Sepak bola tak sekadar permainan dua kesebelasan. Lebih dari itu, sepak bola telah menjadi tontonan paling menyita pandangan di jagat ini. Di sejumlah negara, sepak bola telah jadi bagian tradisi hiburan masyarakat modern.
Bagi seorang Muslim, menonton sepak bola tak sebatas tontonan. Di dalamnya ada ladang pahala. Hal ini bermula dari pernyataan Rasulullah shallallahu alaihi wa salam:
نِيةُ المُؤْمِنِ خَيْرٌ مِنْ عَمَلِهِ
"Niat seorang mukmin lebih utama daripada amalnya." (H.R Al-Baihaqi)
Hadits ini mempertegas bahwa apa yang mendorong perbuatan seorang Muslim adalah niat. Niat lebih utama daripada tindakan fisiknya sendiri. Mengapa demikian? Al-Habib Muhammad Ibn 'Alwi Alaydrus dalam kitab An-Niat menjelaskan bahwa niat adalah amal hati, dan hati lebih mulia daripada anggota tubuh. Niat yang baik lebih bernilai daripada perbuatan lahiriah:
وذلك لأن النية عمل القلب والقلب أشرف الجوارح فكان عمله خيرا ً من عملها ؛ ولأن النيّة تنفع بمجردها وأعمال الجوارج بدون النية لا نفع لها
"Niat adalah amal hati, dan hati lebih mulia daripada anggota badan, sehingga amal hati (niat) lebih baik daripada amal anggota badan. Selain itu, hanya dengan berniat baik, seseorang sudah mendapatkan pahala walaupun belum melakukannya, sementara perbuatan fisik tanpa niat tidak akan membawa manfaat."
Penjelasan ini menunjukkan betapa kuatnya niat dalam Islam. Niat yang baik, sekalipun tidak sempat dilaksanakan, tetap tercatat sebagai kebaikan. Hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah menuturkan:
وإن هم بسيئة فلم يعملها كتبها الله عنده حسنة، فان هم بها فعملها كتبها الله عنده سيئة واحدة
"Bila seseorang berniat melakukan suatu kejahatan lalu ia tidak melaksanakannya, Allah akan mencatat niatnya sebagai satu kebaikan sempurna. Namun, bila ia melaksanakan kejahatan itu, maka Allah akan mencatatnya sebagai satu kejahatan."
Penting bagi seorang Muslim untuk senantiasa memperbaiki niat, termasuk dalam beberapa hal yang tampak sepele, seperti aktivitas menonton sepak bola.
Prof. Quraish Shihab dalam channel youtube Najwa Sihab menyampaikan pandangannya terkait menonton sepak bola. Ulama ahli tafsir pengarang Tafsir Al Misbah ini menjelaskan bahwa banyak hikmah yang bisa diambil dari pertandingan sepak bola. Salah satunya adalah pelajaran tentang semangat juang yang tak kenal menyerah.
Mantan Menteri Agama ini menekankan bahwa dalam pertandingan, keajaiban bisa terjadi di menit-menit terakhir. Tak jarang, gol bersarang di bagian akhir babak kedua. Perubahan hasil skor ini menunjukkan sikap optimis dan berusaha hingga akhir tanpa putus asa.
Selain itu, sepak bola juga memiliki momen-momen spiritual yang menarik. Prof. Quraish mencontohkan saat seorang pemain mencium bola sebelum melakukan tendangan penalti. Menurutnya, tindakan ini melambangkan hubungan batin antara pemain dan bola, seakan-akan bola itu hidup dan pemain memberikan seluruh perasaannya pada bola agar sesuai dengan harapannya.
Dengan kata lain, sepak bola tidak hanya tentang hiburan, melainkan sarat nilai-nilai kehidupan, seperti ketekunan dan keterhubungan batin dalam setiap tindakan.
Dalam konteks tersebut, seorang Muslim, kita pun bisa menanamkan niat-niat baik dalam aktivitas menonton sepak bola agar waktu yang dihabiskan lebih bermakna dan berpahala.
Berikut adalah 10 niat baik yang dapat diaplikasikan ketika menonton pertandingan sepak bola:
1. Niat memberikan kesenangan kepada sesama
Menonton pertandingan bersama teman atau keluarga dapat memberikan kebahagiaan. Niatkanlah bahwa dengan kebersamaan ini, kita berusaha menyenangkan orang-orang di sekitar kita.
2. Niat untuk kenyamanan hati dan pikiran
Menonton sepak bola bisa menjadi sarana untuk melepaskan kepenatan. Niatkanlah agar aktivitas ini bisa menyegarkan kembali hati dan pikiran, sehingga kita dapat kembali beraktivitas dengan lebih fokus dan produktif.
3. Niat mempererat ikatan dengan sesama
Nonton bareng adalah salah satu cara yang efektif untuk memperkuat hubungan antar teman dan keluarga. Jadikan momen ini sebagai kesempatan untuk mempererat ukhuwah dan tali silaturahmi.
4. Niat menambah teman baru
Saat menonton sepak bola, kita sering kali bertemu dengan orang-orang baru. Niatkanlah untuk memperluas jaringan pertemanan, terutama dengan orang-orang yang membawa pengaruh positif dalam hidup kita.
5. Niat mengambil pelajaran dari pertandingan
Sepak bola mengajarkan berbagai hal, mulai dari kerja sama tim hingga ketahanan mental dalam menghadapi tekanan. Ambillah pelajaran dari strategi dan taktik permainan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
6. Niat mengunjungi tempat-tempat yang membawa kebaikan
Ketika bepergian untuk menonton pertandingan, niatkanlah untuk mengunjungi tempat-tempat yang bisa memperkuat iman, seperti masjid atau ziarah ke makam orang-orang saleh yang ada di sekitar lokasi
7. Niat memperkuat iman saat menghadapi kemenangan atau kekalahan
Pertandingan sepak bola sering kali penuh dengan emosi, terutama saat menghadapi kekalahan. Niatkanlah untuk selalu bersabar dan bersyukur, baik dalam keadaan menang maupun kalah.
8. Niat menampakkan syiar Islam
Sepak bola dapat menjadi media dakwah. Jadikanlah menonton sepak bola sebagai sarana untuk menunjukkan akhlak yang baik, sopan, dan etika Islami kepada orang lain, baik dalam perkataan maupun sikap.
9. Niat belajar bersikap lembut dan sabar
Dalam situasi ramai saat menonton pertandingan, jaga adab kita sebagai seorang Muslim. Niatkan untuk berperilaku lemah lembut, sabar, dan penuh kasih sayang kepada orang-orang di sekitar kita.
10 Niat melatih kesabaran dalam menghadapi kesulitan
Sepak bola adalah permainan yang penuh tantangan, baik bagi pemain maupun penonton. Jadikanlah pertandingan sebagai sarana untuk melatih kesabaran kita dalam menghadapi berbagai ujian hidup, termasuk menerima kekalahan dengan lapang dada.
Dengan menanamkan niat-niat tersebut, kita dapat mengubah pengalaman menonton sepak bola menjadi aktivitas yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendatangkan pahala dan mendekatkan diri kepada Allah. Jadi, setiap kali kita menonton sepak bola, jangan lupa untuk selalu memperbaiki niat agar waktu yang kita habiskan menjadi lebih bermanfaat.
Ahmad Yaafi Kholilurrohman
Penikmat Insight Keislaman, Alumni Ma'had Aly Situbondo, Jawa Timur
Editor:


