AS perlu mematuhi prinsip satu China dan tiga komunike bersama China-AS, bertindak sesuai komitmennya untuk tidak mendukung 'kemerdekaan Taiwan', berhenti mendukung kekuatan separatis 'kemerdekaan Taiwan', dan berhenti mencampuri urusan dalam negeri China terkait masalah Taiwan," tegas Guo Jiakun.
Meskipun demikian, Rubio dalam sambutannya mengatakan tetap penting bagi kedua negara China dan Amerika untuk bisa duduk bersama, berkomunikasi untuk menghindari konflik.
"Tidak pernah dalam sejarah umat manusia ada dua kekuatan seperti Amerika Serikat dan China yang pernah berhadapan dalam konflik global, dan hasilnya akan menjadi bencana besar, dan kita harus menghindarinya, begitu pula mereka," katanya.
Besar kemungkinan Rubio, yang ayahnya adalah imigran Kuba di AS, berhasil melalui proses hingga terpilih menjadi Senator karena dia menerima sambutan hangat dari anggota Komite Hubungan Luar Negeri Senat.
Rubio diketahui pada 10 Agustus 2020 mendapat sanksi dari pemerintah China bersama dengan politisi Partai Republik, yaitu Ted Cruz dan sembilan orang lain. Rubio dan Cruz diketahui adalah pendukung vokal pada gerakan demokrasi Hong Kong pada 2019.
Atas sanksi tersebut, Guo Jiakun tidak menjawab dengan jelas apakah China akan mencabut sanksi kepada Rubio setelah dia resmi dilantik sebagai Menlu AS atau tidak.
Penunjukan Rubio sebagai Menteri Luar Negeri mengisyaratkan kebijakan Trump terhadap Beijing bisa lebih dari sekadar tarif dan perdagangan, atau bahkan sikap yang lebih keras karena Rubio menilai China adalah saingan strategis utama Amerika Serikat.
Editor:


