Kisah Siksa Kubur Akibat Tak Bayar Zakat

Kisah Siksa Kubur Akibat Tak Bayar Zakat

Arina.id - Menunaikan zakat merupakan salah satu rukun Islam yang lima. Ibadah ini sangat urgen untuk ditunaikan sebab menjadi pondasi dasar keberagamaan seseorang, Jika diabaikan, bukan hanya keberagamaannya yang dipertanyakan, tetapi juga ada sanksi berupa dosa serta azab di akhirat kelak.

Sayangnya, masih banyak orang yang enggan berzakat karena takut hartanya berkurang. Padahal, dalam Islam, harta yang kita miliki mengandung hak orang lain yang wajib disalurkan. Banyak riwayat yang menggambarkan betapa dahsyatnya hukuman bagi mereka yang menahan zakat seperti yang ditulis oleh Syaikh Zainudin Al Malibari dalam kitabnya Irsyadul I’bad. Beliau mendapat cerita ini dari gurunya yakni Ibnu Hajar Al Haitami.

Dikisahkah suatu saat ada sekelompok tabi’in yang pergi mengunjungi Abu Sinan. Ketika mereka tiba dan duduk bersamanya, tak berselang lama Abu Sinan mengajak para tamunya ini bertakziyah kepada tetangganya, ia berkata;

قُومُوا بِنَا نَزُورُ جَارًا لَنَا مَاتَ أَخُوهُ وَنُعَزِّيهِ

“Mari kita pergi mengunjungi tetangga kita yang baru saja kehilangan saudaranya untuk menyampaikan belasungkawa.”

Mereka pun lantas bergegas pergi menuju tetangga Abu Sinan. Sesampainya di sana mereka mendapati tetangga Abu Sinan menangis dan meratap karena kehilangan saudaranya. Mereka mencoba menghiburnya, namun hal itu sama sekali tidak membantu meredakan tangisnya. Lantas salah satu dari sekelompok tabi’in mencoba menasihatinya dengan memulai sebuah pertanyaan:

أَمَا تَعْلَمُ أَنَّ الْمَوْتَ سَبِيلٌ لَا بُدَّ مِنْهُ؟

“Tidakkah engkau tahu bahwa kematian adalah fase yang pasti dialami oleh setiap manusia?”

Tetangga Abu Sinan pun menjawab;

بَلَى، وَلَكِنْ أَبْكِي عَلَى مَا أَصْبَحَ وَأَمْسَى فِيهِ أَخِي مِنَ الْعَذَابِ

“Tentu aku tahu hal itu, tetapi yang membuatku menangis adalah keadaan saudaraku yang kini berada dalam azab.”

Mendengar jawaban tersebut, salah seorang tabi’in pun penasaran dan bertanya kembali, apakah tetangga Abu Sinan ini mendapat penglihatan ghaib hingga bisa mengetahui keadaan saudaranya yang telah meninggal dan kini disiksa di kubur?

Tetangga Abu Sinan merespon pertanyaan tersebut dengan mulai bercerita bahwa ia tidak mendapat penglihatan ghaib namun ada kejadian tragis saat pemakaman saudaranya. Saat itu setelah proses pemakaman telah usia dan orang-orang telah meninggalkan makam saudaranya, ia pun duduk di dekat kuburan saudaranya. namun tiba-tiba tetangga Abu Sinan ini mendengar suara dari dalam kubur: 

أُوهْ، أَفْرَدُونِي وَحِيدًا أُقَاسِي الْعَذَابَ، قَدْ كُنْتُ أَصُومُ، قَدْ كُنْتُ أُصَلِّي

“'Aduh! Mereka telah meninggalkanku sendirian, aku merasakan siksa yang pedih! Aku dulu berpuasa, aku dulu sholat…”

Mendengar suara tersebut, tetangga Abu Sinan pun menangis. Karena penasaran, ia menggali kubur saudaranya untuk melihat keadaannya. Ternyata, ia melihat api menyala di dalam kubur, dan ada lingkaran api yang melilit leher saudaranya. Diliputi rasa kasih sayang sebagai saudara, ia mencoba mengangkat lingkaran itu dari lehernya. Namun, saat tangannya menyentuhnya, jari dan tangannya justru terbakar. Tak lama kemudian, saudaranya mengeluarkan tangannya dari dalam kubur, dan terlihat tangan itu telah menghitam serta hangus terbakar.

Setelah panjang lebar bercerita, salah seorang tabi’in bertanya kepada tetangga Abu Sinan tentang apa yang dilakukan saudaranya semasa hidup hingga mendapat siksa yang begitu pedih.

فَمَا كَانَ أَخُوكَ يَعْمَلُ فِي الدُّنْيَا؟

"Apa yang dilakukan saudaramu selama di dunia?"

Ia pun menjawab;

كَانَ لَا يُؤَدِّي الزَّكَاةَ مِنْ مَالِهِ

“Ia tidak pernah menunaikan zakat dari hartanya.”

Sontak, rombongan tabi’in dan Abu Sinan terkejut mendengar jawaban tersebut. Mereka pun teringat dan membenarkan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an, Surah Ali ‘Imran ayat 180.

وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ يَبْخَلُوْنَ بِمَآ اٰتٰىهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖ هُوَ خَيْرًا لَّهُمْۗ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَّهُمْۗ سَيُطَوَّقُوْنَ مَا بَخِلُوْا بِهٖ يَوْمَ الْقِيٰمَةِۗ 

Artinya: ”Jangan sekali-kali orang-orang yang kikir dengan karunia yang Allah anugerahkan kepadanya mengira bahwa (kekikiran) itu baik bagi mereka. Sebaliknya, (kekikiran) itu buruk bagi mereka. Pada hari Kiamat, mereka akan dikalungi dengan sesuatu yang dengannya mereka berbuat kikir.”

Demikianlah kisah azab akibat tidak menunaikan zakat yang bisa menjadi pengingat bagi kita bahwa menahan zakat bukanlah perkara sepele. Harta yang tidak dikeluarkan zakatnya dapat menjadi sumber azab, baik di alam kubur maupun di akhirat. Semoga kita dijauhkan dari sifat kikir dan selalu bisa melaksanakan kewajiban zakat dengan penuh keikhlasan. Wallahu a’lam.


$data['detail']->authorKontri->kontri

Ahmad Yaafi Kholilurrohman
Penikmat Insight Keislaman, Alumni Ma'had Aly Situbondo, Jawa Timur


Editor:
Al-Quran Digital

Islami Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo