Jakarta, Arina.id–Timor Leste resmi bergabung dengan Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara atau ASEAN. Bergabungnya Dili membuat komitmen ASEAN dan Indonesia memperkuat kawasan harus dibuktikan.
"Peranannya (Timor Leste) di sini melengkapi keluarga besar ASEAN, menegaskan kembali takdir bersama kita dan rasa kekerabatan regional yang mendalam," ujar Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim pada KTT ASEAN di Kuala Lumpur, seperti dilansir AFP, Senin (27/10/2025).
Masuknya Timor Leste di ASEAN berlangsung pada upacara pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi Ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (26/10/2025). Peresmian keanggotaan itu mengakhiri penantian Timor Leste selama 14 tahun.
Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta membuka sambutan dengan sindiran bahwa masuk ASEAN lebih sulit dari masuk surga karena persyaratanya banyak.
Sejak merdeka, Timor Leste memiliki hubungan akrab dengan negara-negara tetangga di Asia Tenggara.
"Masuknya kita ke ASEAN mengonfirmasi komitmen Timor Leste menjaga kedamaian, kesejahteraan, dan kesatuan kawasan,” kata keterangan resmi Dili yang dikutip harian Timor-Leste Times.
Presiden Prabowo Subianto bersama para pemimpin negara Asia Tenggara lainnya membubuhkan tanda tangan pada Declaration on the Admission of Timor-Leste into ASEAN di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC) pada Minggu.
Momen ini menandai puncak dari penantian panjang negara yang sebelumnya dikenal sebagai Timor Timur itu untuk bergabung dalam keluarga besar ASEAN.
Pemerintah Indonesia menyambut hangat bergabungnya Timor Leste. Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menyatakan bahwa ini adalah langkah awal dari sebuah perjalanan besar.
"Ini bukan merupakan akhir, melainkan awal bagi Timor Leste untuk menyempurnakan proses internalnya dan bagi kita semua untuk mendukung integrasi penuh negara tersebut ke ASEAN," kata Menlu Sugiono dalam pernyataan tertulis Kemlu RI.
Dengan bergabungnya Timor Leste, ASEAN kini beranggotakan 11 negara: Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Timor Leste.
Dilansir Lowy Institute, kepentingan keamanan dan geopolitik menjadi motivasi utama Timor Leste untuk bergabung dengan ASEAN. Sebab, nilai yang dirasakan ASEAN untuk negara-negara kecil terletak pada kapasitasnya untuk memperbaiki risiko keamanan regional melalui pengaturan keamanan secara kolektif.
Pertanyaanya, Apakah ASEAN siap untuk apa yang akan terjadi selanjutnya. Aspirasi Timor-Leste untuk bergabung dengan ASEAN sudah lama ada. Bagi Dili, keanggotaan membuka pintu bagi kerangka kerja ekonomi regional, terutama Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) , dan menawarkan akses ke kerja sama pembangunan serta visibilitas diplomatik.
Namun, kesenjangan kapasitasnya cukup substansial. Birokrasi Timor-Leste masih dalam tahap konsolidasi, dan perekonomiannya masih sangat bergantung pada pendapatan minyak bumi.
Bahkan Presiden José Ramos-Horta telah mengakui bahwa kesiapan kelembagaan secara penuh merupakan tujuan jangka panjang , bukan kenyataan jangka pendek.
Editor:


