Hukum Rambut Menutupi Dahi saat Sholat, Sah atau Tidak?

Hukum Rambut Menutupi Dahi saat Sholat, Sah atau Tidak?

Arina.id - Dalam sholat, sujud merupakan salah satu rukun fi’li yang sangat penting dan wajib dipenuhi. Di dalamnya terkandung makna penghambaan yang paling tinggi di hadapan Allah SWT. Namun demikian, ada syarat-syarat dan ketentuan khusus yang harus diperhatikan ketika seseorang melakukan sujud, agar ibadahnya sah dan sempurna.

Salah satu persoalan yang sering muncul adalah ketika rambut menutupi dahi saat sujud. Apakah sujud tersebut tetap sah atau justru tidak memenuhi syarat? Untuk menjawab hal ini, para ulama fiqih klasik telah memberikan penjelasan yang rinci berdasarkan dalil dan kaidah syariat.

Syarat Sah Sujud dalam Sholat

Syekh Salim bin Sumair Al-Hadlrami dalam kitabnya Safînatun Naja menjelaskan bahwa ada tujuh syarat sah sujud yang wajib dipenuhi oleh setiap muslim ketika melaksanakan sholat:

  • Bersujud di atas tujuh anggota badan, yaitu dahi, dua tangan, dua lutut, dan dua ujung kaki.
  • Kening atau dahi harus dalam keadaan terbuka.
  • Bertumpu pada kepala, bukan anggota tubuh lainnya.
  • Jatuhnya badan karena sujud, bukan karena sebab lain seperti tersandung.
  • Tidak bersujud di atas sesuatu yang bergerak karena gerakan orang yang sholat.
  • Bagian tubuh bawah (pinggul) lebih tinggi dari bagian atas.
  • Tuma’ninah, yaitu tenang dan tidak tergesa-gesa saat sujud.

Dasar dari ketentuan ini bersumber dari hadits sahih Nabi Muhammad SAW:

أُمِرْتُ أَنْ أَسْجُدَ عَلَى سَبْعَةِ أَعْظُمٍ عَلَى الجَبْهَةِ، وَأَشَارَ بِيَدِهِ عَلَى أَنْفِهِ وَاليَدَيْنِ وَالرُّكْبَتَيْنِ، وَأَطْرَافِ القَدَمَيْنِ

Artinya: “Aku diperintahkan untuk bersujud di atas tujuh anggota badan: dahi—seraya menunjuk hidungnya—kedua tangan, kedua lutut, dan ujung-ujung telapak kaki.” (HR. Bukhari)

Hukum Sujud Saat Dahi Tertutup Rambut

Pertanyaan yang sering muncul adalah bagaimana hukumnya jika seseorang sujud sementara dahi tertutupi rambut?

Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab (juz 3, hlm. 423) menjelaskan: “Sujud menggunakan dahi adalah wajib tanpa khilaf di antara ulama kami. Paling utama adalah bersujud menggunakan seluruh dahi. Namun, jika seseorang hanya bersujud dengan sebagian dahinya saja, maka sujudnya tetap sah tetapi hukumnya makruh tanzih. Pendapat inilah yang dijelaskan oleh Imam Syafi’i dalam kitab Al-Umm.”

Dari penjelasan ini dapat disimpulkan bahwa menyentuhkan sebagian dahi ke tempat sujud sudah cukup untuk sahnya sujud, meskipun tidak dilakukan secara sempurna. Namun, perbuatan tersebut tidak disukai (makruh tanzih) karena mengurangi kesempurnaan ibadah.

Rambut yang Menutupi Dahi Saat Sujud

Masalah kemudian menjadi berbeda ketika rambut panjang jatuh menutupi dahi. Ulama menjelaskan bahwa jika rambut tersebut tumbuh di dahi itu sendiri, maka sujudnya tetap sah. Sebab, rambut yang tumbuh di dahi termasuk bagian dari dahi itu sendiri.

Dalam Nihayah al-Muhtaj karya Imam Ramli disebutkan: “Tidak mengapa jika ketika sujud terdapat rambut yang tumbuh di dahi, walaupun panjang. Karena rambut yang tumbuh di dahi hukumnya seperti bagian dari dahi itu sendiri.”

Namun, jika rambut yang jatuh dari kepala kemudian menutupi seluruh dahi hingga tidak ada bagian dahi yang langsung menyentuh tempat sujud, maka sujud tersebut tidak sah, karena tidak memenuhi syarat sujud dengan dahi terbuka dan langsung menempel pada tempat sujud.

Dari berbagai pendapat ulama ini, dapat disimpulkan bahwa:

  • Sujud dengan sebagian dahi tertutupi rambut tetap sah, tetapi makruh tanzih karena mengurangi kesempurnaan.
  • Sujud yang seluruh dahinya tertutup rambut sehingga tidak menempel langsung ke tempat sujud, tidak sah.
  • Sebaiknya pastikan dahi terbuka sepenuhnya sebelum sujud agar tidak terhalang rambut, kain, atau benda lainnya.

Solusi terbaik adalah menggunakan kopiah atau penutup kepala saat shalat, terutama bagi yang berambut panjang, agar rambut tidak terurai dan menutupi dahi ketika sujud. Dengan begitu, ibadah shalat akan lebih sempurna sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

Sujud merupakan simbol kerendahan dan ketundukan total seorang hamba di hadapan Allah SWT. Karena itu, penting bagi setiap muslim untuk menjaga adab dan kesempurnaannya. Sekalipun rambut yang menutupi dahi tampak sepele, namun ia bisa berpengaruh pada sah atau tidaknya shalat.

Mari kita perhatikan hal-hal kecil seperti ini, karena kesempurnaan shalat tidak hanya terletak pada gerakannya, tetapi juga pada ketelitian dalam memenuhi setiap syarat dan rukun. Semoga kita senantiasa diberikan kekhusyukan dan kesempurnaan dalam beribadah. Wallahu a’lam bish shawab.


Editor:
Al-Quran Digital

Syariah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo