Pola makan Rasulullah SAW seyogyanya menjadi inspirasi bagi banyak orang dalam menjaga kesehatan fisik dan spiritual. Gaya hidup dan pola makan beliau tidak hanya memberikan banyak manfaat kesehatan, tetapi juga mengajarkan pentingnya moderasi dan kesadaran dalam mengonsumsi makanan.
Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa makanan dan minuman merupakan kebutuhan mendasar manusia. Allah SWT menegaskan bahwa keduanya mesti dilakukan dalam rangka menunjang proses penghambaan manusia kepada-Nya melalui ibadah dan amal baik lainnya.
Meski Allah memberikan kelapangan seluasnya kepada manusia untuk makan minum, namun Allah tetap memberikan batasan ada yang halal untuk dikonsumsi dan ada yang haram. Tambahan lainnya ialah Allah melarang manusia untuk berlebihan. Dalam Al-Qur'an surat Al-A’raf ayat 31, Allah SWT berfirman:
وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
Artinya: “Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”
Sebagai manusia terbaik yang patut dijadikan sebagai suri tauladan, Rasulullah SAW memberikan contoh kepada kita bahwa yang dijadikan sebagai pantangan bagi beliau dalam soalan makan dan minum ialah hukum Allah SWT. Selama suatu makanan atau minuman itu halal, maka beliau tidak ragu untuk mengkonsumsinya.
Artinya, beliau tidak memiliki pantangan tertentu yang tidak berkesesuaian dengan syariat. Hanya saja beliau memiliki suatu pola konsumsi yang menyehatkan yang bisa menjadi teladan bagi kita semua. Berikut adalah 8 aspek utama dari pola makan Rasulullah SAW:
1. Menu Sarapan Seimbang
Rasulullah SAW sering kali memulai hari dengan sarapan sederhana, yakni segelas air hangat dan madu. Madu mengandung banyak vitamin, mineral, dan antioksidan yang membantu menjaga daya tahan tubuh dan meningkatkan energi. Kemudian sesudah melaksanakan shalat dhuha, Nabi diceritakan sering mengkonsumsi air dingin (maksudnya air suhu normal, bukan air es) dan kurma. Kurma memiliki kandungan gula alami, serat, dan mineral yang memberikan energi untuk menjalani aktivitas harian.
Terdapat sebuah hadis yang menyebutkaan bahwa minuman kesukaan Rasulullah adalah yang dingin dan manis:
كَانَ أَحَبُّ الشَّرَابِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْحُلْوَ الْبَارِدَ
Artinya: "Minuman yang paling disukai Rasulullah ialah yang dingin dan manis."
Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, bahwa yang dimaksud “dingin” dalam hal ini ialah suhu normal yang tidak hangat apalagi panas. Bukan maksudnya dingin karena es atau lainnya. Sedangkan yang dimaksud dengan “manis” kemungkinannya ialah air yang dicampur madu, rendaman kismis ataupun kurma, sebagaimana tercantum dalam riwayat Muslim berikut:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُنْبَذُ لَهُ الزَّبِيبُ فِي السِّقَاءِ فَيَشْرَبُهُ يَوْمَهُ وَالْغَدَ وَبَعْدَ الْغَدِ فَإِذَا كَانَ مَسَاءُ الثَّالِثَةِ شَرِبَهُ وَسَقَاهُ فَإِنْ فَضَلَ شَيْءٌ أَهَرَاقَهُ
Artinya: "Dari Ibnu Abbas Radhiyalahu ‘anhu, ia berkata,”Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah dibuatkan rendaman kismis dalam satu bejana, kemudian beliau minum rendaman tersebut pada hari itu, juga esok harinya dan keesokannya harinya. Pada sore hari ketiga beliau memberi minuman tersebut kepada yang lain, jika masih ada yang tersisa , beliaupun menuangnya.”
2. Menghindari Makan Berlebihan
Rasulullah SAW sangat memperhatikan porsi makan. Beliau mengajarkan untuk makan secukupnya dan tidak berlebihan. Dalam hadits, beliau bersabda:
مَا مَلأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ ، بِحَسْبِ ابْنِ آدَمَ لُقَيْمَات يُقِمْنَ صُلْبَهُ ، فَإِنْ كَانَ لا مَحَالَةَ ، فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ ، وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ ، وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ
Artinya: “Tidak ada wadah yang dipenuhi anak Adam yang lebih buruk dari perutnya. Cukuplah anak Adam mengkonsumsi beberapa suap makanan untuk menguatkan tulang rusuknya. Kalau memang tidak ada jalan lain (memakan lebih banyak), maka berikan sepertiga untuk (tempat) makanan, sepertiga untuk (tempat) minuman dan sepertiga untuk (tempat) nafasnya”. (HR. Tirmizi, no. 2380, Ibnu Majah, no. 3349)
Prinsip ini menjadi panduan untuk tidak makan berlebihan demi menjaga kesehatan dan mencegah obesitas. Terdapat pula keterangan lain yang menyatakan bahwa Nabi menganjurkan kepada kita agar makan ketika lapar dan berhenti sebelum kenyang. Tujuannya tak lain ialah agar berkesesuaian dengan hadis diatas untuk memberikan ruang kosong sebagai tempat nafas (udara) dalam perut kita.
Sayyidah Aisyah RA menceritakan:
ما شبِعَ آلُ محمدٍ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم من خُبزِ بُرٍّ مَأدومٍ ثلاثةَ أيامٍ حتى لحِقَ باللهِ
Artinya: “Keluarga Muhammad SAW tidak pernah merasakan kenyang karena makan roti gandum yang diberi idam (semacam kuah) dalam tiga hari, sampai beliau bertemu dengan Allah (wafat).” (HR. Bukhari no. 5423)
3. Mengonsumsi Makanan Segar dan Alami
Rasulullah SAW lebih memilih makanan yang segar dan alami, seperti sayuran, buah-buahan, gandum, susu, dan daging. Beliau juga tidak mengonsumsi makanan olahan atau makanan yang telah diawetkan. Ini menjadi inspirasi dalam memilih makanan yang minim pengolahan dan kaya akan nutrisi alami.
Sayyidah Aisyah RA menceritakan bahwa Rasulullah suka memakan secara bersamaan antara semangka segar dan kurma basah:
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها: أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم، كَانَ يَأْكُلُ الْبِطِّيخَ بِالرُّطَبِ
Artinya: "Dari Aisyah RA, dia berkata, “Sesungguhnya Nabi SAW memakan semangka dengan kurma.” (HR Abu Dawud, Tirmidzi, dan Nasai).
4. Minum Air dalam Jumlah yang Cukup
Air memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Rasulullah SAW mengajarkan untuk minum air dengan cara yang baik, yaitu tidak tergesa-gesa dan dilakukan dalam beberapa tegukan. Selain itu, beliau tidak minum air sambil berdiri kecuali dalam keadaan tertentu. Kebiasaan ini membantu tubuh mencerna air dengan lebih baik.
5. Berpuasa secara Teratur
Rasulullah SAW secara rutin melaksanakan puasa, baik puasa wajib di bulan Ramadhan maupun puasa sunnah seperti Senin dan Kamis. Puasa membantu tubuh untuk beristirahat dari proses pencernaan dan memberikan kesempatan untuk detoksifikasi alami. Selain itu, puasa juga meningkatkan disiplin dan pengendalian diri, serta memiliki banyak manfaat kesehatan seperti meningkatkan sensitivitas insulin, menurunkan risiko penyakit jantung, dan memperpanjang usia.
Bahkan diriwayatkan bahwa jika dipagi hari Nabi tidak memiliki makanan, maka beliau akan memilih untuk berpuasa di hari tersebut. Sayyidah Aisyah RA menceritakan:
قال لي رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ ، ذاتَ يومٍ يا عائشةُ ! هل عندكم شيٌء ؟ قالت فقلتُ : يا رسولَ اللهِ ! ما عندنا شيٌء قال فإني صائمٌ
Artinya: “Rasulullah SAW bertanya kepadaku pada suatu hari, “Wahai ‘Aisyah, apakah Engkau memiliki sesuatu (untuk dimakan pagi ini)?” Aku menjawab, “Wahai Rasulullah, kita tidak memiliki makanan sedikit pun (untuk dimakan).” Beliau lalu berkata, “Kalau begitu, aku akan puasa hari ini.” (HR. Muslim no. 1154)
6. Mengonsumsi Cuka, Minyak Zaitun, dan Kurma
Rasulullah SAW mengonsumsi cuka dan minyak zaitun secara rutin. Minyak zaitun dikenal memiliki banyak manfaat kesehatan, termasuk menurunkan kolesterol jahat dan mengandung antioksidan yang baik bagi tubuh. Cuka juga baik untuk sistem pencernaan. Kurma, sebagai makanan favorit Rasulullah, kaya akan serat, mineral, dan vitamin yang baik untuk energi tubuh dan kesehatan pencernaan.
7. Menghindari Makanan Haram dan Syubhat
Rasulullah SAW selalu mengutamakan makanan yang halal dan baik (thayyib). Menghindari makanan haram dan syubhat (yang diragukan kehalalannya) menjadi bagian penting dari pola makan Rasulullah. Pola makan ini bukan hanya menjaga kesehatan fisik, tetapi juga kebersihan jiwa dan mental.
8. Konsumsi Makanan Lokal
Nabi SAW diriwayatkan selalu mengkonsumsi makanan atau minuman yang pada umumnya terdapat di sekitar area beliau. Tidak pernah ada riwayat dimana beliau bersusah payah mencari makanan yang tidak terdapat di daerahnya.
Dari berbagai keterangan diatas, bisa kita simpulkan bahwa pola makan Rasulullah SAW mencerminkan keseimbangan antara kebutuhan tubuh dan kesehatan spiritual. Beliau mengajarkan kita untuk memilih makanan dengan bijak, menjaga porsi makan, serta menghindari berlebihan. Pola makan ini, bila diterapkan, dapat membantu menjaga kesehatan, meningkatkan energi, dan mendukung kesehatan jiwa dan raga. Wallahu a’lam bis shawab.
Editor:


