Arina.id - Saat jemaah haji umrah sedang melaksanakan tawaf, sebenarnya mereka tengah melewati beberapa situs maupun lokasi bersejarah nan sakral bagi umat Islam. Di antaranya, Hajar Aswad, Maqam Ibrahim, Hijir Ismail, Multazam, Rukun Yamani, dan Mizab. Sayangnya, beberapa jamaah tidak begitu paham sejarah dan keistimewaan masing-masing lokasi tersebut.
Di antara situs tersebut yang diabadikan dalam Al-Quran adalah maqam Ibrahim yang termaktub dalam Surat Al-Baqarah ayat 125:
وَاِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَاَمْنًاۗ وَاتَّخِذُوْا مِنْ مَّقَامِ اِبْرٰهٖمَ مُصَلًّىۗ وَعَهِدْنَآ اِلٰٓى اِبْرٰهٖمَ وَاِسْمٰعِيْلَ اَنْ طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّاۤىِٕفِيْنَ وَالْعٰكِفِيْنَ وَالرُّكَّعِ السُّجُوْدِ
Artinya: “(Ingatlah) ketika Kami menjadikan rumah itu (Ka‘bah) tempat berkumpul dan tempat yang aman bagi manusia. (Ingatlah ketika Aku katakan,) “Jadikanlah sebagian Maqam Ibrahim sebagai tempat sholat.” (Ingatlah ketika) Kami wasiatkan kepada Ibrahim dan Ismail, “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, yang iktikaf, serta yang rukuk dan sujud (sholat)!”
Tafsir Ibnu Katsir 1/289 menjelaskan merujuk pendapat Al-Aufi, ia berkata: Diriwayatkan dari Ibnu Abbas menafsiri tentang firman Allah: maksudnya adalah mereka tidak melampiaskan hawa nafsunya di sana (di Baitullah). Sebab baitullah adalah tempat untuk beribadah mendapatkan pahala. Mereka datang ke sana, lalu kembali ke keluarga mereka, lalu kembali lagi ke Baitullah.
Sedangkan penafsiran maqam Ibrahim dalam kitab Sahih Bukhari:
وهو الحجر الذي وقف عليه عند قيامه ببناء البيت، ومكانه معروف الآن إلى جانب الكعبة. (مصلى) مكانا تصلون عنده وتدعون
Artinya: "Maqam Ibrahim adalah batu yang dibuat pijakan oleh Nabi Ibrahim ketika membangun Baitullah. Sekarang tempatnya (maqam Ibrahim) mudah diketahui di dekat Ka'bah. Sedangkan maksud mushalla adalah tempat untuk melaksanakan sholat di sampingnya dan berdoa di situ." (Sahih Bukhari, tahqiq al-Bugha, juz 2/572)
Ayat ini mengandung makna perihal perintah untuk menjadikan Maqam Ibrahim sebagai tempat sholat. Maka dari itu, biasanya para jamaah haji umrah setelah tawaf melaksanakan sholat sunnah dan berdoa di dekat maqam Ibrahim, kemudian minum air zamzam.
Doa di Maqam Ibrahim
Setelah melakukan rangkaian tawaf, Rasulullah mencontohkan seperti yang terekam dalam Sahih Bukhari riwayat Ibnu Umar tepatnya bab sholat dua rakaat tawaf di belakang Maqam Ibrahim:
قَدِمَ النبيُّ ﷺ فطَافَ بِالْبَيْتِ سَبْعا وصَلَّى خَلْفَ المَقَامِ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ خَرَجَ عليه الصلاة والسلام إلَى الصَّفا وَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالَى: لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ
Artinya: "Nabi Muhammad datang ke Ka'bah lalu tawaf tujuh kali dan sholat di belakang Maqam Ibrahim dua rakaat, lalu beliau melanjutkan sai ke Safa. Allah telah berfirman sungguh pada diri Rasulullah untuk kalian terdapat keteladanan yang baik." (Bukhari 2/154)
Laku yang dicontohkan Nabi ini tentu menjadi keistimewaan dan menjadi panduan bahwa setelah tawaf dianjurkan untuk sholat dua rakaat tawaf di belakang Maqam Ibrahim. Namun mengingat membludaknya jemaah, maka jemaah bisa mencukupkan diri dengan melintas dan berdoa.
Adapun doa yang disarankan sesuai panduan buku manasik haji umrah terbitan Kemenag 2023 yang bersumber dari Ihya Ulumuddin adalah:
اَللهمَّ يَسِّرْ ليِ اليُسْرَى وجَنِّبْنِي العُسْرَى واغْفِرْ لي فيِ الاَخِرَةِ وَاْلاُوْلىَ وَاعْصِمْنِي بِألْطَافِكَ حَتَّى لاَ اَعْصِيْكَ وَاَعِنِّي عَلىَ طاعتِكَ بِتَوْفِيْقِكَ وجَنِّبْنِي مَعَاصِيْكَ واجْعَلْنِي مِمَّنْ يُحِبُّكَ ويُحِبُّ مَلائِكَتَك وَرُسُلَكَ ويُحِبُّ عِبادَكَ الصَّالِحِين اللهم فكَماَ هَدَيْتَنِي الىَ الاسلامِ فثَبِّتْنِي عَلَيْه بألْطَافِكَ ووِلاَيَتِك وَاسْتَعْمِلْنِي لِطاعَتِك وطاعةِ رَسُولِكَ وَاَجِرْنِي مِن مُضِلاَّتِ الْفِتَنِ
Allahumma yassir lil yusra wa jannibnil 'usra waghfirli fil akhirati wal ula wa'simni bi altafika hatta la a'sika wa a'inni ala ta'atika bitaufiqika wa jannibni ma'asika, waj'alni mimman yuhibbuka wa yuhibbu malaikataka wa rusulaka wa yuhibbu ibadakassalihin. Allahumma fakama hadaitani ilal Islam fatsabbitni alaihi bi altafika wa wilayatika wasta'milni litaatika wa taati rasulika wa ajirni min mudillatil fitan.
Artinya: "Ya Allah mudahkanlah bagiku sebuah kelancaran dan jauhkan aku dari kesulitan. Ampuni aku di akhirat dan dunia. Jagalah diriku dengan segala kelembutanMu hingga aku tidak maksiat kepadaMu. Bantulah aku untuk taat kepadaMu dengan taufikMu. Jauhkan aku dari maksiat kepadaMu dan jadikan aku bagian dari orang-orang yang mencintaiMu, para malaikatMu, para utusanMu, para hambaMu yang saleh. Ya Allah, sebagaimana Engkau memberikan hidayah kepadaku menuju Islam, maka tetapkan diriku dalam Islam dengan segala kelembutanMu dan kekuasaanMu, dan mampukanlah aku untuk untuk taat kepadaMu dan RasulMu, serta selamatkan aku dari fitnah yang menyesatkan." (Ihya Ulumuddin, 1/251)
Selain doa ini, sebenarnya masih banyak doa-doa populer bagi jemaah haji dan umrah. Intinya, ketika para jamaah berada di Maqam Ibrahim, mereka dianjurkan untuk berdoa sesuai keinginan masing-masing, khususnya kebahagiaan dan keselamatan dunia dan akhirat. Wallahu a'lam bish shawab.
Editor:


