Alasan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan Larang Acara Studi Tur dan Wisuda Sekolah

Alasan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan Larang Acara Studi Tur dan Wisuda Sekolah

Arina.id -- Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, dikabarkan melarang secara resmi acara studi tur dan wisuda yang diselenggarakan sekolah di wilayahnya. Apa yang menjadi alasan Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, dibalik larangan tersebut? 

Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, memberikan himbauan kepada para kepala dinas pendidikan dan kepala sekolah di Bengkulu agar tidak menyelengkarakan studi tur dan wisuda sekolah.

Rincian sekolah yang dilarang dimulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)/Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). 

Menurut Gubernur Bengkulu, larangan studi tur dan wisuda sekolah di tingkat satuan pendidikan dilakukan agar tidak menjadi beban ekonomi orang tua murid.
  
Selain itu, alasan lain yang melatarbelakangi larangan studi tur dan wisuda sekolah ialah setelah pihaknya mendapat banyak keluhan orang tua siswa. Mereka, katanya, merasa terbebani dengan biaya tambahan untuk kegiatan itu. 

"Saya meminta seluruh kepala dinas dan kepala sekolah di Provinsi Bengkulu untuk tidak lagi mengadakan studytour maupun wisuda yang membebani orang tua murid," tegas Helmi Hasan, seperti dikutip laman Pemerintah Provinsi Bengkulu. 

Keputusan larangan terhadap acara studi tur dan wisuda sekolah dilakukan usai pihaknya menerima laporan wali murid. Mereka keberatan dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk studi tur dan wisuda. Selain itu, kedua acara dianggap tidak terlalu esensial.

Studi tur dan wisuda juga dinilai menjadi kegiatan yang membebani finansial orang tua. Mereka pun harus mengeluarkan biaya transportasi, akomodasi, konsumsi, dan berbagai keperluan tambahan lain.

Oleh sebab itu, Pemerintah Provinsi Bengkulu menganggap pendidikan menjadi prioritas utama tanpa tekanan finansial melalui kegiatan tidak wajib. 

Keputusan larangan acara studi tur dan wisuda sekolah dilakukan demi memastikan pendidikan tetap inklusif dan tidak menambah beban wali murid.

Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, pun menyatakan pendidikan di wilayahnya harus tetap berjalan sesuai tujuan utama: menciptakan generasi berkualitas. 
 
Ia menegaskan, anggaran pendidikan selayaknya digunakan untuk meningkatkan mutu pembelajaran, kesejahteraan guru, hingga pengembangan sarana dan prasarana sekolah. 


Editor:
Al-Quran Digital

Edukasi Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo