UIN Jakarta Peringkat Kedua OASE III PTKIN 2026, Borong 11 Gelar Juara

UIN Jakarta Peringkat Kedua OASE III PTKIN 2026, Borong 11 Gelar Juara

Jakarta, Arina.id — Kontingen Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta meraih peringkat kedua dalam Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) 2026. Dalam kompetisi yang diikuti 54 PTKIN dari seluruh Indonesia tersebut, mahasiswa UIN Jakarta meraih sembilan gelar juara dan dua juara harapan I, serta dua penghargaan khusus.

Kompetisi berlangsung pada 3–7 November 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Selain prestasi dalam perlombaan, kontingen UIN Jakarta juga memperoleh penghargaan Robotik dengan Sasis Terbaik dan Expo Kreatif Inovatif Terbaik.

Sebanyak 31 mahasiswa UIN Jakarta tampil sebagai finalis setelah lolos seleksi internal dan babak penyisihan dari 52 pendaftar. Mereka berkompetisi dalam 12 cabang perlombaan yang mencakup bidang agama, sains, dan riset.

Pada bidang agama, prestasi tertinggi diraih tim Musabaqah Fahmil Quran (MFQ) yang terdiri atas M. Dzikra Rantona, Alawiyah, dan Rizka Khairianur dengan meraih Juara I.

Juara II diraih Yusra Aini pada cabang Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Putri, Agustri Ananda pada kategori Dai Putra, serta Egidia Indah Lestari pada kategori Dai Putri. Sementara itu, tim Karya Tulis Al-Qur'an yang beranggotakan Ahmad Ivan Abid Nugroho, Mu'ainun Mubin, dan Ilham Fauzi Ridwanullah meraih Juara III.

Dua prestasi lainnya pada bidang agama berupa Juara Harapan I MQK Putra yang diraih Abdurrahman serta Juara Harapan I cabang Ilmu Falak oleh tim Harun Arrasyid, Thoriq Israr, dan Habibie Ihsan.

Pada bidang sains, Hafizh Fakhri Akmaludin meraih Juara I cabang Matematika, sedangkan Muhammad Daffa memperoleh Juara II cabang Kimia. Tim robotik yang diperkuat Fauzan Hadi Sofyan, Muhammad Rayhan Ramadhan, dan Siti Nurkhalisah mendapatkan penghargaan Robotik dengan Sasis Terbaik.

Adapun pada bidang riset, dua tim UIN Jakarta sama-sama meraih Juara III. Tim Literasi, Inovasi, dan Teknologi diperkuat Arian Nathan Pricha Mushoddaq, Ilmam Alif Maulafatin Sunarno, Muhammad Radhya Firaz Maynard, dan Maulidina Aisha Khairani. Sementara itu, tim Nanoteknologi terdiri atas Salsabila Dwi Wanda, Lulu Balkis, Mutia Syafiqa Zahra, Callista Felicia Hartanto, dan Shifa Risya Nur Ramadhan.

Kontingen UIN Jakarta juga meraih penghargaan Expo Kreatif Inovatif Terbaik. Dalam pameran tersebut, mahasiswa menampilkan sejumlah karya, antara lain Hilal App untuk mendukung kegiatan hisab dan rukyat, inovasi Internet of Things (IoT) Neo Smart Helm, riset RHIZEA Nanoemulgel, karya bertema Hutan Wakaf, serta maket arsitektur Balai Arsirahma.

Rektor UIN Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D., mengapresiasi pencapaian mahasiswa dalam kompetisi nasional tersebut. Ia menilai keberhasilan itu merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi mahasiswa, dosen pembimbing, serta tim pendamping.

Ia berharap prestasi tersebut mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan akademik, kreativitas, dan daya saing di tingkat nasional maupun internasional.

“Semoga mahasiswa UIN Jakarta terus mengukir prestasi terbaik, mengembangkan keunggulan akademik dan kreativitas, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi kemaslahatan umat,” ujarnya.

OASE III Perkuat Integrasi Agama, Sains, dan Riset
OASE III PTKIN 2026 mempertemukan 497 finalis dari 54 PTKIN. Mereka merupakan peserta yang lolos seleksi dari total 1.592 pendaftar untuk berkompetisi dalam 18 cabang perlombaan.

Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof Noorhaidi Hasan, menyampaikan bahwa OASE bukan sekadar ajang untuk memperebutkan gelar juara. Kompetisi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menyampaikan gagasan, dan menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama, Prof. Sahiron, menegaskan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai keagamaan. Kedua aspek tersebut menjadi modal penting dalam mempersiapkan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Sebelumnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar juga menekankan pentingnya penguasaan sains dan teknologi bagi PTKIN agar dapat mengambil peran dalam pembangunan peradaban.

“Kalau kita ingin meraih kembali kejayaan ilmu dalam sejarah Islam, kita harus menguasai ilmu pengetahuan. Penguasaan sains dan teknologi sangat penting,” tegasnya.

Ketua Tim Kemahasiswaan dan Alumni UIN Jakarta, Muhammad Furqon, mengatakan para finalis telah menjalani pembinaan intensif bersama dosen mentor dan tim official sebelum bertanding di Yogyakarta. Persiapan tersebut dilakukan untuk memastikan mahasiswa mampu mengikuti kompetisi secara optimal.

Dalam ajang tersebut, UIN Jakarta mengirimkan 31 finalis yang didampingi jajaran pimpinan, dosen mentor, dan tim pendamping kontingen.


Editor:
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo