Dark
Light
Dark
Light

Rayakan Idul Fitri, MUI Ingatkan Umat Islam Tidak Berlebih-lebihan

Rayakan Idul Fitri, MUI Ingatkan Umat Islam Tidak Berlebih-lebihan

Jakarta, Arina.id — Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau umat Islam tidak berlebih-lebihan (israf) dalam merayakan Idul Fitri 1447 H, baik dalam konsumsi, gaya hidup, maupun bentuk perayaan lainnya. MUI menegaskan bahwa Idul Fitri merupakan momentum spiritual yang sangat penting, bukan sekadar tradisi tahunan. 

Idul Fitri adalah hari kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa, yang seharusnya melahirkan peningkatan ketakwaan, empati sosial, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

MUI mengajak umat Islam untuk menghidupkan malam Idul Fitri dengan memperbanyak takbir, tahmid, dan tahlil sebagai bentuk pengagungan kepada Allah Swt. Pelaksanaan takbiran diharapkan dilakukan secara khusyuk, tertib, dan tetap menjaga ketenteraman lingkungan sekitar.

“Syiar takbiran hendaknya dilaksanakan dengan penuh kekhusyukan, ketertiban, serta menjaga kemaslahatan dan ketenteraman masyarakat,” demikian poin Tausiyah MUI dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 tertanggal 16 Maret 2026 itu 

Dalam tausiyah yang ditanda tangani oleh Ketua Umum MUI, Anwar Iskandar, dan Sekretaris Jenderal, Amirsyah Tambunan itu, MUI mengingatkan umat Islam agar merayakan Idul Fitri dengan penuh rasa syukur dan kesederhanaan. 

Perilaku konsumtif yang berlebihan, pemborosan, serta pamer kemewahan dinilai bertentangan dengan nilai-nilai ajaran Islam. Sebaliknya, umat Islam didorong untuk meningkatkan kepedulian sosial dengan membantu fakir miskin, anak yatim, serta kelompok masyarakat yang membutuhkan.

MUI juga mengingatkan umat Islam untuk mempererat silaturahmi dan saling memaafkan. Tradisi halal bihalal dinilai sebagai sarana strategis dalam memperbaiki hubungan sosial, menghapus kesalahpahaman, serta memperkuat persatuan di tengah masyarakat. Silaturahmi juga disebut sebagai amalan yang dapat melapangkan rezeki dan memperpanjang umur.

“Mengimbau umat Islam agar menjadikan Idul Fitri sebagai Momentum Taqarrub Ilallah. Idul Fitri bukan sekadar perayaan, tetapi momentum untuk kembali kepada fitrah dengan memperkuat ketakwaan dan keistiqamahan dalam menjalankan ajaran Islam,” demikian salah satu poin imbauan tersebut.

Dalam konteks global, MUI juga kembali mengingatkan Fatwa Nomor 83 Tahun 2023 yang mengimbau umat Islam untuk menghindari penggunaan produk-produk yang terafiliasi dengan pihak yang mendukung agresi Israel terhadap Palestina. Hal ini menjadi bagian dari bentuk solidaritas kemanusiaan yang perlu terus dijaga.

MUI juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kohesi sosial dan persatuan bangsa. Umat Islam diharapkan mampu menjaga kerukunan, menghindari konflik, serta memperkuat semangat persaudaraan sebagai bagian dari nilai keimanan.

Penguatan ekonomi umat melalui optimalisasi instrumen syariah seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf juga merupakan hal yang penting untuk dikuatkan. Upaya ini dinilai strategis dalam menciptakan pemerataan ekonomi dan mengurangi kesenjangan sosial di masyarakat.

Kepada Pemerintah khususnya aparat keamanan, MUI meminta untuk menjamin kenyamanan masyarakat selama momentum Idul Fitri. Hal ini mencakup pengamanan arus mudik dan balik, pelaksanaan malam takbiran, hingga pelaksanaan salat Idul Fitri di berbagai lokasi.

MUI mengajak umat Islam untuk menjadikan Idul Fitri sebagai momentum memperbanyak doa bagi perdamaian dunia dan berakhirnya konflik kemanusiaan di berbagai belahan dunia. Umat Islam juga diharapkan terus meneguhkan peran Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil ‘alamin).


Editor: Kendi Setiawan
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo