Dark
Light
Dark
Light

WHO: Obat dan Operasi Obesitas Tidak Direkomendasikan untuk Anak di Bawah 10 Tahun

WHO: Obat dan Operasi Obesitas Tidak Direkomendasikan untuk Anak di Bawah 10 Tahun

Jenewa, Arina.id — Obat-obatan dan operasi bukan solusi untuk menangani kelebihan berat badan pada anak, demikian disampaikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Rabu (7/10/2026).

Dalam pedoman pertamanya yang membahas peningkatan tajam kasus obesitas pada anak dan remaja, WHO justru sangat merekomendasikan pola makan terstruktur, aktivitas fisik, dan perubahan perilaku.

“WHO tidak merekomendasikan pengobatan farmakologis, operasi bariatrik (operasi yang mengubah ukuran lambung atau saluran pencernaan), maupun perangkat penurunan berat badan untuk anak usia 0-9 tahun,” kata WHO.

“Untuk remaja usia 10-19 tahun, pengobatan dengan obat yang telah disetujui dapat dipertimbangkan hanya jika program gaya hidup multimodal yang diawasi tidak mencapai hasil yang diharapkan.

“Operasi bariatrik dapat dipertimbangkan dalam kondisi yang sangat ketat bagi remaja dengan obesitas berat,” lanjut WHO.

Rekomendasi bagi anak dan remaja berusia 19 tahun ke bawah tersebut berbeda dengan pedoman WHO mengenai obesitas pada orang dewasa yang diterbitkan pada Desember 2025.

Pedoman tersebut dikeluarkan setelah meningkatnya popularitas obat penekan nafsu makan generasi baru yang dikenal sebagai agonis GLP-1, termasuk Ozempic dan Mounjaro.

WHO mengatakan berbagai obat untuk menurunkan berat badan dan mengatasi diabetes dapat digunakan untuk menangani obesitas pada orang dewasa.

170 Juta Anak dan Remaja Terdampak
Menurut WHO, pada 2024 sekitar 70 juta anak usia 5-9 tahun mengalami obesitas. Jumlah tersebut ditambah sekitar 100 juta remaja usia 10-19 tahun di seluruh dunia.

Di antara kelompok usia 5-19 tahun, prevalensi obesitas meningkat tajam secara global, dari 2 persen pada 1990 menjadi 8 persen pada 2024.

“Peningkatan obesitas terjadi di semua wilayah,” kata Direktur Departemen Gizi dan Keamanan Pangan WHO Luz Maria De Regil.

“Kasusnya meningkat di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah. Sementara itu, sejumlah negara berpendapatan tinggi mulai menghentikan peningkatan angka obesitas, meski belum berhasil menurunkannya,” ujarnya.

Ia menegaskan, dasar penanganan obesitas pada anak dan remaja bukanlah obat atau operasi, melainkan akses terhadap dukungan komprehensif yang memungkinkan penerapan pola makan sehat, aktivitas fisik, dan perubahan perilaku secara berkelanjutan.

Rekomendasi tersebut juga menekankan pentingnya menangani kesehatan mental bersamaan dengan obesitas.

Menurut WHO, kecemasan, depresi, dan rendahnya kepercayaan diri dapat berkontribusi terhadap pola makan yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, serta menarik diri dari lingkungan sosial.

Anak dan remaja yang mengalami obesitas juga dapat menghadapi stigma dan perundungan, tambah badan kesehatan PBB tersebut.

Maria Nieves Garcia Casal, ilmuwan di Departemen Gizi dan Keamanan Pangan WHO, mengatakan operasi bariatrik dapat dipertimbangkan pada masa remaja dalam kasus obesitas berat yang disertai komplikasi, seperti diabetes tipe 2 atau hipertensi.

Namun, tindakan tersebut hanya dapat dipertimbangkan jika perubahan pola makan dan gaya hidup tidak berhasil.

 


Editor: Kendi Setiawan
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo