Jakarta, Arina.id — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan petir berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada Minggu, 25 Oktober 2026.
Hujan petir diprakirakan terjadi di Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Jambi, Tanjung Pinang, Palembang, Tanjung Selor, Mamuju, Jayawijaya, dan Merauke.
Prakirawan BMKG Nazmi Nariyah menyampaikan, potensi hujan tersebut dipengaruhi kondisi atmosfer, termasuk terbentuknya sirkulasi siklonik di Laut CHina Selatan bagian utara Sabah dan Samudra Pasifik utara Pulau Biak.
"Sistem tersebut membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang dari Laut Natuna hingga pesisir utara Sabah, perairan utara Papua hingga Papua Barat Daya, serta di sekitar pusat sirkulasi," ujarnya dalam tayangan informasi cuaca BMKG yang berlaku untuk Minggu (25/10/2026).
Selain hujan petir, BMKG memprakirakan hujan ringan di sejumlah kota di Indonesia. Di Pulau Sumatera, hujan ringan berpotensi terjadi di Padang dan Pangkal Pinang.
Di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, hujan ringan diprakirakan mengguyur Bandung, Semarang, dan Yogyakarta. Sementara itu, di Kalimantan, hujan ringan berpotensi terjadi di Palangka Raya dan Banjarmasin.
Untuk wilayah Sulawesi, hujan ringan diprakirakan terjadi di Makassar dan Manado. Adapun di Maluku dan Papua, hujan ringan berpotensi mengguyur Ambon, Sorong, Nabire, dan Jayapura.
BMKG juga mencatat potensi cuaca lain di sejumlah wilayah. Bengkulu, Surabaya, Kupang, dan Ternate berpotensi mengalami cuaca berawan tebal. Sementara itu, udara kabur berpotensi terjadi di Serang, Jakarta, dan Mataram. Potensi asap atau kabut diprakirakan terjadi di Bandar Lampung, Denpasar, Pontianak, Samarinda, Palu, Gorontalo, Kendari, dan Manokwari.
Waspadai Kumulonimbus dan Gelombang Tinggi
BMKG mengimbau pengguna transportasi udara untuk mewaspadai awan hujan atau kumulonimbus di Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, Kalimantan Utara, Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.
Potensi awan tersebut juga perlu diwaspadai di Selat Malaka, Samudra Hindia barat Aceh hingga Kepulauan Mentawai, Laut Natuna Utara, serta bagian utara Selat Karimata. Pengguna transportasi udara diimbau mengikuti informasi terbaru dari bandara dan maskapai penerbangan.
"Selain itu, nelayan dan masyarakat pengguna transportasi laut diminta mewaspadai gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter yang berpotensi terjadi di Samudra Hindia sebelah barat Aceh hingga Lampung serta Samudra Hindia selatan Banten hingga selatan Nusa Tenggara Timur," jabar Nazmi.
Masyarakat pesisir Sumatera Utara, Sumatera Barat, pesisir Jakarta, pesisir Jawa Barat, Bali, dan Nusa Tenggara Barat juga diimbau menyesuaikan aktivitas dengan kondisi pasang air laut karena terdapat potensi banjir rob.
BMKG mengingatkan bahwa meskipun cuaca kering masih mendominasi, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat tetap berpotensi terjadi secara lokal. Masyarakat juga perlu mewaspadai risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan.
Masyarakat diimbau menyesuaikan aktivitas dan perjalanan dengan kondisi cuaca serta memantau informasi terbaru melalui kanal resmi BMKG.
Editor:


