Banyumas, Arina.id—Perkembangan kota Purwokerto sebagai pusat aktivitas di wilayah Banyumas Jawa Tengah semakin menunjukkan daya tariknya. Mobilitas masyarakat yang kian meningkat kini diimbangi dengan kemudahan akses transportasi publik, salah satunya melalui integrasi layanan Trans Banyumas ke Stasiun Purwokerto.
Layanan Bus Trans Banyumas resmi terintegrasi dengan stasiun melalui pintu barat dan mulai beroperasi melayani masyarakat pada Sabtu (28/3/2026). Peresmian integrasi dilakukan sehari sebelumnya oleh Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono bersama Vice President KAI Daop 5 Purwokerto Mohamad Arie Fathurrochman dan Direktur Utama PT Banyumas Raya Transportasi Ipoeng Martha Marsikun.
Dengan integrasi ini, penumpang kereta api kini dapat langsung melanjutkan perjalanan menggunakan bus kota tanpa harus berjalan jauh. Akses langsung dari pintu barat stasiun juga diharapkan mampu mengurai kepadatan di pintu timur sekaligus menata arus kendaraan dan penumpang.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan, integrasi transportasi ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan konektivitas antar moda.
“Ini bukan sekadar solusi transportasi, tetapi juga upaya mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di kawasan sekitar stasiun,” ujar Sadewo dikutip Selasa (31/3/2026)..
Ia menambahkan, keberadaan pintu barat Stasiun Purwokerto diharapkan dapat mengoptimalkan distribusi penumpang sekaligus meningkatkan kenyamanan pengguna jasa transportasi.
Direktur Utama PT Banyumas Raya Transportasi Ipoeng Martha Marsikun menjelaskan, layanan Trans Banyumas yang terhubung dengan stasiun saat ini melayani tiga koridor utama. Koridor 1 melayani rute Ajibarang–Pasar Pon–Stasiun Purwokerto–SMAN 1 Purwokerto dan terhubung dengan jalur menuju Baturraden, Patikraja, hingga Alun-alun Purwokerto.
Sementara itu, Koridor 3A melayani rute Terminal Bulupitu–Tanjung–Stasiun Purwokerto–UMP–Kebondalem, dan Koridor 3B melayani rute UMP–Beji–Unwiku–Stasiun Purwokerto–Terminal Bulupitu yang terintegrasi dengan layanan Trans Jateng menuju Purbalingga.
“Dengan waktu tunggu antarbus sekitar 15 hingga 20 menit, kami harapkan masyarakat bisa menikmati layanan yang lebih efisien dan nyaman,” kata Ipoeng.
Trans Banyumas beroperasi setiap hari mulai pukul 05.00 WIB hingga 20.00 WIB. Sistem pembayaran dilakukan secara non-tunai menggunakan kartu elektronik maupun QRIS. Tarif umum ditetapkan sebesar Rp3.900, sedangkan tarif khusus Rp2.000 berlaku bagi pelajar, mahasiswa, lansia, dan penyandang disabilitas.
Selain tarif yang terjangkau, layanan ini juga dilengkapi sistem transit yang fleksibel. Penumpang dapat berpindah bus dalam waktu 90 menit tanpa biaya tambahan hanya dengan satu kali tap kartu, sehingga perjalanan menjadi lebih efisien.
Vice President KAI Daop 5 Purwokerto Mohamad Arie Fathurrochman menyatakan, integrasi ini diharapkan dapat meningkatkan kemudahan akses transportasi lanjutan bagi penumpang kereta api.
“Ini merupakan langkah positif dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat melalui kemudahan akses transportasi yang terintegrasi,” ujarnya.
Ia menyebutkan, rata-rata volume penumpang di Stasiun Purwokerto mencapai sekitar 10.000 orang per hari. Pada masa puncak seperti Lebaran, jumlah tersebut bahkan bisa meningkat hingga 20.000 penumpang per hari.
Untuk mendukung peningkatan layanan, KAI juga telah melakukan perluasan area parkir di sisi barat stasiun yang kini mampu menampung hingga 200 mobil dan 250 sepeda motor. “Penambahan kapasitas parkir ini sebagai bentuk peningkatan layanan seiring meningkatnya jumlah penumpang,” kata Arie.
Dengan berbagai kemudahan tersebut, integrasi Trans Banyumas dengan Stasiun Purwokerto diharapkan mampu mendorong masyarakat beralih ke transportasi umum yang lebih nyaman, sekaligus memperkuat konektivitas dan pertumbuhan kawasan perkotaan Banyumas.
Editor: Kendi Setiawan


