Jumat merupakan hari yang istimewa bagi umat Islam. Di hari ini, Allah swt memuliakan dan meninggikan Islam dengan berbagai keistimewaan. Keistimewaan tersebut menjadi bukti kemuliaan umat Islam yang dianugerahi hari suci ini.
Salah satu bukti kemuliaan hari Jumat adalah disyariatkannya sholat Jumat, ibadah wajib yang hanya dilakukan pada hari tersebut. Sholat Jumat menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk berkumpul, bersilaturahmi, dan mendengarkan khutbah yang mengingatkan mereka tentang jalan kebenaran. Selain itu, terdapat banyak peristiwa penting dalam sejarah Islam yang terjadi pada hari Jumat.
Nah, berikut kemuliaan hari Jumat menurut Syekh Abdul Qadir al-Jailani, dalam kitab Al-Ghunyah Li Thalibi Thariq al-Haq:
1. Hari Jumat adalah Sayyidul Ayyam
Hari Jumat, sebagaimana dijelaskan Syekh Abdul Qadir al-Jailani, dikenal sebagai Sayyidul Ayyam, yang memiliki kedudukan istimewa bagi umat Islam. Pasalnya, dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad saw menyatakan bahwa hari Jumat adalah hari yang paling utama dan paling agung di sisi Allah, bahkan melebihi Hari Raya Idul Fitri.
Hadits Nabi Muhammad saw menjelaskan keistimewaan hari Jumat dengan menyinggung lima peristiwa penting yang terjadi pada hari tersebut. Berikut adalah uraian singkatnya dalam kitab kitab Al-Ghunyah Li Thalibi Thariq al-Haq, Jilid II, halaman 96:
“يوم الجمعة سيد الأيام وأعظمها عند الله، وهو أعظم عند الله تعالى من يوم الفطر، وفيه خمس خلال: فيه خلق الله تعالى آدم -عليه السلام، وفيه أهبط إلى الأرض، وفيه توفى، وفيه ساعة لا يسأل العبد ربه فيها شيئًا إلا أعطاه إياه ما لم يسأل حرامًا، وفيه تقوم الساعة، وما من ملك مقرب عند ربه -عز وجل -إلا وهو يفزع من يوم الجمعة، ولا سماء ولا أرض إلا وهى تشفق من يوم الجمعة”
Artinya: "Hari Jumat, sayyidul ayyam dan paling agung di sisi Allah. Hari Jumat adalah hari yang paling utama dan paling agung di sisi Allah. Hari ini lebih agung daripada Hari Raya Idul Fitri. Ada lima keistimewaan di hari Jumat, yaitu, Pada hari Jumat, Allah swt menciptakan Nabi Adam 'alaihis salam. Kemudian, Pada hari Jumat, Nabi Adam diturunkan ke bumi.
Pun pada hari Jumat, Nabi Adam wafat. Adanya satu waktu Mustajab pada hari Jumat, di mana doa seorang hamba yang memohon kepada Allah swt pasti dikabulkan, selama dia tidak memohon sesuatu yang haram. Begitu juga, kiamat akan terjadi pada hari Jumat. Tidak ada malaikat yang dekat dengan Allah swt yang tidak merasa ngeri dengan hari Jumat. Tidak ada langit dan bumi yang tidak merasa takut dengan hari Jumat." [Syekh Abdul Qadir Jailani, Al-Ghunyah Li Thalibi Thariq al-Haq, Jilid II, (Beirut: Darul Kutub Ilmiyah, 1997), halaman 96].
2. Nabi Adam diciptakan dan wafat Hari Jumat
Hari Jumat menjadi momen bersejarah bagi umat manusia, menandakan awal mula kehidupan di bumi. Pada hari ini, Allah swt menciptakan Nabi Adam as, manusia pertama yang menginjakkan kakinya di dunia. Keberadaannya menjadi bukti nyata keagungan dan kebesaran Allah swt, sekaligus menandai dimulainya peradaban manusia.
Lebih lanjut, yang menarik bahwa siklus kehidupan manusia dimulai dan berakhir pada hari yang sama. Di hari Jumat pula, Nabi Adam AS menghembuskan nafas terakhirnya. Kejadian ini menunjukkan bahwa setiap makhluk hidup memiliki waktunya sendiri, dan Allah swt lah yang menentukan kapan mereka memulai dan mengakhiri kehidupannya.
وعن أبى هريرة -رضي الله عنه -عن النبي -صلى الله عليه وسلم -أنه قال: “خير يوم طلعت فيه الشمس يوم الجمعة، فيه خلق آدم -عليه السلام -، وفيه أدخل الجنة، وفيه أخرج منها، وفيه تقوم الساعة”
Artinya: "Dari Abi Hurairah radhiyallahu 'anh, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa salam, beliau bersabda: “Hari terbaik di mana matahari terbit adalah hari Jumat. Pada hari itu Adam 'alaihissalam diciptakan, dimasukkan ke surga, dikeluarkan darinya, dan hari kiamat akan datang pada hari itu.” [[Syekh Abdul Qadir Jailani, Al-Ghunyah Li Thalibi Thariq al-Haq, Jilid II, (Beirut: Darul Kutub Ilmiyah, 1997), halaman 97].
3. Bershalawat pada Hari Jumat, Mendapatkan Pahala Berlipat
Hari Jumat memiliki keutamaan tersendiri bagi umat Islam. Selain terdapat kewajiban ibadah sholat Jumat, hari ini juga menjadi waktu yang istimewa untuk memperbanyak amalan tertentu. Salah satunya adalah bershalawat kepada Nabi Muhammad.
Dalam ajaran Islam, dianjurkan untuk memperbanyak membaca shalawat, tak terkecuali pada hari Jumat. Ada banyak dalil yang menunjukkan keutamaan bershalawat di hari Jumat, salah satunya berupa ganjaran pahala yang dilipatgandakan.
Beberapa hadits menyebutkan tentang keutamaan dan pahala membaca shalawat pada hari Jumat. Bahkan disebutkan bahwa barang siapa bershalawat kepada Nabi Muhammad saw sebanyak seratus kali pada hari Jumat, maka kelak di hari kiamat ia akan datang dengan cahaya yang benderang.
Simak keterangan Syekh Abdul Qadir al-Jailani berikut:
أخبرنا أبو نصر عن والده، بإسناده عن علي بن أبي طالب رضي الله عنه قال: قال رسول الله -صلى الله عليه وسلم: “أكثروا من الصلاة علىَّ يوم الجمعة، فإنه يوم تضاعف فيه الأعمال، وسلوا الله لي الدرجة الوسيلة من الجنة، قيل: يا رسول الله: وما الدرجة الوسيلة من الجنة؟ قال: هي أعلى درجة في الجنة لا ينالها إلا نبي، وأرجو أن أكون هو”.
Artinya: "Abu Nuṣair meriwayatkan dari ayahnya, dengan sanad yang bersambung kepada Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anh, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Perbanyaklah bershalawat kepadaku di hari Jumat, karena pada hari itu amal dilipatgandakan. Dan mintalah kepada Allah agar aku diberi derajat wasilah (perantara) di surga.” Ditanyakan, “Ya Rasulullah, apa derajat wasilah di surga?” Beliau menjawab, “Derajat tertinggi di surga yang tidak diraih oleh siapapun kecuali nabi, dan aku berharap menjadi orang tersebut.” [[Syekh Abdul Qadir Jailani, Al-Ghunyah Li Thalibi Thariq al-Haq, Jilid II, (Beirut: Darul Kutub Ilmiyah, 1997), halaman 107].
Selanjutnya, dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh 'Abd al-'Aziz bin Suhaib dari Anas bin Malik, Rasulullah saw bersabda: “Siapa yang bershalawat kepadaku setiap hari Jumat sebanyak delapan puluh kali, Allah swt akan mengampuni dosa-dosanya selama delapan puluh tahun.”
Anjuran ini tentu bukan tanpa alasan. Bershalawat kepada Nabi Muhammad saw memiliki banyak manfaat, baik di dunia maupun di akhirat. Di dunia, bershalawat dapat mendatangkan ketenangan hati, keberkahan hidup, dan dijauhkan dari berbagai macam musibah. Sedangkan di akhirat, bershalawat dapat menjadi syafaat bagi kita di hari pembalasan.
وعن عبد العزيز بن صهيب عن أنس بن مالك رضي الله عنه قال: كنت واقفاً بين يدي رسول الله -صلى الله عليه وسلم- فقال: “من صلى علىَّ في كل جمعة ثمانين مرة غفر الله تعالى له ذنوب ثمانين سنة، قلت: يا رسول الله كيف الصلاة عليك؟ قال -صلى الله عليه وسلم-: تقول اللهم صل على محمد عبدك ورسولك النبي الأمي، وتعقد واحدة”.
Artinya: "Dari 'Abd al-'Aziz bin Suhaib dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anh, dia berkata: Aku sedang berdiri di hadapan Rasulullah saw, lalu beliau berkata: “Siapa yang bershalawat kepadaku setiap hari Jumat sebanyak delapan puluh kali, Allah swt, akan mengampuni dosa-dosanya selama delapan puluh tahun.” Aku bertanya, “Ya Rasulullah, bagaimana cara bershalawat kepada Anda?” Beliau menjawab, “Engkau katakan: Allahumma shalli 'ala Muhammad 'abdika wa rasuluka an-nabiyyul ummiyyi, dan hitunglah satu kali." [[Syekh Abdul Qadir Jailani, Al-Ghunyah Li Thalibi Thariq al-Haq, Jilid II, (Beirut: Darul Kutub Ilmiyah, 1997), halaman 107].
4. Hari Jumat Waktu Mustajab Berdoa
Hari Jumat merupakan hari yang penuh berkah dan istimewa bagi umat Islam. Di hari ini, terdapat waktu mustajab untuk berdoa, di mana Allah swt akan mengabulkan doa hamba-Nya yang memohon dengan penuh keyakinan dan ketulusan.
Salah satu hadits sahih meriwayatkan bahwa pada hari Jumat terdapat waktu mustajab. Di waktu tersebut, tidak ada seorang hamba Muslim pun yang memohon sesuatu kepada Allah melainkan Dia akan mengabulkan permintaannya. Hadits ini menunjukkan bahwa Allah swt akan senantiasa mendengarkan dan mengabulkan permohonan hamba-Nya yang berdoa dengan penuh keyakinan dan ketulusan hati, khususnya di waktu mustajab pada hari Jumat.
Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan waktu mustajab di Hari Jumat ini dengan sebaik-baiknya. Kita dapat memperbanyak doa dan memohon segala hajat yang kita inginkan kepada Allah swt. Doa yang dipanjatkan di waktu mustajab ini lebih berpeluang untuk dikabulkan, sehingga menjadi kesempatan berharga untuk meraih keberkahan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat.
(فصل) وفي يوم الجمعة ساعة لا يوافقها عبد يدعو الله تعالى إلا استجيبت دعوته. أخبرنا أبو نصر عن والده، بإسناده عن محمد بن إبراهيم، عن أبي سلمة، عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: “أتيت الطور فوجدت فيه كعباً، فحدثته عن النبي -صلى الله عليه وسلم- وحدثني عن التوراة، قال: فما اختلفنا في شيء حتى انتهينا إلى حديث، فقلت: قال رسول الله -صلى الله عليه وسلم- “في الجمعة ساعة لا يوافقها مؤمن يصلي فيسأل الله تعالى فيها خيراً إلا أعطاه إياه
Artinya: "(Bab) Pada hari Jumat, ada waktu yang mustajab bagi hamba yang berdoa kepada Allah swt, pasti doa mereka dikabulkan. Hadits Rasulullah saw: “Diceritakan oleh Abu Nasyr dari ayahnya, dengan sanad yang bersambung kepada Muhammad bin Ibrahim, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah RA, beliau berkata: “Aku mendatangi gunung Thur dan menemukan Ka'ab di sana. Aku menceritakan kepadanya tentang Nabi saw dan beliau menceritakan kepadaku tentang Taurat. Kami tidak berbeda pendapat tentang apa pun sampai kami sampai pada satu hadits. Aku berkata: 'Rasulullah saw bersabda, “Pada hari Jumat ada waktu yang mustajab bagi orang mukmin yang sholat dan berdoa kepada Allah swt di dalamnya untuk kebaikan, pasti doa mereka dikabulkan,” [Syekh Abdul Qadir Jailani, Al-Ghunyah Li Thalibi Thariq al-Haq, Jilid II, (Beirut: Darul Kutub Ilmiyah, 1997), halaman 105].
Dalam hadits lain, Rasulullah bersabda tentang keutamaan hari Jumat;
عن زيد بن على عن مرجانة، عن فاطمة بنت النبي -صلى الله عليه وسلم- رضي الله عنها، عن أبيها -صلى الله عليه وسلم- قال: “إن في الجمعة لساعة لا يوافقها عبد مسلم يسأل الله فيها خيراً إلا أعطاه إياه” قلت: يا أبت أية ساعة هي؟ قال -صلى الله عليه وسلم-: “إذا تدلى نصف الشمس للغروب” قالت: فكانت فاطمة رضي الله عنها إذا كان يوم الجمعة أمرت غلاماً لها يقال له زيد تقول: اصعد إلى الضراب، فإذا تدلى نصف الشمس للغروب فآذني وأعلمني، فكان يصعد، فإذا كانت تلك الساعة آذنها وأعلمها، فتقوم وتدخل المسجد حتى تغرب الشمس وتصلي.
Artinya: "Dari Zaid bin Ali, dari Marjanah, dari Fatimah binti Nabi -shallallahu 'alaihi wasallam-, radhiyallahu 'anha, dari ayahnya -shallallahu 'alaihi wasallam- beliau berkata: “Sesungguhnya pada hari Jumat ada satu waktu yang tidak seorang hamba Muslim pun yang berdoa kepada Allah di dalamnya melainkan Allah akan memberikan apa yang dia minta.”
Aku (Fatimah) berkata: “Wahai ayah ku, jam berapakah itu?” Beliau -shallallahu 'alaihi wasallam- menjawab: “Ketika setengah matahari telah condong ke arah terbenam.” Fatimah radhiyallahu 'anha berkata: “Setiap hari Jumat, beliau memerintahkan seorang budak laki-lakinya yang bernama Zaid, dengan berkata: 'Naiklah ke atap, dan ketika setengah matahari telah condong ke arah terbenam, kumandangkan adzan dan beritahukan aku.' Zaid pun naik ke atap, dan ketika tiba saat itu, dia mengumandangkan adzan dan memberitahukan Fatimah. Maka Fatimah pun bangun dan masuk masjid sampai matahari terbenam dan dia shalat.” [Syekh Abdul Qadir Jailani, Al-Ghunyah Li Thalibi Thariq al-Haq, Jilid II, (Beirut: Darul Kutub Ilmiyah, 1997), halaman 106].
5. Hari Jumat Pembebasan dari Siksa Neraka
Salah satu keistimewaan hari Jumat adalah menjadi hari pembebasan dari siksa neraka. Hal ini berdasarkan hadits Nabi Muhammad saw yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra.
Nabi bersabda bahwa setiap hari, Allah membebaskan enam ratus ribu hamba-Nya dari api neraka. Keistimewaan ini berlaku setiap hari, termasuk hari Jumat. Namun, pada hari Jumat dan malam Jumat, jumlah hamba yang dibebaskan menjadi lebih banyak, yaitu sebanyak dua puluh empat kali lipat dari hari-hari biasa.
Dengan kata lain, pada hari Jumat dan malam Jumat, Allah membebaskan sebanyak enam ratus ribu hamba-Nya dari neraka setiap jamnya. Ini merupakan kabar gembira bagi umat Islam, karena menunjukkan bahwa Allah senantiasa memberikan kasih sayang dan ampunan-Nya kepada hamba-Nya.
Simak keterangan Syekh Abdul Qadir Jailani berikut;
وأخبرنا أبو نصر عن والده، بإسناده عن ثابت البنانى، عن أنس بن مالك -رضي الله عنه -، عن النبي -صلى الله عليه وسلم -أنه قال: “إن لله تعالى ستمائة ألف عتيق من النار في كل يوم، وليلة الجمعة ويوم الجمعة أربع وعشرون ساعة، في كل ساعة ستمائة ألف عتيق من النار”.
Artinya: "Abu Naṣhar meriwayatkan dari ayahnya, dengan sanadnya dari Sabit al-Banani, dari Anas bin Mālik, dari Nabi saw beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah Ta'ala memiliki enam ratus ribu hamba yang dibebaskan dari neraka setiap hari. Dan hari Jumat dan malam Jumat memiliki dua puluh empat jam, di setiap jamnya ada enam ratus ribu hamba yang dibebaskan dari neraka.” [Syekh Abdul Qadir Jailani, Al-Ghunyah Li Thalibi Thariq al-Haq, Jilid II, (Beirut: Darul Kutub Ilmiyah, 1997), halaman 99].
Oleh karena itu, marilah kita manfaatkan hari Jumat dengan sebaik-baiknya dengan memperbanyak amalan saleh, seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan bersedekah. Semoga kita termasuk dalam golongan hamba-Nya yang dibebaskan dari api neraka.
Editor:


