Arina.id - Pembantaian yang dilakukan tentara Israel di Jalur Gaza Palestina tidak juga berhenti. Selama 24 jam kemarin, Jumat 15 November 2024, para hulu balang negeri zionis itu membantai keluarga-keluarga di sana hingga menewaskan 28 orang.
Data dari kementerian kesehatan di Gaza, dengan tewasnya 28 orang tersebut, sampai sekarang total jumlah korban meninggal akibat serangan Israel sejak Oktober 2023 telah mencapai 43.764 orang.
"Pasukan Israel menewaskan 28 orang dan melukai 120 lainnya dalam tiga pembantaian keluarga dalam 24 jam terakhir," kata seorang petugas kementerian, seperti dikutip dari Anadolu, Jumat (14/11/2024)
"Banyak orang masih terjebak di bawah reruntuhan dan di jalan karena tim penyelamat tidak dapat menjangkau mereka," tambahnya.
Sebuah pernyataan dari kementerian kesehatan juga menambahkan bahwa sekitar 103.490 orang lainnya terluka dalam serangan yang sedang berlangsung itu.
Dengan mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan gencatan senjata segera, Israel telah melanjutkan serangan brutal di Jalur Gaza sejak serangan oleh kelompok Palestina Hamas pada 7 Oktober 2023.
Serangan Israel telah mengungsikan hampir seluruh penduduk wilayah itu di tengah blokade yang sedang berlangsung yang telah menyebabkan kekurangan makanan, air bersih dan obatan-obatan yang parah.
Upaya mediasi yang dipimpin oleh AS, Mesir dan Qatar untuk mencapai gencatan senjata di Gaza dan kesepakatan pertukaran tahanan antara Israel dan Hamas telah gagal karena pemimpin Israel Benjamin Netanyahu menolak menghentikan perang.
Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas tindakannya yang brutal di Gaza.
Israel merangsek ke Lebanon
Di tempat lain, tentara Israel juga terus merangsek masuk ke wilayah Lebanon memborbardir pasukan Hizbullah. Namun serangan tersebut bukan tanpa perlawanan.
Pihak Hizbullah, sebuah laskar gerakan Syiah itu mengatakan, pejuangnya berhasil menyerang wilayah Staf Umum Menteri Pertahanan Israel di Tel Aviv menggunakan drone (pesawat tanpa awak) pada Rabu 13 November 2024.
"Untuk pertama kalinya, pejuang pertahanan Islam menyerang dengan drone kamikaze pangkalan HaKirya, Tel Aviv, yang menjadi kantor Kementerian Perang Israel dan Staf Umum, serta markas komando direktorat angkatan udara," kata pernyataan itu.
Gerakan itu juga melakukan serangan drone ke pangkalan logistik Amos di Kota Afula, Israel, sekitar 55 kilometer dari perbatasan Lebanon.
Kemudian pada hari itu, Hizbullah mengatakan pihaknya melakukan serangan kedua terhadap staf umum Menteri Pertahanan Israel di Tel Aviv.
"Untuk kedua kali, pejuang Perlawanan Islam menyerang pangkalan HaKirya di Tel Aviv, tempat Kementerian Perang dan Staf Umum Israel serta markas Komando Angkatan Udara berada, menggunakan rudal balistik Qader-2," kata gerakan itu.
Pernyataan itu menambahkan bahwa target di Tel Aviv berjarak 12 kilometer dari perbatasan dengan Lebanon.
Editor: Muhammad Zunus


