Arina.id - Eropa Kembali bergejolak ketika ribuan orang turun ke jalan di sejumlah negara memprotes intersepsi militer Israel terhadap kapal asing yang membawa bantuan ke Gaza Palestina. Misalnya di Barcelona Spanyol, para pengunjuk rasa turun ke jalan untuk mengekspresikan kemarahan itu.
Israel memang melakukan intersepsi terhadap Armada Global Sumud yang membawa bantuan ke Gaza yang dilanda perang. Para demonstran mengatakan, demonstrasi menentang tindakan militer Israel terhadap kapal-kapal di armada dan penangkapan ratusan aktivis diperkirakan akan berlanjut hingga larut malam.
Seperti dilaporkan Al-Jazeera, sebelumnya Israel mengatakan telah menyita dua lusin kapal yang secara simbolis membawa bantuan menuju Gaza, sementara puluhan aktivis juga telah ditahan.
Salah satu penyelenggara armada bantuan itu mengatakan, satu kapal – Marinette – masih dalam perjalanan menuju daerah kantong Palestina yang terkepung, tempat puluhan orang telah tewas sejak fajar akibat serangan Israel.
Israel telah berjanji untuk menghentikan armada tersebut, dengan alasan para relawan berusaha “menerobos blokade laut yang sah”, namun hukum internasional dengan jelas mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk.
Pengacara Palestina mengatakan Israel melakukan 'tindakan pembajakan internasional' Diana Buttu, seorang pengacara hak asasi manusia Palestina, mengatakan pencegatan armada Israel juga merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional.
"Penting untuk diingat bahwa semua kapal ini berada di perairan internasional," kata Buttu dalam wawancara dengan rekan-rekan kami di AJ+.
"Gagasan bahwa Israel memasuki perairan internasional, menaiki kapal yang berbendera negara lain … dianggap sebagai pelanggaran hukum internasional," jelasnya.
Di Italia, gejolak unjuk rasa juga terus berlangsung di sebagian besar wilayah pada Kamis, 02 Oktober 2025. Sebanyak 10.000 orang sebelumnya berpartisipasi dalam unjuk rasa di Roma pada Rabu, 01 Oktober 2025.
Para pengunjuk rasa menduduki jalur rel di stasiun kereta di Napoli dan Pisa. Ketegangan juga dilaporkan terjadi dalam unjuk rasa di Milan, Piazza della Scala, dan Turin.
Kemudian, para mahasiswa yang terlibat dalam demonstrasi pada Kamis menduduki kampus-kampus mereka, antara lain Universita Statale di Milan, Fakultas Sastra Universitas La Sapienza di Roma, dan Fakultas Humaniora Universitas Turin.
Terjadi pula bentrokan antara pihak kepolisian dan siswa sekolah menengah beserta mahasiswa di stasiun kereta Bologna di hari yang sama. Polisi menggunakan tongkatnya untuk menghalangi pengunjuk rasa yang berupaya menduduki stasiun.
Mahasiswa juga memblokade akses ke gedung rektorat di Universitas Bologna. Serikat buruh USB dan CGIL mengumumkan mogok kerja massal pada Jumat dan demonstrasi di seluruh Italia untuk mengecam serangan terhadap Global Sumud Flotilla.
"Global Sumud Flotilla telah diserang, mogok massal pada 3 Oktober, Israel menyerang hukum internasional," kata USB, sembari menegaskan bahwa "sekarang adalah waktunya memblokade semuanya".
"Dari sana, mereka menculik orang-orang, membawa mereka ke Israel – negara yang tidak ingin mereka kunjungi – lalu mendakwa mereka dengan tuduhan memasuki Israel, dan kemudian mendeportasi mereka."
Editor:


