Banjarnegara, Arina.id – Seniman sekaligus pelukis senior Banjarnegara, Drajat Nurangkoso, menggelar pameran tunggal bertajuk Sangkan Paraning Warna dengan menampilkan 60 lukisan karyanya di Gedung Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Banjarnegara, 25–30 Oktober 2026.
Pameran yang dibuka Asisten Administrasi Umum, Adi Cahyono mewakili Bupati Banjarnegara pada Ahad (25/10/2026), ini merupakan kolaborasi Selasar Seni Drajat dan Ratna dengan Disarpus Banjarnegara.
Sebanyak 60 lukisan yang dipamerkan merefleksikan perjalanan artistik Drajat. Karya-karyanya mengangkat keindahan alam Banjarnegara, seperti Dieng, Kawah Sikidang, dan embun upas, hingga kegelisahan sosial yang dituangkan melalui lukisan Cakar Sang Naga dan Sinyal Pamit.
Drajat Nurangkoso, yang sebelumnya mengabdi sebagai aparatur sipil negara (ASN) dan guru seni budaya, menjelaskan bahwa Sangkan Paraning Warna mengandung makna tentang asal dan tujuan akhir dalam perjalanan kehidupan.
Menurutnya, 38 tahun pengabdian sebagai pendidik merupakan proses panjang yang turut melahirkan berbagai karya seni. Pameran tersebut sekaligus menandai berakhirnya masa tugasnya sebagai guru.
“Dalam sebuah perjalanan, berasal dan kembali pasti ada laku. Selama 38 tahun inilah kami menjalankan laku sebagai guru dan menghasilkan karya-karya yang saya pamerkan hari ini,” ungkap Drajat.
Baginya, pameran ini juga menjadi momentum untuk kembali menekuni dunia seni secara lebih leluasa setelah selama bertahun-tahun berkutat dengan kegiatan pengajaran seni di lingkungan pendidikan.
Kepala Disarpus Banjarnegara, Arif Rahman, mengatakan pameran tersebut menjadi arsip visual perjalanan Drajat dalam dunia pendidikan dan seni. Menurutnya, karya-karya yang dipamerkan juga memperluas pemahaman masyarakat tentang literasi.
“Literasi bukan hanya membaca buku, tapi mampu membaca warna, membaca kampung halaman dan membaca dirinya sendiri,” kata Arif, yang telah bersahabat dengan Drajat sejak bangku SMA. Keduanya sama-sama memasuki masa purna tugas pada 2026.
Sementara itu, dalam sambutan pembukaan pameran, Asisten Administrasi Umum, Adi Cahyono PS mengatakan pameran tersebut bukan sekadar perhelatan seni, melainkan juga rekam jejak pengabdian dalam mendidik generasi muda.
“Bapak Drajat Nurangkoso selama puluhan tahun setia mengajar anak-anak Banjarnegara tentang apresiasi dan kreasi, ruh dasar pendidikan seni budaya untuk memperluas cakrawala wawasan seni generasi bangsa,” ujarnya.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, pihaknya menyampaikan terima kasih atas pengabdian Drajat sebagai guru. Ia juga berpesan agar berakhirnya masa tugas formal tidak menjadi akhir perjalanan berkarya.
“Pameran pamit pensiun ini bukanlah akhir, ini adalah Sangkan atau titik awal pengabdian yang baru bagi masyarakat. Selamat purna tugas buat Pak Drajat dan juga Pak Arif Rahman,” katanya.
Bupati juga mengajak masyarakat untuk menyaksikan pameran tersebut. Menurutnya, lukisan-lukisan yang ditampilkan menyimpan pesan tentang kecintaan terhadap daerah dan kehidupan masyarakat Banjarnegara.
Pameran Sangkan Paraning Warna terbuka untuk umum dan menjadi bagian dari Festival Literasi Banjarnegara 2026. Selain pameran lukisan, acara ini dimeriahkan parade puisi, pertunjukan tari dan musik, serta bursa buku.
Editor:


