Jakarta, Arina.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat berpotensi melanda 28 wilayah di Indonesia Minggu (8/11/2026).
Dari jumlah tersebut, lima kabupaten berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat, sedangkan 23 wilayah lainnya diprakirakan mengalami hujan sedang hingga lebat.
Prakirawan BMKG Henokhvita menjelaskan, lima kabupaten yang perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat adalah Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Nagan Raya, Pidie, dan Bangka Barat.
"Perlu ditingkatkan kesiapsiagaan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah Kabupaten Aceh Barat, Kabupaten Aceh Barat Daya, Kabupaten Nagan Raya, Kabupaten Pidie, dan Kabupaten Bangka Barat," jelas Henokhvita dalam tayangan informasi cuaca BMKG yang berlaku untuk Minggu (8/11/2026).
Sementara itu, potensi hujan sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.
Henokhvita menerangkan, potensi hujan tersebut dipengaruhi dinamika atmosfer berupa sirkulasi siklonik yang terbentuk di perairan timur laut Maluku Utara dan Laut Aru.
"Sirkulasi siklonik terbentuk di perairan timur laut Maluku Utara dan di Laut Aru yang membentuk daerah perlambatan dan pertemuan angin sehingga mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan," ujarnya.
Pertumbuhan awan hujan tersebut berpotensi terjadi di Laut Halmahera, perairan utara Papua Barat Daya hingga utara Maluku Utara, Papua Selatan, dan Laut Arafura.
Prakiraan Cuaca Sejumlah Kota
Selain peringatan hujan di 28 wilayah tersebut, BMKG juga menyampaikan prakiraan cuaca sejumlah kota di Indonesia.
Di Pulau Sumatera, hujan disertai petir berpotensi terjadi di Padang. Hujan ringan diprakirakan mengguyur Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Jambi, Bengkulu, Palembang, dan Pangkalpinang. Sementara itu, Bandar Lampung berpotensi mengalami asap atau kabut.
Di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, hujan ringan berpotensi terjadi di Semarang, Denpasar, dan Mataram. Adapun Serang, Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kupang diprakirakan berawan hingga berawan tebal. Yogyakarta berpotensi mengalami udara kabur.
Untuk wilayah Kalimantan, hujan ringan diprakirakan terjadi di Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin, dan Tanjung Selor. Sementara itu, Samarinda berpotensi mengalami udara kabur.
Di Sulawesi, hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Mamuju dan Manado. Hujan ringan diprakirakan terjadi di Palu, sedangkan Makassar dan Kendari berpotensi berawan tebal. Gorontalo diprakirakan mengalami udara kabur.
Adapun di wilayah Maluku dan Papua, hujan disertai petir berpotensi terjadi di Merauke dan hujan sedang di Nabire. Hujan ringan diprakirakan mengguyur Ternate, Ambon, Sorong, dan Jayawijaya. Sementara itu, Manokwari berpotensi berawan tebal dan Jayapura mengalami udara kabur.
BMKG Ingatkan Potensi Awan Kumulonimbus
BMKG juga mengingatkan pengguna transportasi udara untuk mewaspadai pertumbuhan awan kumulonimbus di sejumlah wilayah perairan dan daratan Indonesia.
Wilayah tersebut meliputi Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai dan Bengkulu, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Selat Malaka bagian utara dan tengah, Selat Karimata bagian utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Selat Makassar bagian utara, Laut Sulawesi bagian tengah dan timur, serta Sulawesi Tengah.
Potensi awan kumulonimbus juga perlu diwaspadai di Maluku, Maluku Utara, Laut Maluku, Samudra Pasifik utara Maluku, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya, serta Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.
Henokhvita mengimbau masyarakat yang menggunakan transportasi udara agar selalu mengikuti perkembangan informasi dari pihak bandara dan maskapai penerbangan.
Gelombang Laut dan Potensi Banjir Rob
Sementara itu, kondisi gelombang laut diprakirakan mencapai ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah perairan. Potensi gelombang tersebut meliputi Samudra Hindia barat Aceh hingga Lampung, Samudra Hindia selatan Banten hingga Nusa Tenggara Timur, Laut Natuna Utara, Laut Maluku, serta Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua.
BMKG juga mengingatkan masyarakat pesisir untuk mewaspadai potensi banjir rob di pesisir Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Jakarta, Jawa Barat, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
"Masyarakat pesisir juga diimbau untuk menyesuaikan aktivitas dengan kondisi pasang air laut karena berpotensi adanya banjir rob," jelas Henokhvita.
BMKG mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi selama masa peralihan musim. Masyarakat diminta terus memantau informasi cuaca terkini serta menyesuaikan aktivitas dan perjalanan dengan kondisi cuaca di wilayah masing-masing.
Editor: Kendi Setiawan


