Dalam menghadapi situasi negara atau masyarakat yang sedang tidak kondusif, Rasulullah memberi pesan untuk berdoa. Doa ini dipanjatkan agar kita terhindar dari musibah dan juga dari para pemimpin yang tidak menyayangi rakyatnya.
Nabi Muhammad dan para sahabatnya seringkali berdoa di akhir majelis dengan doa ini:
اللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَا يَحُولُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعَاصِيكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَا بِهِ جَنَّتَكَ وَمِنْ الْيَقِينِ مَا تُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مُصِيبَاتِ الدُّنْيَا وَمَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا وَاجْعَلْ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ ظَلَمَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى مَنْ عَادَانَا وَلَا تَجْعَلْ مُصِيبَتَنَا فِي دِينِنَا وَلَا تَجْعَلْ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لَا يَرْحَمُنَا
Allahummaqsim lana min khasyatika ma yahulu bainana wa baina ma'asika wa min ta'atika ma tuballighuna bihi jannataka wa minal yaqini ma tuhawwinu bihi alaina musibatid dunya wa matti'na bi asma'ina wa absharina wa quwwatina ma ahyaytana waj'alhul waritsa minna waj'al tsa'rana ala man dzalamana wanshurna ala man 'adana wa la taj'al mushibatana fi dinina wa la taj'alid dunya akbara hammina wa la mablagha ilmina wa la tusallith alaina man la yarhamuna.
Artinya: "Ya Allah, curahkanlah kepada kepada kami rasa takut kepadaMu yang menghalangi kami dari bermaksiat kepadaMu, dan ketaatan kepadaMu yang menghantarkan kami kepada SurgaMu, dan curahkanlah keyakinan yang meringankan musibah di dunia. Berilah kenikmatan kami dengan pendengaran kami, penglihatan kami, serta kekuatan kami selama kami hidup, dan jadikan itu sebagai warisan dari kami, dan jadikan pembalasan atas orang yang menzalimi kami, dan tolonglah kami melawan orang-orang yang memusuhi kami, dan janganlah Engkau jadikan musibah kami pada agama kami, dan jangan Engkau jadikan dunia sebagai impian terbesar kami, serta pengetahuan kami yang tertinggi, serta jangan engkau kuasakan atas kami orang-orang yang tidak menyayangi kami." (HR: At-Tirmidzi 3502)
Dalam kitab syarah Riyadushalihin dijelaskan, Rasulullah berdoa seperti ini sebab beliau berulangkali mendapatkan musibah, seperti pada masa kecil di usia 6 tahun beliau hidup dalam keadaan yatim piatu, lalu saat dewasa ditinggal wafat oleh pamannya, istrinya, dan bahkan dimusuhi kaumnya.
Sedangkan penjelasan dari doa: "Jangan engkau kuasakan atas kami orang-orang yang tidak menyayangi kami" maksudnya adalah pemimpin yang tidak menyayangi kaum mukmin. Sebab jika mereka diangkat menjadi pemimpin, maka murka Allah akan turun dan mengenai umat keseluruhan.
Doa ini sebenarnya berkenaan kebahagiaan dunia akhirat namun memiliki cakupan luas. Oleh karena itu dalam doa ini secara tegas menyebutkan kata takut (khasyah) kepada Allah dan taat kepadaNya, dijauhkan dari maksiat, dan melewati musibah dengan sabar. Doa ini meminta pertolongan agar mengalahkan musuh, tidak menjadikan dunia sebagai tujuan utama, dan kekuasan tidak diberikan kepada orang yang tidak menyayangi rakyatnya.
Editor:


