Arina.id. Banjir bandang Sukabumi hari ini disebabkan hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah di Sukabumi, Jawa Barat, sejak hari Selasa, 3 Desember 2024.
Berdasarkan laporan Antaranews pada Rabu, 4 Desember 2024, Pranata Humas Ahli Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar, Hadi Rahmat, menyebutkan bencana yang terjadi berupa banjir, longsor, dan pergerakan tanah.
Jembatan penghubung di Desa Sirnajaya, Kecamatan Warung Kiara, dikabarkan ambruk hingga terseret air. Selain itu, luapan air Sungai Cikaso akibat hujan deras menyebabkan debit air menjadi semakin meningkat drastis.
Situasi ini menyebabkan sebanyak enam minibus dilaporkan hilang karena terbawa arus banjir di Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi.
"Kami masih melakukan pendataan terhadap jumlah kendaraan yang terdampak banjir bandang tersebut, namun informasi yang kami terima ada enam unit minibus yang hilang akibat terseret arus banjir di Kampung Cierih, Desa Datarnangka," kata Daeng Sutisna, Manajer Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalops BPBD) Kabupaten Sukabumi.
Air Setinggi 80-90 CM
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Sagaranten menyebutkan lokasi banjir berada di perbatasan Kecamatan Sagaranten dan Pabuaran. Rumah warga masih tergenang air. Sementara kendaraan yang hanyut direncanakan baru akan dievakuasi usai menunggu banjir surut terlebih dahulu.
Kendati demikian, banjir di Sagaranten tidak sampai menyebabkan korban meninggal dan mengalami luka-luka. Mengutip laman Tribrata News, ketinggian air pada banjir yang terjadi di Sukabumi, Jawa Barat, mencapai 80-90 sentimeter.
Permukiman warga, terutama di Kecamatan Palabuhanratu dan Pabuaran Sagaranten, tergenang serta akses jalan dikabarkan terputus.
Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, dan BPBD turut melakukan evakuasi dengan memasuki gang-gang yang sempit di Kampung Rangcabungur.
"Air bah masuk ke gang-gang sempit, membuat akses sangat sulit. Kami menggunakan perahu karet untuk menyelamatkan ibu dan bayi yang terjebak di rumah mereka. Alhamdulillah, semuanya selamat,” ujar AKP Dadi, Kepala Satuan Samapta Polres Sukabumi.
Wilayah Terdampak Bencana di 19 Kecamatan
Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi yang dikutip via lama RRI.co.id, bencana hidrometeorologi itu melanda total 19 kecamatan di Kabupaten Sukabumi selama dua hari pada Selasa-Rabu, 3-4 Desember 2024.
Bencana tanah longsor terjadi di 13 titik dan banjir ada di 9 titik. Kemudian angin kencang terdapat 7 titik serta pergerakan tanah di 4 titik di 22 kecamatan.
"Di Kecamatan Cikembar, warga yang terdampak pergerakan tanah ada 46 kk sementara ini mengungsi di kantor desa. Ada juga yang mengungsi di tenda darurat yang disediakan dari Dinas Sosial," beber Deden Sumpena, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi.
Bantuan rencananya disalurkan secara bertahap. Pemkab Sukabumi sudah menetapkan status tanggap darurat bencana hingga dapat semakin mempercepat langkah-langkah penanggulangan serta penyaluran bantuan.
Editor:


