Arina.id -- Tanaman herbal merupakan tumbuhan yang telah lama dikenal atau dipercaya memiliki kandungan mineral yang bermanfaat untuk kesehatan. Beberapa di antaranya sudah terbukti secara medis, namun ada pula yang masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.
Berbagai macam bagian tanaman herbal dapat dimanfaatkan sebagai obat, mulai dari daun, akar, batang, bahkan bunganya.
Mengonsumsi tanaman herbal sebaiknya tetap dengan takaran tertentu dan tidak boleh berlebihan. Sangat disarankan untuk terlebih dulu berkonsultasi dengan dokter terkait, untuk mendapatkan manfaat medis yang lebih maksimal.
Dari beragam jenis tanaman herbal yang banyak dikenal di masyarakat, beberapa di antaranya bisa dibilang relatif mudah ditanam di pekarangan rumah. Dengan demikian, jika membutuhkan sewaktu-waktu bisa didapat dengan lebih mudah dan murah.
Berikut sejumlah tanaman herbal yang dapat ditanam di pekarangan, untuk menciptakan apotek hidup sederhana:
Serai
Lemongrass atau serai memiliki aroma segar. Daun dan batangnya dapat digunakan untuk beragam hidangan, serta memberi rasa khas.
Dikutip dari Halodoc, tanaman serai punya sifat antimikroba lewat senyawa citronellol dan geraniol. Serai bagus untuk melawan bakteri dan jamur yang dapat memicu infeksi maupun radang.
Mint
Mint menjadi salah satu tanaman herbal paling populer, yang biasa digunakan sebagai campuran makanan dan minuman. Mint memberikan efek segar terhadap tubuh.
Tanaman mint di pekarangan juga dapat berfungsi sebagai pengusir serangga perusak. Daun mint dapat diandalkan untuk pereda sakit perut, mencegah insomnia, dan memberi efek menenangkan.
Kucai
Chives atau daun kucai biasanya menjadi campuran adonan tepung mendoan. Kucai mengandung antioksidan dan folat. Daun ini punya manfaat meningkatkan daya ingat dan menajamkan konsentrasi.
Khasiat yang ditunjukkan dengan mengonsumsi daun kucai yakni dapat mencegah risiko buruk pada otak seperti pikun akibat demensia dan Alzheimer.
Ceplikan
Ceplikan atau blumea balsamifera adalah jenis tanaman herbal dengan batang tegak, dan biasa tumbuh subur di wilayah tropis dan subtropis.
Tanaman ini memiliki khasiat antiinflamasi atau melawan nyeri, antiseptik untuk melawan infeksi, antipiretik atau menurunkan demam, serta bersifat ekspektoran atau pereda batuk.
Lidah Buaya
Lidah buaya (aloe vera) adalah jenis tanaman berdaun tebal, dengan kandungan gel di dalam daunnya. Lidah buaya sangat baik untuk perawatan kulit, mengobati luka bakar, meredakan jerawat, menyehatkan rambut, serta menjaga kesehatan mulut.
Daun Kemangi
Daun kemangi atau ocimum basilicum umum dikenal sebagai hidangan lalapan. Daun tanaman ini memiliki aroma khas, yang kaya akan senyawa aktif, termasuk minyak esensial, antioksidan, vitamin, dan mineral.
Daun kemangi bagus untuk menyehatkan saluran pencernaan, kesehatan jantung, menyegerkan napas, mengurangi stres, dan sumber antioksidan.
Jahe
Jahe juga dapat ditanam di pekarangan rumah. Ini adalah jenis tanaman rimpang yang tumbuh subur di daerah tropis. Jahe biasa digunakan sebagai minuman atau bumbu tambahan dalam masakan.
Jahe memiliki khasiat meningkatkan kekebalan tubuh, antiinflamasi dan analgesik, mengatasi mual, meredakan nyeri sendi, juga punya efek meredakan gangguan kolesterol.
Kencur
Kencur menjadi salah satu tanaman obat herbal paling populer di Indonesia. Tanaman ini memiliki sifat antiinflamasi dan antiseptik. Bagian tanaman yang bisa dimanfaatkan adalah rimpang, akar, dan daun.
Kunyit
Kunyit menjadi salah satu jenis tanaman helbal yang memiliki sifat antiradang dan antioksidan. Bagian utama yang dimanfaatkan dari tanaman kunyit adalah rimpangnya.
Menurut laman Dinas Kesehatan Yogyakarta, tanaman kunyit mmiliki banyak khasiat, seperti: meningkatkan daya tahan tubuh, mengobati radang, mengurangi mual, mengatasi kembung, dan mengurangi nyeri haid.
Editor:


