Awal tahun merupakan momen tepat bagi kita untuk merenung dan merefleksikan perjalanan hidup selama satu tahun terakhir. Momen ini juga bisa menjadi waktu yang tepat untuk memanjatkan doa dan harapan agar tahun yang baru membawa keberkahan, kesuksesan, dan kebaikan yang lebih banyak. Salah satu cara untuk memulai tahun dengan positif adalah melalui doa awal tahun.
Doa awal tahun memiliki makna yang sangat penting. Selain sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas segala nikmat yang diberikan selama tahun sebelumnya, doa ini juga merupakan ungkapan harapan dan permohonan agar diberikan bimbingan dan kekuatan untuk menghadapi tantangan di tahun yang baru. Doa juga bisa menjadi sarana untuk memohon ampun atas segala kesalahan yang telah diperbuat dan berkomitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik di hari esok.
Para ulama telah memberi contoh bagaimana menghadapi awal tahun dengan berbagai jenis permohonan dalam doa. Dalam kitab Maslakul Akhyar misalnya, Mufti Jakarta abad 19-20 Habib Utsman bin Yahya memberikan redaksi doa awal tahun yang bisa diamalkan dengan dibaca 3 kali. Berikut redaksinya:
اَللَّهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِه، وَالعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ
Artinya: "Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Dan atas karunia-Mu yang besar dan mulia kemurahan-Mu, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun meminta tolong-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku meminta aktivitas keseharian yang mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan."
Dalam Kitab Al-Fathul Mubin wad Durrut Tsamin karya Abdullah bin Muhammad Al-Khayyath Al-Harusyi, disebutkan doa awal tahun yang lebih lengkap:
اَللّٰهُمُّ أَنْتَ الْأَبَدِيُّ الْإِلَهُ الْقَدِيْمُ الْأَوَّلُ، وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ الْعَمِيْمِ الْمُعَوَّلُ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ ، وَالْعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الْأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ وَالْأَعْمَالِ، وَالْاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ. أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهَا وَأَعُوذُبِكَ مِنْ شَرِّهَا وَأَسْتَكْفِيكَ مُؤْنَتَهَا وَشُغْلَهَا فِي عَافِيَةٍ بِرَحمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمَا
Artinya: “Ya Allah, Engkau Zat Yang Maha Abadi, Yang Menjadi Tuhan, Yang Maha Qadim, Yang Maha Awal. Sesuatu yang menjadi andalan manusia hanyalah anugerah-Mu yang agung dan kemurahanmu yang mulia. Ini tahun baru telah tiba. Di dalamnya Aku memohon penjagaan kepada-Mu dari setan dan kekasih-kekasihnya, memohon pertolongan atas nafsu amarah yang memerintahkan keburukan dan berbagai amal jelek, dan memohon tersibukkan diri dengan aktifitas yang dapat lebih mendekatkan diriku kepada-Mu dengan sedekat-dekatnya, wahai Zat Yang Maha Agung dan Maha Mulia. Aku memohon kepadamu dari baiknya tahun ini, memohon perlindungan-Mu dari buruknya tahun ini. Aku memohon kecukupan dari biayanya dan kesibukannya dalam kesehatan dengan rahmat-Mu, wahai Zat Yang Maha Pengasih dari sekian kekasih. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan keselamatan yang sempurnakepada Sayyidina Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.”
Mengapa Doa Awal Tahun Penting?
Kedatangan tahun baru, khususnya tahun baru Hijriah, menjadi momentum tepat untuk melakukan refleksi dan evaluasi diri. Momentum ini memungkinkan kita untuk merenungkan segala hal yang telah kita capai dan apa saja yang perlu kita perbaiki. Dengan langkah ini, rasa syukurpun akan tumbuh seiring dengan berbagai nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita dan tak bisa dihitung jumlahnya dalam kehidupan.
Doa awal tahun juga akan mampu memperkuat hubungan spiritual kita dengan Allah yang dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita serta memotivasi hidup kita untuk lebih baik lagi di masa yang akan datang. Keterkaitan dengan evaluasi diri untuk lebih baik di masa yang akan datang, Allah berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ ١٨
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS: Al-Hasyr: 18)
Editor:


