Jakarta, Arina.id—Empat warga negara Indonesia (WNI) kru kapal MT Honor 25 akhirnya kembali ke Tanah Air setelah sekitar lima bulan 10 hari disandera kelompok perompak di Somalia.
Kepulangan keempat ABK tersebut sekaligus mengakhiri penantian panjang keluarga sejak MT Honor 25 dibajak di perairan Somalia pada April 2026.
Keempat WNI tersebut yakni Ashari Samadikun, Adi Faizal, Wahudinanto, dan Fiki Mutakin. Mereka tiba di Terminal VIP Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (6/10/2026), setelah dibebaskan pada 29 September 2026.
Kepulangan mereka disambut Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono bersama keluarga masing-masing.
Suasana haru mewarnai pertemuan tersebut. Keluarga yang telah menunggu selama berbulan-bulan langsung memeluk keempat ABK setelah mereka tiba di Indonesia.
Salah satu korban, Fiki Mutakin, terlihat menggunakan kursi roda karena masih menjalani pemulihan luka akibat tembakan pada kaki pemahamannya.
Dibajak di Perairan Somalia
Penyanderaan bermula ketika MT Honor 25 dibajak di sekitar perairan Hafun, Somalia, pada April 2026. Kapal tanker tersebut membawa 17 awak, termasuk empat WNI.
Ashari Samadikun merupakan kapten kapal asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Adi Faizal menjabat Perwira 2 asal Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Sementara Wahudinanto merupakan Chief Officer asal Pemalang, Jawa Tengah, dan Fiki Mutakin berasal dari Bogor, Jawa Barat.
Dalam kejadian tersebut, lima kru asing dilaporkan meninggal dunia.
Selama masa penyanderaan, pemerintah Indonesia berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memperoleh informasi mengenai kondisi para WNI sekaligus mengupayakan pembebasan mereka. Koordinasi dilakukan dengan pemerintah Somalia, pemerintah negara bagian Puntland, pemilik kapal, serta negara-negara asal awak kapal lainnya.
Dibebaskan pada 29 September
Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan pemerintah menempuh jalur diplomasi tertutup dalam proses pembebasan empat WNI tersebut.
Pemerintah Indonesia juga berkoordinasi dengan pemerintah Puntland yang memiliki kewenangan atas wilayah tempat pembajakan berlangsung.
Upaya tersebut membuahkan hasil pada 29 September 2026. Keempat WNI dinyatakan berhasil dibebaskan dengan dukungan pemerintah Puntland sebelum kemudian dipulangkan ke Indonesia.
Duta Besar RI untuk Kenya merangkap Somalia, Witjaksono Adji, mengatakan informasi yang diterima pemerintah Indonesia menunjukkan adanya operasi bersenjata oleh aparat Puntland pada akhir September.
Menurutnya, operasi tersebut awalnya berkaitan dengan upaya pengampunan sandera dari kapal lain yang dibajak. Namun, informasi selanjutnya menyebut operasi itu juga membebasakan para awak MT Honor 25.
Meski demikian, Witjaksono menegaskan pemerintah Indonesia sejak awal mengutamakan jalur diplomasi dan tidak menjadikan operasi bersenjata sebagai pilihan utama untuk menyelamatkan keempat WNI.
Kapten Minta Maaf
Kepulangan empat WNI juga sedih karena lima kru MT Honor 25 tidak berhasil selamat dalam kejadian tersebut.
Kapten MT Honor 25, Ashari Samadikun, menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga kelima kru yang meninggal dunia.
“Saya selaku kapten, memohon maaf sebesar-besarnya kepada kelima keluarga kru saya yang telah meninggal,” ujar Ashari saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta.
Ashari mengaku merasa bertanggung jawab karena tidak dapat membawa seluruh anak buah kapalnya kembali dengan selamat.
Pemerintah Pastikan Pemulihan Korban
Setelah tiba di Indonesia, pemerintah memastikan kondisi kesehatan keempat WNI menjadi perhatian. Mereka akan mendapatkan perawatan dan pemulihan lanjutan setelah menjalani masa penyanderaan selama berbulan-bulan.
“Pemerintah akan memastikan proses perawatan para korban berjalan dengan baik,” tandasnya.
Editor:


