Salah satu tujuan disyariatkannya pernikahan dalam Islam adalah bisa memiliki keturunan sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an Surat An-Nahl ayat 72. Kehadiran seorang anak juga bisa memberikan kebahagiaan tersendiri dalam kehidupan rumah tangga pasangan suami istri.
Di sisi lain, proses melahirkan anak butuh pengorbanan dan perjuangan yang luar biasa, bahkan taruhannya adalah nyawa. Mengingat hal tersebut, salah satu upaya yang bisa dilakukan saat seorang ibu akan melahirkan adalah banyak membaca doa, memohon kepada Allah agar proses persalinan bisa berjalan lancar dan ibu serta bayi bisa selamat.
Mengenai hal ini, Imam Nawawi menjelaskan tentang doa yang dibaca ketika akan melahirkan. Hal ini sebagaimana ia ungkapkan dalam kitab Al-Adzkar (Beirut: Dar Ibn Hazm, 2004), halaman 232. Menurutnya, doa yang dibaca ketika akan melahirkan adalah doa ketika berada dalam kepayahan, sebagaimana berikut:
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ
Lâ ilâha illallâhul ‘adhîmul ḫalîm, lâ ilâha illallâhu rabbul ‘arsyil ‘adhîm, lâ ilâha illallâhu rabbus samâwâti wa rabbul ardli rabbul ‘arsyil karim.
Artinya: “Tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah yang Maha Agung dan Maha Santun. Tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, Rabb yang menguasai ‘Arsy yang Maha Agung. Tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah Rabb yang menguasai langit dan bumi, Rabb yang menguasai ‘arsy, lagi Maha Mulia.”
Selain itu, Imam Nawawi juga meriwayatkan dalam kitab Ibnu Sunni dari Fatimah, bahwa sesungguhnya Rasulullah Saw. ketika masa kelahiran Fatimah sudah dekat, beliau memerintah Ummu Salamah dan Zainab binti Jakhsyin untuk mendatanginya dan membacakan Ayat Kursi dan Al-Qur’an Surat Al-A‘raf ayat 54, sebagaimana berikut:
اِنَّ رَبَّكُمُ اللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِۗ يُغْشِى الَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهٗ حَثِيْثًاۙ وَّالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُوْمَ مُسَخَّرٰتٍ ۢ بِاَمْرِهٖٓۙ اَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْاَمْرُۗ تَبٰرَكَ اللّٰهُ رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ
Inna rabbakumullâhulladzî khalaqas-samâwâti wal-ardla fî sittati ayyâmin tsummastawâ ‘alal-‘arsy, yughsyil-lailan-nahâra yathlubuhû ḫatsîtsaw wasy-syamsa wal-qamara wan-nujûma musakhkharâtin bi'amrihî alâ lahul-khalqu wal-amr, tabârakallâhu rabbul-‘âlamîn
Artinya: “Sesungguhnya Tuhanmu adalah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia berkuasa atas ʻArasy. Dia menutupkan malam pada siang yang mengikutinya dengan cepat. (Dia ciptakan) matahari, bulan, dan bintang-bintang tunduk pada perintah-Nya. Ingatlah! Hanya milik-Nyalah segala penciptaan dan urusan. Maha berlimpah anugerah Allah, Tuhan semesta alam.”
Usai membaca Ayat Kursi dan Surat Al-A‘raf ayat 54, kemudian dilanjutkan dengan membaca Mu'awwidzatain (Surat Al-Falaq dan An-Nas) seraya memohon perlindungan kepada Allah.
Demikian doa yang dibaca saat ibu hamil akan melahirkan. Diharapkan dengan wasilah dibacakannya doa tersebut proses persalinan bisa berjalan dengan lancar dan ibu maupun bayi bisa selamat. Wallahu a‘lam.
Editor:


