Jakarta, Arina.id—Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa kesepakatan antara AS dan Iran telah tercapai.
Melalui unggahan di Truth Social, Trump mengabarkan blokade AS terhadap Iran kini akan dicabut seiring dengan kondisi tersebut.
"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Selamat untuk semuanya!" demikian bunyi takarir dalam unggahan akun tersebut.
Sebagai tindak lanjut dari selesainya kesepakatan ini, Presiden Trump mengeluarkan instruksi strategis terkait jalur maritim internasional dan operasi militer AS di wilayah tersebut.
Ia memberikan wewenang penuh untuk membuka kembali Selat Hormuz secara bebas biaya (toll-free). Selain itu, Presiden Trump juga memerintahkan pencabutan segera terhadap blokade yang selama ini dilakukan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat.
Di akhir pernyataannya, Presiden Trump memberikan pesan terbuka yang bernada optimis bagi sektor perdagangan dan energi global.
"Kapal-kapal di seluruh duniia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak mengalir!" pungkasnya.
Melansir Media Iran, Tasnim News Agency, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi mengatakan nota kesepahaman (MoU) antara Iran dan Amerika Serikat telah diselesaikan dan akan secara resmi ditandatangani pada Jumat (19/6/2026) mendatang di Swiss.
"Kami telah memasukkan semua posisi penting kami ke dalam rancangan MoU," kata Kazem Gharibabadi dalam sebuah wawancara televisi.
"Memorandum ini tidak berarti mempercayai musuh; itu telah ditulis dengan ketidakpercayaan aktif. Kami akan memantau implementasi komitmen AS," lanjutnya.
Wakil menteri menyatakan bahwa mulai Senin malam, blokade angkatan laut AS terhadap Iran akan diakhiri, bersama dengan akhir perang dan operasi militer segera dan permanen di berbagai front, termasuk Lebanon.
Pengumuman itu menyusul negosiasi intensif selama berminggu-minggu yang dimediasi oleh Pakistan, dengan dukungan dari Qatar, Arab Saudi, dan Turki.
Sebelumnya pada Minggu (14/6/2026), Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif telah mengumumkan bahwa kesepakatan damai telah tercapai.
"Setelah pembicaraan intensif, kami dengan senang hati mengumumkan bahwa Kesepakatan Damai antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran telah tercapai. Kedua belah pihak telah menyatakan penghentian segera dan permanen terhadap operasi militer di semua front, termasuk di Lebanon," tulisnya dalam unggahan akun X miliknya.
Sharif juga menyampaikan bahwa para negara mediator memfasilitasi serangkaian pertemuan di Swiss. Diskusi pra-implementasi tersebut, kata Sharif, akan menjadi dasar bagi pembicaraan teknis dan upacara penandatanganan resmi nanti.
Sementara mengenai detail isi kesepakatan telah dirilis oleh pihak Teheran.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran memaparkan beberapa poin krusial yang disepakati, antara lain:
1. Penghentian Perang Permanen: Perang dan seluruh operasi militer di semua front, termasuk konflik yang berlangsung di Lebanon, dinyatakan berakhir secara segera dan permanen mulai malam tersebut.
2. Pencabutan Blokade: Blokade laut terhadap Iran dipastikan akan dicabut secara penuh dan segera.
3. Kelanjutan Perundingan: Perundingan untuk menuju perjanjian final selanjutnya akan dilanjutkan setelah seluruh komitmen yang ada di dalam Nota Kesepahaman (MoU) tersebut dipenuhi oleh pihak-pihak terkait.
Editor:


